Kerendahan Hati Melepaskan Perkenanan Tuhan, Tinggi Hati Melenyapkannya

. Hits: 63

Ringkasan Kotbah Minggu Pagi, 23 Agustus 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Jangan remehkan setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Seringkali peristiwa kecil membawa kita pada perkenanan Tuhan. Zakharia 4:10, “Sebab siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil, mereka akan bersukaria melihat batu pilihan di tangan Zerubabel. Yang tujuh ini adalah mata TUHAN, yang menjelajah seluruh bumi." Jangan memandang hina peristiwa kecil, karena ada batu pilihan yang Tuhan taruh. Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi, Tuhan tahu kondisi kita. Dalam terjemahan FAYH, Zakharia 4:10, “ Janganlah memandang hina permulaan yang kecil ini karena TUHAN bersukacita melihat pekerjaan itu telah dimulai dan melihat tali unting (bandul pengukur tegak lurus) berada di tangan Zerubabel. Karena ketujuh pelita itu menggambarkan mata TUHAN yang melihat kemana-mana ke seluruh dunia.” Kadang orang memandang remeh peristiwa rutin. Kita tidak pernah tahu, peristiwa kecil seperti tali unting, yang mengawali sebuah peristiwa besar, bagaimana Tuhan memulai pekerjaan besar.

Tuhan memakai perkara kecil untuk mempersiapkan perkara besar tanpa kita sadari. Oleh sebab itu, kerjakan apapun seperti untuk Tuhan, jangan menyia-nyiakan. Ketika kita benar-benar menghargai setiap pekerjaan, mengatur perkara kecil dengan rapi, karakter kita sedang dibentuk. 1 Samuel 9:3, Kish, ayah Saul, adalah orang kaya, yang punya banyak pembantu. Tapi saat ada keledai yang hilang, Kish menyuruh Saul pergi mencari keledai. Saul mencari lebih dari 3 hari. Sebelum mendapatkan keledai tersebut, dia belum pulang. Diawali dengan mencari keledai, diakhiri dengan diangkat menjadi raja. Jangan remehkan peristiwa mencari keledai. 1 Samuel 9:17, “Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku." Kalau Saul menyerah, dia tidak akan diangkat menjadi raja. Bahkan hanya untuk mencari keledai, Saul bertanya kepada nabi Samuel. Sebelum Samuel bertemu Saul, Tuhan berkata ia harus mengurapi orang yang mencari keledai. Dari peristiwa kecil, Tuhan telah meletakkan batu pengukur untuk peristiwa yang besar.

Tuhan punya hati yang luar biasa untuk Saul. 1 Samuel 10:6-7, “Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain. Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau.Ketika dengar firman Allah, ijinkan Roh Tuhan menggerakkan hati kita. Apapun yang kita kerjakan, lakukan dalam nama Yesus, karena ada Allah yang menyertai kita. Saat Saul melakukan hal kecil dengan rendah hati, mendatangkan perkenanan Tuhan, seperti menghisap favour. Karena Tuhan lebih mudah bekerja pada pribadi yang mengaku bahwa dirinya tidak bisa melakukan apa-apa.

Namun, baru 2 tahun memerintah, sesuatu mulai terjadi di hatinya, 1 Samuel 13:1. Tujuh hari Saul menunggu Samuel, Saul memberanikan diri untuk mempersembahkan korban. 1 Samuel 13:13-14, Tuhan tidak berkenan pada Saul, karena dia mulai menjadi tinggi hati. Kesombongan melenyapkan semua rencana Tuhan. Seseorang menjadi tinggi hati di situasi kritis. Saat melawan orang Amalek pun, Saul tidak taat. 1 Samuel 15:17, Samuel mengingatkan Saul, dulu Saul begitu rendah hati dan taat. Saat Saul ditegur, 1 Samuel 15:30, Saul merobek jumbai jubah Samuel, dan menuntut Samuel menunjukkan rasa hormatnya karena Saul merasa berkuasa. Perkenanan Tuhan ada atas orang yang rendah hati, tetapi lenyap karena tinggi hati. Kalau Tuhan angkat kita di posisi saat ini, itu karena anugerah Tuhan.

Amsal 22:4, “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. Ganjaran ketika kita tetap takut akan Tuhan lebih daripada takut pada orang dihadapan kita, adalah kekayaan, kehormatan, dan kehidupan. Dimana pun posisi kita, kita aman di tempat tinggi, aman di dalam firman.

Amin.