on on Hits: 2

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Mei 2021 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Seorang yang mau bersandar pada janji Allah bukan berarti orang yang pasrah dan menyerah, dia tidak menyerah pada keadaan, tapi dia menyerah kepada Allah. Ketika Allah bekerja, itu lengkap dan utuh atas roh, jiwa, dan tubuh kita. Keutuhan adalah anugrah-Nya untuk kita. Itu sebabnya ketika kita mau bersandar pada janji Allah, kita dihidupkan, dibangkitkan oleh janji Allah.

on on Hits: 12

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 25 April 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Keluaran 20:8, “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:”, saat beribadah, kita memprioritaskan dan menguduskan hari Sabat. Ini bukan soal peraturan. Kejadian 2:2,3, pada hari ketujuh, Allah berhenti dari pekerjaanNya. Allah tidak capek, tetapi Dia berhenti untuk memberkati ciptaan-Nya. Keluaran 20:11, “Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya” Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya. Demikian juga saat umat-Nya berhenti di hari Sabat, akan terima berkat dan pengudusan-Nya.

on on Hits: 29

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 18 April 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Apa yang ada di dunia ini akan berubah. Kalau bersandar kepada semua yang di dalam dunia, semuanya akan berubah. Kenapa seringkali manusia lebih percaya pada yang kelihatan daripada perkataan Tuhan--firman yang tidak kelihatan?

Ibrani 11:3 - Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. Yang tidak kita itu lebih dulu daripada yang kelihatan, punya kuasa yang lebih besar daripada yang kita lihat. Firman menciptakan semesta alam. Kita percaya pada Tuhan--satu kuasa yang tidak kelihatan , tapi kenapa kita lebih mengandalkan pada yang lebih terlihat, sehingga saat disuruh menyandarkan diri pada Allah rasanya sulit. Percayalah, sandarkan diri pada Allah.

on on Hits: 41

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 11 April 2021 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesus bangkit untuk menyatakan Dia adalah bukti yang hidup. Yesus naik ke sorga di sebelah kanan Allah Bapa dan menjadi Pensyafaat bagi kita. Oleh sebab itu, sandarkan diri kita pada janji Allah.

Kisah Para Rasul 13:22, “Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” Ketika kita belajar tentang rahasia hati, kita bisa alami yang Daud alami.

on on Hits: 25

Ringkasan Khotbah Ibadah Paskah, 4 April 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Lewat kematian Yesus Kristus, Allah memberikan kekudusan-Nya kepada kita. Lewat kematian-Nya, Kristus menanggung segala cemar dan dosa kita, dan kekudusan Kristus diberikan pada yang percaya. Kita punya kepastian mewarisi Kerajaan Sorga, namun selama kita masih ada di dunia, kita juga mengalami pengudusan:

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Tahun Gandum dan Anggur. 

Kita baru saja melewati tahun 2020 dalam kondisi di tengah Pandemi Covid 19 yang masih belum mereda.  Hampir seluruh bagian kehidupan umat manusia terkena imbasnya dan alami masa yang sukar.  Majalah TIME bahkan dalam edisi terakhir menuliskan di sampulnya, “2020 the worst year ever”.  Hal yang sama juga dialami oleh kita umat Tuhan, bisa saja keluar ungkapan dari mulut ini, sebagaimana tertulis dalam  Mazmur 4:7a Banyak orang berkata: "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?"   Apakah ini membuat kita putus asa dan kehilangan harapan?  Saat kenyataan hidup mengecewakan, masih ada Firman Allah yang membangkitkan iman.  Firman Allah sanggup mengadakan dari tidak ada menjadi ada.

Bukankah kalau sampai saat ini kita masih ada, itu semua karena kemurahan Tuhan.  Bisa saja kondisi faktual nampaknya “semakin buruk” tetapi apakah kondisi spiritual kita dan kedewasaan rohani kita juga “semakin buruk”?  Dapatkah kita melihat, bahwa justru di saat seperti ini kita makin bergantung dan mengandalkan Tuhan.  Dan saat kita benar-benar andalkan DIA, tidak akan DIA abaikan, serta DIA tak pedulikan kita.   

“Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN!”  (ay.7b) ini adalah permohonan dari pemazmur.  Dan keyakinannya terhadap Allah digambarkan dalam:

“Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.” (ay.8)

Ketika kita harus lewati “Tahun Gandum dan anggur”  bukan berarti hidup itu tanpa masalah, tetapi sebagaimana yang dialami pemazmur, kenyataan yang sama dialami oleh umat Allah yang dituliskan dalam Zakharia 9.

Tuhan berjanji  dan bersungguh-sungguh akan memulihkan, dan janjiNya itu dimeteraikan dengan darah perjanjian-Nya sendiri (Zak. 9:11).  Tuhan akan membalikkan keadaan, bahkan berkat dua kali ganda DIA janjikan (ay.12).

Adakah kita masih menanti-nantikan DIA atau justru kita menanti-nantikan hal yang lain.  Nabi Yesaya pernah menuliskan,  Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.   Nubuatan nabi Yesaya inilah yang dikutip oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 2:9.

Pertanyaannya sekarang, masih percayakah kita kepada Tudan dan FirmanNya?  Atau kita mulai apatis serta menyerah pada keadaan.  Ganti menyerah pada situasi kondisi, menyerah saja kepada Allah yang hidup.  Raja Yosafat pernah hampir menyerah pada keadaan,   “Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."  Tapi Yosafat ambil pilihan, menyerah hanya pada Allah saja.

Kabar baiknya, kita mungkin tidak tahu bagaimana cara Allah untuk menjawab doa kita dan memulihkan semua ini, tetapi satu kepastian kita adalah kawanan domba umatNya.  DIA tahu cara terbaik menyelamatkan kita (Zak. 9:16)  dan hasilnya sudah tertulis dan dinubuatkan “Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara karena anggur.”  Zakharia 9:17.  

Bila Firman Allah ini tinggal dalam kita dan menguasai roh, jiwa, tubuh kita (sebagaimana Maria berkata: jadilah padaku seperti perkataanMU) maka kita akan melihat dan alami penggenapannya.   

Roma 9:28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."

 

Rhema Hari Ini

serta berkata: "Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu."

Keluaran 34:9

Kasih karunia Allah tidak pernah bisa "dikalahkan" oleh kesalahan dan dosa. Kasih karunia yang sama menjadikan kita milik-Nya!