on on Hits: 10

Ringkasan Khotbah Ibadah Paskah, 4 April 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Lewat kematian Yesus Kristus, Allah memberikan kekudusan-Nya kepada kita. Lewat kematian-Nya, Kristus menanggung segala cemar dan dosa kita, dan kekudusan Kristus diberikan pada yang percaya. Kita punya kepastian mewarisi Kerajaan Sorga, namun selama kita masih ada di dunia, kita juga mengalami pengudusan:

on on Hits: 36

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 28 Maret 2021 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita melihat fakta dan rasanya gagal menemukan harapan kita, pandanglah Tuhan Yesus, lihatlah firman Allah. Ketika kita fokus kepada firman, kabar baiknya firman adalah sumber segala sesuatu.

Mazmur 16:8 - Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Kadangkala kalau kita melihat situasi, situasi bisa sangat merubah suasana hati. Suasana hati mengubah cara kita memandang situasi. Ketika kita berharap hanya kepada fakta, fakta seringkali mengecewakan. Mari kita memandang hanya kepada Tuhan. I have set the LORD always before me: ... [KJV]. Saya selalu taruh Tuhan di depan saya, kabar baiknya kita hanya akan memantulkan kemuliaan Tuhan. Apa yang kita taruh selalu di depan kita?

on on Hits: 25

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 21 Maret 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mazmur 27:8 [NCV], “My heart said of You, “Go, worship Him.” So I come to worship You, LORD.” Penyembahan bukan soal kepandaian bernyanyi, tapi  penyembahan adalah saat kita berikan apa yang bisa kita berikan. Dalam terjemahan NLT, “My heart has heard You say, “Come and talk with Me.” And my heart responds, “LORD, I am coming.” Datang dan berbincanglah dengan Tuhan. Semakin kita kenal Tuhan, semakin kita tahu hati-Nya. Mazmur 27:10, Daud menghadapi fakta tidak enak. Tetapi Daud aman dalam kata-kata Tuhan, di hadapan penilaian Tuhan. Mazmur 27:13, “Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!” Selama di dunia, Tuhan tidak pernah terlambat menjawab doa kita.

on on Hits: 22

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 14 Maret 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika berbicara tentang menghidupi iman dan mengimani kehidupan, itu artinya setiap hari ada perubahan, peningkatan menjadi lebih baik.  Keluaran 3:15 - Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

Di dalam Alkitab beberapa kali Tuhan memperkenalkan diri kepada umat-Nya: Aku Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Padahal kita tahu Yakub artinya penipu, pengganti, penyerobot. Mazmur 46:8,12, kalau bicara tentang Allah perlindungan, Allah berkata: kota benteng kita ialah Allah Yakub. Kenapa tidak disebutkan Allah Israel, Allah Abraham atau Allah Ishak? Kenapa Tuhan secara khusus menyebutkan Dia Allah Yakub?

on on Hits: 30

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 7 Maret 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Hidupi iman dan imani kehidupan. Kejadian 12:1-3, [12:1] Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Saat Abram dipimpin Tuhan, ia tidak langsung diberi tahu kemana tujuannya. Seperti tahun 2021, kita tidak tahu jadi apa hidup kita. Tetapi percayakan hidup pada Tuhan, semua telah diatur sempurna. [12:2] “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.” Abram tidak tahu bagaimana caranya menjadi bangsa yang besar karena ia sudah mati pucuk dan istrinya menopause. Ijinkan realita ilahi masuk dalam hidup kita. [12:3] “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Tidak perlu memusingkan orang yang berbuat jahat pada kita. Pusat hidup kita adalah janji Allah.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Tahun Gandum dan Anggur. 

Kita baru saja melewati tahun 2020 dalam kondisi di tengah Pandemi Covid 19 yang masih belum mereda.  Hampir seluruh bagian kehidupan umat manusia terkena imbasnya dan alami masa yang sukar.  Majalah TIME bahkan dalam edisi terakhir menuliskan di sampulnya, “2020 the worst year ever”.  Hal yang sama juga dialami oleh kita umat Tuhan, bisa saja keluar ungkapan dari mulut ini, sebagaimana tertulis dalam  Mazmur 4:7a Banyak orang berkata: "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?"   Apakah ini membuat kita putus asa dan kehilangan harapan?  Saat kenyataan hidup mengecewakan, masih ada Firman Allah yang membangkitkan iman.  Firman Allah sanggup mengadakan dari tidak ada menjadi ada.

Bukankah kalau sampai saat ini kita masih ada, itu semua karena kemurahan Tuhan.  Bisa saja kondisi faktual nampaknya “semakin buruk” tetapi apakah kondisi spiritual kita dan kedewasaan rohani kita juga “semakin buruk”?  Dapatkah kita melihat, bahwa justru di saat seperti ini kita makin bergantung dan mengandalkan Tuhan.  Dan saat kita benar-benar andalkan DIA, tidak akan DIA abaikan, serta DIA tak pedulikan kita.   

“Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN!”  (ay.7b) ini adalah permohonan dari pemazmur.  Dan keyakinannya terhadap Allah digambarkan dalam:

“Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.” (ay.8)

Ketika kita harus lewati “Tahun Gandum dan anggur”  bukan berarti hidup itu tanpa masalah, tetapi sebagaimana yang dialami pemazmur, kenyataan yang sama dialami oleh umat Allah yang dituliskan dalam Zakharia 9.

Tuhan berjanji  dan bersungguh-sungguh akan memulihkan, dan janjiNya itu dimeteraikan dengan darah perjanjian-Nya sendiri (Zak. 9:11).  Tuhan akan membalikkan keadaan, bahkan berkat dua kali ganda DIA janjikan (ay.12).

Adakah kita masih menanti-nantikan DIA atau justru kita menanti-nantikan hal yang lain.  Nabi Yesaya pernah menuliskan,  Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.   Nubuatan nabi Yesaya inilah yang dikutip oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 2:9.

Pertanyaannya sekarang, masih percayakah kita kepada Tudan dan FirmanNya?  Atau kita mulai apatis serta menyerah pada keadaan.  Ganti menyerah pada situasi kondisi, menyerah saja kepada Allah yang hidup.  Raja Yosafat pernah hampir menyerah pada keadaan,   “Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."  Tapi Yosafat ambil pilihan, menyerah hanya pada Allah saja.

Kabar baiknya, kita mungkin tidak tahu bagaimana cara Allah untuk menjawab doa kita dan memulihkan semua ini, tetapi satu kepastian kita adalah kawanan domba umatNya.  DIA tahu cara terbaik menyelamatkan kita (Zak. 9:16)  dan hasilnya sudah tertulis dan dinubuatkan “Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara karena anggur.”  Zakharia 9:17.  

Bila Firman Allah ini tinggal dalam kita dan menguasai roh, jiwa, tubuh kita (sebagaimana Maria berkata: jadilah padaku seperti perkataanMU) maka kita akan melihat dan alami penggenapannya.   

Roma 9:28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."

 

Rhema Hari Ini

Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia,

Roma 4:23-24

Janji Firman Tuhan bukan hanya bagi tokoh-tokoh Iman, tetapi bagi kita juga yang mau percaya.