on on Hits: 9

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 25 Juli 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tuhan adalah Allah yang berkuasa atas hidup kita. Berapa banyak kali kita tidak menghidupi bahwa Dia adalah Allah yang berkuasa, kita malah menghidupi fakta yang ada. Seringkali berpikir, waktu dengar firman, itu hanya “seperti kata-kata motivasi, spiritual” yang membangkitkan gairah. Firman adalah kuasa Allah. Allah ciptakan langit dan bumi dari tidak ada menjadi ada hanya dengan firman. Ketika kita meresponi firman, maka kita akan alami kuasa-Nya.

Matius 6:31-34 - [6:31] Sebab itu janganlah kamu kuatir ....

on on Hits: 23

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 18 Juli 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Rasanya tidak mudah saat dikepung fakta di sekeliling kita. Kekuatiran adalah hal yang wajar. Kekuatiran dikendalikan amigdala yang menjadi sistem pertahanan diri, yang membuat kita cepat bereaksi. Permasalahannya, seberapa besar kekuatiran itu mengendalikan kita?
Filipi 4:4-8,
[4:4] Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! [4:5] Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! [4:6] Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. [4:7] Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. [4:8] Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

on on Hits: 45

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 11 Juli 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mungkin ada di antara kita berpikir kalau Tuhan itu ada, mana buktinya? Di mana keberadaan Tuhan? Ketika seorang murid sedang ujian, guru tetap hadir tapi berdiam diri dan seringkali sudah diberikan materi, kisi-kisi yang harus dipelajari untuk ujian. Dalam ujian kehidupan, Tuhan hadir, namun seringkali kita tidak merasakan keberadaan Tuhan. Sepertinya kita kehilangan iman, bagaimana saya bisa alami Tuhan yang besar?

on on Hits: 18

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 4 Juli 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tuhan itu baik, bersyukurlah kepada Tuhan, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya, walaupun secara fakta tidak ada alasan untuk bersyukur. Justru Tuhan ingin kita mengucap syukur bukan karena barang yang fana, tapi karena kita punya Tuhan yang besar. Tuhan sediakan hidangan yang terbaik buat kita saat ‘para lawan’ masih ada, masih kita rasakan pengaruh, kekuatannya. Saat kita percaya, menikmati, menerima, dan mengimaninya, kita akan alami mukjizat-Nya bersama Dia. Rasul Paulus katakan kita lebih dari pemenang. Kita ikut menikmati kemenangan bersama-sama dengan Kristus. Kita akan menikmati kuasa Tuhan di tengah keheningan karena Tuhan sudah berjanji, Dia  sudah berfirman.

on on Hits: 41

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 27 Juni 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika musuh bisa masuk dan menguasai pikiran, kita hanya akan fokus pada masalah, musuh bisa menguasai jalan hidup kita, reaksi kita, dan emosi kita yang mempengaruhi iman. Amsal 23:7 [KJV], “For as he thinketh in his heart, so is he: Eat and drink, said he to the; but his heart is not with thee.” Sebagaimana yang ada dalam pikirannya, itulah dia. Apa yang menguasai pikiran kita? Kadangkala ketika iblis sedang mengepung kita, ada dua kemungkinan: orang itu lemah atau merasa kuat.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Tahun Gandum dan Anggur. 

Kita baru saja melewati tahun 2020 dalam kondisi di tengah Pandemi Covid 19 yang masih belum mereda.  Hampir seluruh bagian kehidupan umat manusia terkena imbasnya dan alami masa yang sukar.  Majalah TIME bahkan dalam edisi terakhir menuliskan di sampulnya, “2020 the worst year ever”.  Hal yang sama juga dialami oleh kita umat Tuhan, bisa saja keluar ungkapan dari mulut ini, sebagaimana tertulis dalam  Mazmur 4:7a Banyak orang berkata: "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?"   Apakah ini membuat kita putus asa dan kehilangan harapan?  Saat kenyataan hidup mengecewakan, masih ada Firman Allah yang membangkitkan iman.  Firman Allah sanggup mengadakan dari tidak ada menjadi ada.

Bukankah kalau sampai saat ini kita masih ada, itu semua karena kemurahan Tuhan.  Bisa saja kondisi faktual nampaknya “semakin buruk” tetapi apakah kondisi spiritual kita dan kedewasaan rohani kita juga “semakin buruk”?  Dapatkah kita melihat, bahwa justru di saat seperti ini kita makin bergantung dan mengandalkan Tuhan.  Dan saat kita benar-benar andalkan DIA, tidak akan DIA abaikan, serta DIA tak pedulikan kita.   

“Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN!”  (ay.7b) ini adalah permohonan dari pemazmur.  Dan keyakinannya terhadap Allah digambarkan dalam:

“Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.” (ay.8)

Ketika kita harus lewati “Tahun Gandum dan anggur”  bukan berarti hidup itu tanpa masalah, tetapi sebagaimana yang dialami pemazmur, kenyataan yang sama dialami oleh umat Allah yang dituliskan dalam Zakharia 9.

Tuhan berjanji  dan bersungguh-sungguh akan memulihkan, dan janjiNya itu dimeteraikan dengan darah perjanjian-Nya sendiri (Zak. 9:11).  Tuhan akan membalikkan keadaan, bahkan berkat dua kali ganda DIA janjikan (ay.12).

Adakah kita masih menanti-nantikan DIA atau justru kita menanti-nantikan hal yang lain.  Nabi Yesaya pernah menuliskan,  Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.   Nubuatan nabi Yesaya inilah yang dikutip oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 2:9.

Pertanyaannya sekarang, masih percayakah kita kepada Tudan dan FirmanNya?  Atau kita mulai apatis serta menyerah pada keadaan.  Ganti menyerah pada situasi kondisi, menyerah saja kepada Allah yang hidup.  Raja Yosafat pernah hampir menyerah pada keadaan,   “Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."  Tapi Yosafat ambil pilihan, menyerah hanya pada Allah saja.

Kabar baiknya, kita mungkin tidak tahu bagaimana cara Allah untuk menjawab doa kita dan memulihkan semua ini, tetapi satu kepastian kita adalah kawanan domba umatNya.  DIA tahu cara terbaik menyelamatkan kita (Zak. 9:16)  dan hasilnya sudah tertulis dan dinubuatkan “Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara karena anggur.”  Zakharia 9:17.  

Bila Firman Allah ini tinggal dalam kita dan menguasai roh, jiwa, tubuh kita (sebagaimana Maria berkata: jadilah padaku seperti perkataanMU) maka kita akan melihat dan alami penggenapannya.   

Roma 9:28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."

 

Rhema Hari Ini

Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah... Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Matius 6:32-33

Saat kita kekurangan, kejar Tuhan penyedia bukan kejar uang. Saat kita sakit, kejar Tuhan penyembuh bukan kejar kesembuhan. Maka semuanya itu akan "ditambahkan" sampai melimpah; kuantitas dan kualitas.