on on Hits: 6

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 21 November 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita sedang dibentuk firman-Nya, justru keuntungan lebih banyak kepada kita. Ketika kita bisa seirama dengan Tuhan, itulah yang menyenangkan Tuhan. Ketika kita satu frekuensi dengan Tuhan, apa yang Dia miliki, apa yang menjadi kesanggupan Allah, itu akan menjadi bagian kita. Nikmati saja gandum dan anggur sejati—Yesus.

Matius 16:21-25 - ... Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.... LAI memberikan judul perikop ini “Syarat-syarat mengikut Yesus”. Berapa banyak kali kita punya sebuah konsep, ketika saya mengikut Yesus, menyangkal diri, dan memikul salib, sepertinya ada konsep yang kita buat. Konsep kita berbeda dengan konsep Allah.

on on Hits: 24

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 November 2021 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kejadian 27:28 - Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Ini adalah berkat Ishak kepada Yakub—padahal kondisinya dia membohongi ayahnya. Dan Allah yang akan memberikan berdasarkan kasih karunia Allah. Apa yang Ishak kerjakan sebetulnya sedang menubuatkan bagaimana Allah memberkati kita, umat yang percaya kepada Allah. Kabar baiknya, ketika Allah memberikan gandum dan anggur, itu bekal yang lebih dari bekal jasmani. Kejadian 27:37, ketika Yakub terima berkat kesulungan, itu sebetulnya bekal yang tidak pernah habis. Berapa banyak kali orang mulai berpikir yang penting bagaimana saya bekerja mengupayakan, tapi mengabaikan gandum dan anggurnya Tuhan. Jangan kita mengabaikan gandum dan anggur, karena itu adalah bekal sorgawi yang turun atas Yakub, atas orang percaya.

Yakub belum sempurna bahkan waktu dia diberkati dalam kondisi sebetulnya tidak layak. Kenapa Yakub bisa terima berkat?

on on Hits: 35

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 November 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kejadian 27:28 - Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Ini adalah berkat yang diberikan Ishak kepada Yakub anaknya, tetapi ini adalah berkat Tuhan. Mungkin rasanya berkat kita tidak seperti hujan. Embun tidak terlalu kelihatan, kelihatannya itu tidak nyata tapi tetap punya pengaruh di dalam kehidupan. Tanah yang kita olah sepertinya tanah yang kering, seperti mengolah sesuatu yang tidak menguntungkan, tetapi Tuhan sudah berjanji dan berfirman, Tuhan sanggup adakan dari firman-Nya embun dari langit maupun tanah-tanah gemuk yang kita olah. Itu sebabnya Tuhan berkata Aku berikan anggur dan gandum untuk engkau nikmati.

on on Hits: 47

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 31 Oktober 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Allah adalah Allah yang setia, paling tahu yang kita perlukan. Dia sudah berikan yang terbaik bagi kita. Allah punya rancangan yang terbaik, tetapi ada urutannya, kita juga harus ikuti langkah-langkah-Nya, jangan terburu-buru. Saat kita mengikuti urutannya Allah, itu lebih tepat. Ada yang baik, ada yang berkenan, Tuhan punya yang sempurna, yang Tuhan ingin berikan pada kita. Mazmur 57:8-11, Mazmur ini digubah Daud dalam situasi yang terjepit dan ketakutan (Mazmur 57:1). Bersama dengan 400 pengikutnya, Daud bersembunyi di gua Adulam dan Saul sudah ada di sekeliling gua. Dalam kondisi itu, Daud berkata Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar! Menurut urutan waktu, harusnya dia berdiam diri dan memikirkan harus berbuat apa untuk menyelamatkan dirinya dan pasukannya. Tetapi Daud punya sikap hati untuk memuliakan Tuhan dan tidak mencari perlindungan yang lain.

Sikap hati Daud yang terangkat pada Tuhan, itu menentukan langkah berikutnya.

on on Hits: 45

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 24 Oktober 2021 Oleh Pdt. Peterus Rediwan

Kejadian 26:25 - Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ.

Kapan Ishak mendirikan mezbah di hadapan Tuhan? Sesudah Tuhan menampakkan diri kepadanya (ayat 24). Ketika Allah menampakkan diri, Tuhan berkata jangan takut. Saat itu Ishak sedang mengalami ketakutan, kecemasan, gelisah. Karena selama ini dia harus pindah dari satu tempat ke tempat lain. Setiap berada tempat yang baru, Ishak diganggu oleh orang-orang Filistin. Ketika terjadi kelaparan Ishak pindah dari Kanaan ke Gerar dan Allah memberkati Ishak dengan luar biasa sehingga ia menjadi sangat kaya. Ishak seorang pendatang, tapi kekayaannya melebihi penduduk asli di situ. Hal ini membuat orang-orang Filistin iri dan cemburu kepadanya (Kejadian 26:13-14).

Kejadian 26:16, Abimelekh raja Filistin menyuruh Ishak untuk pergi dari tengah-tengah mereka. Ishak lalu pergi dari kota Gerar ke lembah Gerar. Yang terjadi, ....

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Tahun Gandum dan Anggur. 

Kita baru saja melewati tahun 2020 dalam kondisi di tengah Pandemi Covid 19 yang masih belum mereda.  Hampir seluruh bagian kehidupan umat manusia terkena imbasnya dan alami masa yang sukar.  Majalah TIME bahkan dalam edisi terakhir menuliskan di sampulnya, “2020 the worst year ever”.  Hal yang sama juga dialami oleh kita umat Tuhan, bisa saja keluar ungkapan dari mulut ini, sebagaimana tertulis dalam  Mazmur 4:7a Banyak orang berkata: "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?"   Apakah ini membuat kita putus asa dan kehilangan harapan?  Saat kenyataan hidup mengecewakan, masih ada Firman Allah yang membangkitkan iman.  Firman Allah sanggup mengadakan dari tidak ada menjadi ada.

Bukankah kalau sampai saat ini kita masih ada, itu semua karena kemurahan Tuhan.  Bisa saja kondisi faktual nampaknya “semakin buruk” tetapi apakah kondisi spiritual kita dan kedewasaan rohani kita juga “semakin buruk”?  Dapatkah kita melihat, bahwa justru di saat seperti ini kita makin bergantung dan mengandalkan Tuhan.  Dan saat kita benar-benar andalkan DIA, tidak akan DIA abaikan, serta DIA tak pedulikan kita.   

“Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN!”  (ay.7b) ini adalah permohonan dari pemazmur.  Dan keyakinannya terhadap Allah digambarkan dalam:

“Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.” (ay.8)

Ketika kita harus lewati “Tahun Gandum dan anggur”  bukan berarti hidup itu tanpa masalah, tetapi sebagaimana yang dialami pemazmur, kenyataan yang sama dialami oleh umat Allah yang dituliskan dalam Zakharia 9.

Tuhan berjanji  dan bersungguh-sungguh akan memulihkan, dan janjiNya itu dimeteraikan dengan darah perjanjian-Nya sendiri (Zak. 9:11).  Tuhan akan membalikkan keadaan, bahkan berkat dua kali ganda DIA janjikan (ay.12).

Adakah kita masih menanti-nantikan DIA atau justru kita menanti-nantikan hal yang lain.  Nabi Yesaya pernah menuliskan,  Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.   Nubuatan nabi Yesaya inilah yang dikutip oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 2:9.

Pertanyaannya sekarang, masih percayakah kita kepada Tudan dan FirmanNya?  Atau kita mulai apatis serta menyerah pada keadaan.  Ganti menyerah pada situasi kondisi, menyerah saja kepada Allah yang hidup.  Raja Yosafat pernah hampir menyerah pada keadaan,   “Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."  Tapi Yosafat ambil pilihan, menyerah hanya pada Allah saja.

Kabar baiknya, kita mungkin tidak tahu bagaimana cara Allah untuk menjawab doa kita dan memulihkan semua ini, tetapi satu kepastian kita adalah kawanan domba umatNya.  DIA tahu cara terbaik menyelamatkan kita (Zak. 9:16)  dan hasilnya sudah tertulis dan dinubuatkan “Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara karena anggur.”  Zakharia 9:17.  

Bila Firman Allah ini tinggal dalam kita dan menguasai roh, jiwa, tubuh kita (sebagaimana Maria berkata: jadilah padaku seperti perkataanMU) maka kita akan melihat dan alami penggenapannya.   

Roma 9:28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."

 

Rhema Hari Ini

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 

Yesaya 9:5

Tukarkan hal-hal negatif dengan kedamaian dan sukacita dengan mengingat bahwa  Yesus, Allah yang menjelma menjadi manusia, telah membayar harganya buat kita.