on on Hits: 223

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 28 Februari 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mazmur 119:130 - Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

Ada banyak orang tahu firman, tapi tidak mendapatkan penyingkapan. Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Ketika Perjanjian Lama ditulis ulang dalam bahasa Yunani, disebut Septuaginta. Dalam Septuaginta, terang = photizo, kata ini juga ada dalam Efesus 1:18 - The eyes of your understanding [mata dari pengertianmu] being enlightened; ... [KJV]. Kita ada di dalam dunia yang gelap dan dalam ketidakpastian, ketika kita mengambil keputusan dan kita ijinkan firman Allah tersingkap, firman Allah akan memberi terang mata pengertian kita. Kita akan mengambil keputusan karena kita mengimani firman Allah, bukan karena pengertian kita sendiri.

on on Hits: 150

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 21 Februari 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Lukas 17:26, “Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia. Menjelang kedatangan Tuhan di zaman akhir, kita hidup di dalam kasih karunia Allah seperti Nuh. Allah menjaga dan memelihara kita seperti menjaga Nuh. Inilah kondisi manusia di zaman Nuh, Kejadian 6:5-6, Nuh hidup di tengah manusia yang kecenderungan hatinya jahat. Tetapi Nuh melihat dirinya berdasarkan kasih karunia, bukan fakta.

Kejadian 6:9, “Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” Apa yang jadi cermin hidup kita?

on on Hits: 173

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 Februari 2021 - Oleh Pdm. Iwan Artiyanto

Mazmur 100:3-5 - [100:3] Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. [100:4] Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! [100:5] Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Kata ‘ketahuilah’ berarti pemazmur ingin supaya kita boleh mengerti bahwa: ....

on on Hits: 99

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 Februari 2021 –  Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Kejadian 6:9, “Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.Ketika Nuh tinggal di dalam kasih karunia, love break-nya Allah, itulah yang membuat Nuh tidak bercela dan dikatakan hidup bergaul dengan Allah.

on on Hits: 75

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 31 Januari 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita hidupi kasih karunia Allah, hidupi firman-Nya, itu yang membuat kita berbeda. Imamat 19:2 - "Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus. Ayat ini seringkali kita ungkapkan, tapi rasanya begitu sukar buat gereja Tuhan karena tipuannya iblis. Kadangkala kita berpikir saya sudah kudus atau belum? Kudus menggunakan kata qadash punya pengertian set apart (dipisahkan).

Yohanes 17:17 - Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Bahkan Yesus sendiri dalam doa-Nya kepada Bapa untuk kita supaya kita dikuduskan dalam kebenaran, dan firman Allah yang kita dengar itu adalah kebenaran (Yohanes 17:19). Kenapa Yesus perlu berkata Aku menguduskan diri-Ku?

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Sela. Mazmur 68:20

 

Kesetiaan Tuhan itulah yang menjaga kita untuk bisa melewati tahun yang sukar dibawah ancaman pandemi Covid-19.  Kita masuki 2022 bersama Tuhan, pencipta langit dan bumi.Tema gereja di tahun 2022 adalah: GOD OF TIME AND SPACE (Tuhan atas Ruang dan Waktu). 

 

Hidup kita dibatasi oleh ruang. Kita berada dalam 3 dimensi: panjang, lebar dan tinggi/dalam.  Pandangan, pendengaran, dan kekuatan kita dibatasi oleh 3 dimensi tersebut.  Walaupun manusia dengan teknologinya berusaha untuk mengatasi keterbatasan alamiah tersebut, tetapi masih banyak hal serta dimensi yang tidak bisa kita jangkau.Kedua, manusia dibatasi oleh dimensi waktu, bahkan untuk hal ini manusia baru hanya bisa berimajinasi mempunyai “mesin waktu”, yang bisa kembali kemasa lalu atau meluncur kemasa depan. Teori memang dapat merumuskannya, tetapi kenyataan faktual belum bisa mewujudkan penguasaan manusia terhadap waktu.  Kita hanya bisa menjalani hari demi hari secara konsisten. 

 

Kabar baiknya, dengan iman kita percaya bahwa Tuhan-lah pencipta semua itu. Ini bisa dibuktikan bahkan dari ayat pertama dalam Alkitab, dalam Kejadian 1:1, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”.  Ada 5 hal terkandung diayat ini: 

“Pada mulanya” – sebelum ada segala sesuatu, termasuk sebelum ada waktu (karena waktu adalah ciptaan Allah).

“Allah” – the great I’am, DIA-lah Sang Kuasa itu

“menciptakan” – menunjukkan kuasa-Nya, mengadakan dari tidak ada menjadi ada.

“langit” – space, bicara tentang ruang yang tak terbatas.

“dan bumi” – benda, wujud apapun di bawah kolong langit ini, baik benda mati maupun mahluk hidup.

Yohanes 1:1-3 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

 

Allah, itulah yang berfirman kepada kita. Dan saat kita responi Firman-Nya serta taklukkan diri untuk menaati-Nya, kita sebenarnya sedang masuk kedalam kuasa yang besar itu. Kita menjadi sefrekuensi dengan DIA. Disanalah kuasa Ilahi-Nya dapat bekerja, mengubahkan kita, menolong kita, bahkan memberi kita kuasa untuk menggenapi seluruh kehendak-Nya, kita alami kemaksimalan hidup.

 

Karena itu, masuki tahun 2022 dengan iman pada Tuhan dan Firman-Nya.  Kepada Yesus, Firman yang telah menjelma menjadi manusia dan berdiam (Imanuel) diantara kita. Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;  (Yohanes 1:16)

 

Allah atas Ruang dan Waktu akan menjadi pengalaman pribadi setiap kita (khususnya jemaat COTW) yang mau datang ke bawah naungan kuasa-Nya.Yesaya 65:24 Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya.

Rhema Hari Ini

melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Filipi 2:7-8

Rendahkanlah diri kita di hadapan DIA yang sudah merendahkan diri untuk kita.