on on Hits: 51

Ringkasan Khotbah Minggu, 31 Mei 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ijinkan Allah ambil alih hidup kita, ikuti langkah dan kepemimpinan-Nya. Alami pengurapan Roh hikmat dan keperkasaan. Ijinkan kuasa Roh Kudus tercurah untuk setiap kita. Ibrani 12:22, pergi ke Sion, bukan Sinai. Ibrani 12:18, inilah gambaran Sinai. Lima puluh hari sesudah keluar dari Mesir (Pentakosta pertama) adalah ketika Musa menerima 2 loh batu pertama di gunung Sinai, berakhir dengan bangsa Israel justru menyembah patung. Hasilnya, 3000 orang tewas, Keluaran 32:28.

Kisah Para Rasul 2:41, inilah Pentakosta sejati, ketika rasul-rasul penuh dengan Roh Kudus, hidup mereka jadi kesaksian, 3000 orang diselamatkan di gunung Sion (Yerusalem). Begitu pula dengan kita yang kepenuhan Roh Kudus, bahasa kita menjadi berbeda, sudah diubahkan oleh Tuhan, sehingga orang-orang bisa melihat kita sebagai pengikut Kristus. Itulah sebabnya dituliskan jangan kembali ke Sinai. Semua merujuk ke arah Sion, Mikha 4:1-2, “... sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem.” Galatia 4, Hagar adalah gambaran Sinai, saat Abraham mencoba mewujudkan janji Allah dengan kekuatannya. Sedangkan Sarah gambaran gunung Sion, karena Abraham sudah tidak berdaya dan hanya mengandalkan Tuhan.

on on Hits: 48

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 24 Mei 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Bagaimana sikap kita menantikan kedatangan-Nya? Tetaplah berkumpul di sekitar korban Kristus, seperti burung rajawali berkumpul di sekitar bangkai. Di situlah kita diingatkan karena kematian-Nya, saya punya kehidupan. Karena Pribadi itu menjadi Pribadi yang terkutuk oleh Allah, saya menerima berkat. Karena Pribadi itu dijadikan berdosa, saya dibenarkan. Karena Dia menjadi miskin, supaya di dalam kemiskinan-Nya saya menjadi kaya.

Ketika Nuh sedang menantikan semua yang Allah sampaikan kepadanya, Nuh membangun bahtera selama 100 tahun (sejak umur 500 tahun-Kejadian 5, ketika Nuh masuk dalam bahtera umurnya 600 tahun-Kejadian 6). Untuk menggenapi janji Allah, perlu sebuah sikap tetap bersemangat, tetap bekerja, taat, tetap lakukan dengan setia, dan Nuh menerima hikmat dari Allah. Di dalam bahtera pun harus punya sikap yang baik untuk ijinkan janji Allah terjadi. Allah tidak beritahukan berapa lama mereka—Nuh, istri, anak-anak, dan menantunya beserta dengan ribuan binatang yang dikumpulkan Allah—berada di dalam bahtera.

on on Hits: 180

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 17 Mei 2020 Oleh Pdt. Toni Aris Santoso

Mazmur 119:57-60, “Inilah yang kuperoleh, bahwa aku memegang titah-titah-Mu. Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu. Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu. Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu. Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu.

Apa yang menjadi bagian dalam hidup kita? Ada orang yang menjadikan harta sebagai bagian hidup, sehingga mengejar harta. Ada yang menjadikan pendidikan sebagai bagian dari hidupnya, belajar terus-menerus, mengejar gelar. Tidak ada yang salah. Tetapi Daud mengatakan "bagianku ialah Tuhan". Daud menjadikan perkenanan Tuhan sebagai bagian yang sempurna dalam hidupnya, melalui berpegang pada janji dan firman Tuhan.

Berpegang bukan hanya sekedar percaya. Daud membuktikan bahwa ia tidak sekedar mencintai Tuhan. Ia mengambil sikap ketaatan. Harta dan kepandaian hanya bersifat sementara. Tetapi saat mengejar Tuhan sebagai bagian dalam hidup kita, hasilnya tidak sia-sia.
Bagaimana bukti dari ketaatan?

on on Hits: 114

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 10 Mei 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

2 Tesalonika 3:16 - Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian.

Yohanes 14:27 - Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Ketika Yesus berkata “damai sejahtera” kepada murid-murid-Nya menggunakan bahasa Aramaic “shalom”, damai sejahtera-Nya itu terus-menerus (konstan) dan di dalam segala hal—tidak hanya sekadar elemen hati. Damai sejahtera seperti apa yang Allah inginkan kita terima?

on on Hits: 70

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 3 Mei 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Hari-hari ini apa yang lebih melekat dalam hidup kita? Berapa banyak kali semua peristiwa, semua yang kita lihat di dalam dunia itu yang lebih melekat.

1 Petrus 1:23 - Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal [Being born again, not of corruptible seed, but of incorruptible, by the word of God, which liveth and abideth for ever – KJV].

Kita sebetulnya sudah dilahirkan kembali waktu kita percaya Yesus sebagai Juruselamat, dari benih yang tidak bisa dikorup (incorruptible), tidak bisa digoncangkan. Kalau kita sadar, kita diselamatkan karena percaya kepada Firman (benih yang tidak bisa tergoncangkan), kenapa sering kali yang lebih melekat adalah perkara yang bisa tergoncangkan? Kenapa tidak ijinkan yang tak tergoncangkan menjaga hati kita? Apa yang lebih melekat dalam hidup kita? Yang corruptible atau yang incorruptible? Semua yang ada di dalam dunia itu bisa tergoncangkan dan tidak kekal.

Apa yang harus lebih melekat pada kita?

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Haleluyah.  Let not your heart be troubled: you believe in God, believe also in me.  

Awal tahun 2020 dimulai dengan bencana di ibukota, gangguan teritori NKRI di Kepulauan Natuna, wabah Corona, sampai kepada klaim sekelompok orang tentang kerajaan atau kekaisaran.  Belum lagi (mungkin) laporan internal perusahaan kita yang melukiskan “jeblok”nya penjualan tahun 2019, atau kenyataan usaha kita yang tidak menguntungkan, serta kenyataan di depan mata yang makin mengkuatirkan kita.   Atau mungkin saja kita mengalami hari-hari rutinitas yang biasa saja bahkan cenderung membosankan, sehingga kita menjalani keseharian tanpa visi lagi hanya sekedar berlalu begitu saja.  Tidak heran, itu membuat kita kecewa dengan keadaan kita dan cemburu dengan keadaan serta keberuntungan orang lain.

Tetapi Yesus sampaikan Firman Allah ini, dan bila Ia berfirman, Dia bersungguh-sungguh dengan perkataan-Nya.  Mengapa Ia tawarkan untuk percaya kepada Allah dan percaya kepada-Nya, sebab  “Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.” 

Bukankah di tahun ini kita memasuk Tahun Rajawali, dimana Tuhan sedang membawa kita untuk naik terbang tinggi mengatasi “badai”.   Rentangkanlah sayap iman kita, dan ijinkan semua peristiwa yang terjadi justru seakan menjadi airstream (aliran udara) yang mengangkat kita terbang lebih tinggi lagi.  Dan kita melakukannya dengan mata yang tetap tertuju kepada Surya Kebenaran kita, Yesus Kristus.  Maka kita akan alami bahwa Dia justru sedang membawa kita ke tempat yang selama ini belum pernah kita bayangkan, Dia membawa kita ke tempat dimana penyediaan-Nya selalu tersedia bagi kita dengan melimpah.  Tiang Awan akan menudungi kita di tengah teriknya situasi dunia ini, namun juga Tiang Api akan memberi kehangatan serta menerangi ketidakpastian di hadapan kita.  Kita bisa melangkah dengan iman, dalam pimpinan terang Firman-Nya.

Tuhan sedang membawa kita makin intim dengan-Nya dan membawa kita masuk ke Tanah Perjanjian, dimana seluruh janji Allah tergenapi dalam kehidupan kita dan seluruh keluarga kita.

Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.  Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.

Semangat jalani Tahun Rajawali ini sebagai harta kesayangan-Nya, jalani dengan iman. Tuhan memberkati dan melindungi kita.

 

Rhema Hari Ini

Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. 

Mazmur 119:147

Siapa/apa yang lebih kita harapkan, menentukan prioritas, keputusan dan tindakan kita tiap hari.