on on Hits: 63

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 15 November 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita ada dalam kebenaran firman Allah, kita masih mengalami permasalahan dunia. Tetapi yang mem-backup kita adalah Kerajaan Sorga. Ibrani 12:26-28 – [12:26] Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga." [12:27] Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. [12:28] Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Firman Allah sungguh sangat terbukti. Bumi dan langit tergoncangkan. Semua yang diteguhkan manusia hanya ciptaan, bisa tergoncang. Namun, kita yang di dalam Kristus, di dalam penebusan, tidak akan tergoncangkan. Kita memang masih memijak bumi, namun firman Allah mengatakan kita menikmati kerajaan yang tidak tergoncangkan. Ibrani  12:28 - “Wherefore we receiving a kingdom which cannot be moved, let us have grace[KJV], di dalam kasih karunia Allah, kita terima kerajaan yang tidak tergoncangkan.

on on Hits: 100

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 8 November 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Efesus 1:5-6 – [1:5] Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, [1:6] supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Kita adalah anak-anak Tuhan, kita punya porsi yang sama. Berapa banyak kali orang berargumen, saya anak Tuhan dan seringkali disamakan seperti di dalam keluarga, ada anak yang dikasihi, ada anak yang kurang dikasihi. Ayat 6 - ... wherein he hath made us accepted in the belove [KJV]. Tuhan membuat kita diterima di dalam Dia yang dikasihi. Kabar baiknya buat semua orang yang tetap mau melekat dalam kebenaran, kita dibuat Tuhan menjadi pribadi yang dikasihi.

on on Hits: 80

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 1 November 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Firman Allah mengatakan “upahmu besar di sorga”, artinya selama kita menjalani hidup di muka bumi, semua penyediaan dari sorga tersedia bagi kita. Bukan hanya masalah rohani. Bumi pun berasal dari sorga, dari firman Tuhan. Mari jalani hari-hari dengan tetap bergantung pada kasih karunia Allah.

Saat kita yakin kita ada di dalam kebenaran, Yesus bisa mencukupkan. Ketika kita berharap didalam kebenaran firman Tuhan, kita akan mengalami Kerajaan Sorga hadir dalam hidup kita. 1 Yohanes 3:19, “Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah”, kita berani untuk tenang karena kita ada di dalam kebenaran. Mengapa demikian?

on on Hits: 126

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 25 Oktober 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesus adalah kasih karunia itu sendiri, Yesus adalah kebenaran itu sendiri. Itu sebabnya kita punya keberanian untuk menghampiri takhta kasih karunia-Nya.

Mazmur 91:14 - "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Kapan ini terjadi?

on on Hits: 97

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi 18 Oktober 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kejadian 42:36 - “And Jacob their father said unto them, Me have ye bereaved of my children: Joseph is not, and Simeon is not, and ye will take Benjamin away: all these things are against me.” [KJV].

Yakub tidak tahu Yusuf sudah jadi raja. Yusuf sedang mempersiapkan satu rancangan untuk menyelamatkan keluarganya, tapi dengan syarat dia ingin melihat adik bungsunya dulu. Namun, karena Yakub tidak melihat, ia merasa semua keadaan sedang memusuhinya. Kalau Yakub tidak serahkan Benyamin, kita tidak tahu bagaimana hidup mereka nantinya. Sekalipun kita belum melihat, tetapi Allah sudah memelihara kita. Hidup adalah pilihan, percaya firman atau keadaan.

Masa muda yang diperbaharui juga merupakan pilihan. Seperti rajawali yang memperbaharui masa mudanya, tetapi bukan dengan kekuatan diri sendiri, tapi mengijinkan Allah untuk memperbarui.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Tahun Gandum dan Anggur. 

Kita baru saja melewati tahun 2020 dalam kondisi di tengah Pandemi Covid 19 yang masih belum mereda.  Hampir seluruh bagian kehidupan umat manusia terkena imbasnya dan alami masa yang sukar.  Majalah TIME bahkan dalam edisi terakhir menuliskan di sampulnya, “2020 the worst year ever”.  Hal yang sama juga dialami oleh kita umat Tuhan, bisa saja keluar ungkapan dari mulut ini, sebagaimana tertulis dalam  Mazmur 4:7a Banyak orang berkata: "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?"   Apakah ini membuat kita putus asa dan kehilangan harapan?  Saat kenyataan hidup mengecewakan, masih ada Firman Allah yang membangkitkan iman.  Firman Allah sanggup mengadakan dari tidak ada menjadi ada.

Bukankah kalau sampai saat ini kita masih ada, itu semua karena kemurahan Tuhan.  Bisa saja kondisi faktual nampaknya “semakin buruk” tetapi apakah kondisi spiritual kita dan kedewasaan rohani kita juga “semakin buruk”?  Dapatkah kita melihat, bahwa justru di saat seperti ini kita makin bergantung dan mengandalkan Tuhan.  Dan saat kita benar-benar andalkan DIA, tidak akan DIA abaikan, serta DIA tak pedulikan kita.   

“Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN!”  (ay.7b) ini adalah permohonan dari pemazmur.  Dan keyakinannya terhadap Allah digambarkan dalam:

“Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.” (ay.8)

Ketika kita harus lewati “Tahun Gandum dan anggur”  bukan berarti hidup itu tanpa masalah, tetapi sebagaimana yang dialami pemazmur, kenyataan yang sama dialami oleh umat Allah yang dituliskan dalam Zakharia 9.

Tuhan berjanji  dan bersungguh-sungguh akan memulihkan, dan janjiNya itu dimeteraikan dengan darah perjanjian-Nya sendiri (Zak. 9:11).  Tuhan akan membalikkan keadaan, bahkan berkat dua kali ganda DIA janjikan (ay.12).

Adakah kita masih menanti-nantikan DIA atau justru kita menanti-nantikan hal yang lain.  Nabi Yesaya pernah menuliskan,  Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.   Nubuatan nabi Yesaya inilah yang dikutip oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 2:9.

Pertanyaannya sekarang, masih percayakah kita kepada Tudan dan FirmanNya?  Atau kita mulai apatis serta menyerah pada keadaan.  Ganti menyerah pada situasi kondisi, menyerah saja kepada Allah yang hidup.  Raja Yosafat pernah hampir menyerah pada keadaan,   “Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."  Tapi Yosafat ambil pilihan, menyerah hanya pada Allah saja.

Kabar baiknya, kita mungkin tidak tahu bagaimana cara Allah untuk menjawab doa kita dan memulihkan semua ini, tetapi satu kepastian kita adalah kawanan domba umatNya.  DIA tahu cara terbaik menyelamatkan kita (Zak. 9:16)  dan hasilnya sudah tertulis dan dinubuatkan “Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara karena anggur.”  Zakharia 9:17.  

Bila Firman Allah ini tinggal dalam kita dan menguasai roh, jiwa, tubuh kita (sebagaimana Maria berkata: jadilah padaku seperti perkataanMU) maka kita akan melihat dan alami penggenapannya.   

Roma 9:28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."

 

Rhema Hari Ini

Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia,

Roma 4:23-24

Janji Firman Tuhan bukan hanya bagi tokoh-tokoh Iman, tetapi bagi kita juga yang mau percaya.