Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 26 Oktober 2025 Oleh Pdm. Santy Salima Lamba
Yesaya 53:12 - Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. Ayat ini adalah nyanyian tentang hamba Tuhan yang menderita, yang hina namun dimuliakan oleh Allah. Nubuat Mesianik tentang Yesus Kristus, Imam Besar Maha Agung yang menanggung dosa seluruh umat manusia. Ayat ini berbicara bagaimana Imam Besar kita Yesus Kristus masuk ke tempat maha kudus bukan membawa darah binatang dan tidak berulang-ulang mempersembahkan korban, tapi Dia mempersembahkan korban satu kali saja yaitu diri-Nya sendiri. Ibrani 7:27. Yesus menanggung dosa, kelemahan, dan penyakit kita. Yesaya 53:4-5.
Apa teladan Imam Besar kita?
1. Tetap berdoa untuk pemberontak-pemberontak/berdiri di tengah/bersyafaat.
Siapa pemberontak? Kita umat manusia yang berdosa. Banyak kali kita memberontak kepada Tuhan. Imam Besar tetap mendoakan kita. Jangan tunggu sempurna baru datang kepada Yesus. Anugerah-Nya tersedia bagi kita orang berdosa. Firman itu menguduskan. Lukas 18:10-14. Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Hari ini kita tetap kuat dalam iman karena kuasa Tuhan yang menopang kita. Imam besar terus mendoakan kita. Doakan/berkati orang yang bersalah kepadamu.
2. Selalu mengawali dan mengakhiri pelayanan dengan doa.
Mengawali pelayanan dengan doa. Lukas 6:12-13, Yesus semalam-malaman berdoa dan hari siang Ia memilih dua belas rasul. Mengakhiri pelayanan dengan doa. Matius 14:22-23, setelah mengadakan mujizat memberi makan lima ribu orang, Ia pergi berdoa. Awali dan akhiri segala sesuatu--usaha, pelayanan, kegiatan dengan doa. Jangan hanya diawali, akhiri dengan ucapan syukur.
Tiga jawaban doa: ya, tunggu, tidak. Puji Tuhan jika doa dijawab, diberkati, diberi kelancaran. Bagaimana jika belum di jawab/tunggu? Sabar menanti waktu Tuhan. Jika jawabannya tidak? Percayalah Tuhan pasti memberi yang terbaik lebih dari yang kita doakan dan pikirkan. Masalahnya adalah ketika doa kita dijawab masihkah kita ingat kepada penjawab doa? Atau kita sibuk dengan jawaban doa itu? Illustrasi/gambaran: seorang anak menelpon bapaknya meminta hadiah, menunggu dengan sabar. Bapaknya datang membawa hadiah, dia mendapat hadiahnya. Anak ini sibuk dengan hadiahnya dan mengabaikan bapaknya, tidak menyapa, tidak berkomunikasi, tidak membangun relasi intim. Sibuk dengan pemberian, tapi mengabaikan pemberi. Saat doa dijawab, bangun relasi yang baik dan komunikasi dengan Bapa. Ingatkan diri kita untuk tidak sibuk dengan jawaban doa saja, tetap jalin hubungan dengan Tuhan dan kenal Dia secara pribadi.
Yohanes 17:3, hidup yang kekal: mengenal Bapa dan mengenal Yesus Kristus. Ketika doa-doa kita dijawab tetap tingkatkan pengenalan kita kepada Tuhan. Rindukan pribadi Tuhan lebih daripada pemberian-Nya. Jangan kita lupa pada pemberi jawaban doa kita. Filipi 3:10, mengenal/mengalami Tuhan secara pribadi bukan hanya tahu tentang Tuhan. Berjalan dengan Tuhan adalah pengalaman kehidupan kita sehari-hari. Bagaimana saya bisa tahu bahwa Allah itu penyedia jika saya tidak mengalami kekurangan? Bagaimana saya bisa tahu bahwa Allah sumber kekuatan kalau saya tidak pernah lemah? Bagaimana saya bisa tahu bahwa Allah itu sumber kesembuhan kalau saya tidak pernah sakit? Apapun yang terjadi dalam hidup kita, Tuhan punya maksud untuk membawa kita kepada pengenalan yang lebih dalam lagi kepada Tuhan.
Hidup adalah perjalanan. Lewat pengalaman berjalan bersama-sama dengan Tuhan, kita mengenal siapa Tuhan kita. Ternyata Dia Maha Kuasa, Penyembuh, Penyedia, Penyelamat, Penolong. Mazmur 84:5-7. Perjalanan menuju ke Zion digambarkan sebagai perjalanan ziarah. Berbahagia kekuatannya di dalam Tuhan. Lewat lembah baka: ada berkat di balik pergumulan. Berjalan makin lama makin kuat, bukan makin lemah. Filipi 3:10, di dalam pengenalan akan Tuhan ada hal-hal yang harus dipangkas dalam hidup kita sehingga kita jadi makin serupa dengan Dia. Ingat, ada Yesus pendoa syafaat kita yang selalu membantu kita dalam kelemahan-kelemahan kita. Percayalah kita tidak sendiri.
Yohanes 17:24 Doa Yesus: Dimanapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku. Bukan hanya nanti di sorga tapi sekarang juga di dunia. Allah Imanuel tetap bersama-sama dengan kita, mendampingi setiap saat. Di dunia banyak pergumulan, Allah beserta kita. Jangan takut. Dia mendengar seruan hati kita--bahkan yang tidak terucapkan.
Roma 12:12, BERSUKACITAlah dalam pengharapan (banyak alasan untuk tidak bersukacita, pengharapan dalam Yesus membuat kita dimampukan untuk bersukacita). SABARlah dalam kesesakan. Sabar menanti waktu Tuhan. BERTEKUNlah dalam DOA. Dia sanggup memulihkan keadaan kita.
Amin.

