on on Hits: 129

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 28 Juni 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kita aman bila ada dalam perlindungan Tuhan. Pagar perlindungan tidak bisa ditembus dari luar, tetapi kita yang membuka dari dalam. Kapan pagar perlindungan Tuhan terbuka? Seperti Ayub yang mulai mengutuki hari kelahirannya. Jaga mulut kita, Amsal 18:21.

Yohanes 3:14-15, “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” Fokus pada kebaikan Tuhan. Kebaikan-Nya lebih besar dari kesalahan kita.

Kadang kita berpikir semua terlambat, tapi Tuhan selalu tepat waktu.

on on Hits: 53

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 21 Juni 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Seringkali kita punya satu kerinduan menjadi pribadi yang dipimpin Roh Kudus. Bagaimana caranya? Yesus pernah berkata, “Mari datang kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan perhentian, rest kepadamu.” Ketika kita responi ajakan Yesus, kita datang pada-Nya, perhentian adalah satu aktivitas—bukan menganggur, kita sedang dipimpin untuk menggenapi rencana-Nya.

Yohanes 16:13 - Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Roh Kudus memberitahukan isi hati Allah. Jangan takut untuk lebih dalam lagi ikut Tuhan. Ijinkan Dia memimpin, mengurapi kita lebih dalam lagi.

on on Hits: 123

Ringkasan Khotbah Minggu Sore 14 Juni 2020 – Oleh Pdp. Suparyanti

Mazmur 123:1-2, “Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga. Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuanmemandang kepada tangan nyonyanya.” Fokus yang benar dan senang melihat matahari yaitu pribadi Yesus. Tuhan tidak hanya tinggal di sorga, tapi Ia juga memerintah dan memegang kendali di sorga.

Arti dari fokus adalah pandangan kita mengarah pada satu tujuan. Ada kekuatan yang luar biasa pada sikap fokus. Seperti kaca pembesar yang diarahkan pada satu titik di bawah matahari, dapat membakar. Fokus dibutuhkan dalam segala aspek, jasmani maupun rohani. Namun, banyak orang percaya yang tidak menempatkan Tuhan menjadi fokus utama.

Roma 8:29-30, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Dia punya rencana bagi orang yang tinggal di dalam Kristus.

on on Hits: 100

 

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 7 Juni 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Kadang kala Tuhan ijinkan sepertinya harus sembunyikan kita. Tuhan ijinkan kita alami sesuatu yang sepertinya tidak menyenangkan. Seperti Musa, ia dididik menjadi pangeran Mesir, tapi ketika ia coba wujudkan rencana Allah buat dia dengan kekuatan sendiri, hasilnya dia membunuh orang Mesir dan menguburkan di pasir, sehingga Tuhan harus “sembunyikan dia”. Perjanjian Lama menuliskan karena takut Musa pergi ke Midian, tapi Perjanjian Baru (Ibrani 11) tidak pernah menuliskan ketakutan Musa. Allah tahu kondisi alamiah kita, tapi Ia melihat kita di dalam Yesus, di dalam kebenaran. Kenyataannya Musa lari karena takut tapi kitab Ibrani menuliskan Musa tidak takut karena ia ada di dalam iman. Tuhan ijinkan Musa disimpan 40 tahun di bawah pengawasan imam di Midian, kemudian ia menikah dengan anak imam itu. Sepertinya Musa dibiarkan menjadi tua di sana. Kalau Tuhan yang menyimpan, kita tidak pernah kehilangan kesempatan. Tepat waktunya Tuhan, umur 80 tahun Musa dipakai Tuhan untuk memimpin bangsanya keluar dari Mesir untuk masuk ke Tanah Perjanjian. Bahkan Musa masih diberi kesempatan 40 tahun ketiga untuk memimpin.

on on Hits: 51

Ringkasan Khotbah Minggu, 31 Mei 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ijinkan Allah ambil alih hidup kita, ikuti langkah dan kepemimpinan-Nya. Alami pengurapan Roh hikmat dan keperkasaan. Ijinkan kuasa Roh Kudus tercurah untuk setiap kita. Ibrani 12:22, pergi ke Sion, bukan Sinai. Ibrani 12:18, inilah gambaran Sinai. Lima puluh hari sesudah keluar dari Mesir (Pentakosta pertama) adalah ketika Musa menerima 2 loh batu pertama di gunung Sinai, berakhir dengan bangsa Israel justru menyembah patung. Hasilnya, 3000 orang tewas, Keluaran 32:28.

Kisah Para Rasul 2:41, inilah Pentakosta sejati, ketika rasul-rasul penuh dengan Roh Kudus, hidup mereka jadi kesaksian, 3000 orang diselamatkan di gunung Sion (Yerusalem). Begitu pula dengan kita yang kepenuhan Roh Kudus, bahasa kita menjadi berbeda, sudah diubahkan oleh Tuhan, sehingga orang-orang bisa melihat kita sebagai pengikut Kristus. Itulah sebabnya dituliskan jangan kembali ke Sinai. Semua merujuk ke arah Sion, Mikha 4:1-2, “... sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem.” Galatia 4, Hagar adalah gambaran Sinai, saat Abraham mencoba mewujudkan janji Allah dengan kekuatannya. Sedangkan Sarah gambaran gunung Sion, karena Abraham sudah tidak berdaya dan hanya mengandalkan Tuhan.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Haleluyah.  Let not your heart be troubled: you believe in God, believe also in me.  

Awal tahun 2020 dimulai dengan bencana di ibukota, gangguan teritori NKRI di Kepulauan Natuna, wabah Corona, sampai kepada klaim sekelompok orang tentang kerajaan atau kekaisaran.  Belum lagi (mungkin) laporan internal perusahaan kita yang melukiskan “jeblok”nya penjualan tahun 2019, atau kenyataan usaha kita yang tidak menguntungkan, serta kenyataan di depan mata yang makin mengkuatirkan kita.   Atau mungkin saja kita mengalami hari-hari rutinitas yang biasa saja bahkan cenderung membosankan, sehingga kita menjalani keseharian tanpa visi lagi hanya sekedar berlalu begitu saja.  Tidak heran, itu membuat kita kecewa dengan keadaan kita dan cemburu dengan keadaan serta keberuntungan orang lain.

Tetapi Yesus sampaikan Firman Allah ini, dan bila Ia berfirman, Dia bersungguh-sungguh dengan perkataan-Nya.  Mengapa Ia tawarkan untuk percaya kepada Allah dan percaya kepada-Nya, sebab  “Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.” 

Bukankah di tahun ini kita memasuk Tahun Rajawali, dimana Tuhan sedang membawa kita untuk naik terbang tinggi mengatasi “badai”.   Rentangkanlah sayap iman kita, dan ijinkan semua peristiwa yang terjadi justru seakan menjadi airstream (aliran udara) yang mengangkat kita terbang lebih tinggi lagi.  Dan kita melakukannya dengan mata yang tetap tertuju kepada Surya Kebenaran kita, Yesus Kristus.  Maka kita akan alami bahwa Dia justru sedang membawa kita ke tempat yang selama ini belum pernah kita bayangkan, Dia membawa kita ke tempat dimana penyediaan-Nya selalu tersedia bagi kita dengan melimpah.  Tiang Awan akan menudungi kita di tengah teriknya situasi dunia ini, namun juga Tiang Api akan memberi kehangatan serta menerangi ketidakpastian di hadapan kita.  Kita bisa melangkah dengan iman, dalam pimpinan terang Firman-Nya.

Tuhan sedang membawa kita makin intim dengan-Nya dan membawa kita masuk ke Tanah Perjanjian, dimana seluruh janji Allah tergenapi dalam kehidupan kita dan seluruh keluarga kita.

Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.  Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.

Semangat jalani Tahun Rajawali ini sebagai harta kesayangan-Nya, jalani dengan iman. Tuhan memberkati dan melindungi kita.

 

Rhema Hari Ini

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 

Yohanes 1:3

Di dalam nama Yesus ada jaminan kekal, DIA membuat segala sesuatu baru karena DIA sanggup melakukannya.