on on Hits: 107

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 20 Desember 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kita masih di bumi, masih melihat fakta, tapi bukankah Tuhan sudah berikan firman. Ketika kita lihat dunia fakta hidup kita, lihatlah dari kebenaran firman, karena kalau kita mau melihat dari kebenaran firman dan firman itu bekerja sama dalam hidup kita, kebenaran iman akan berbicara lebih baik, lebih kuat, lebih berkuasa daripada fakta yang ada. Bagaimana kita bisa melihat semua dalam pola pikirnya Allah?

on on Hits: 71

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 13 Desember 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Daud pernah memiliki masa lalu yang buruk. Mazmur 23:6 (The Message) “Your beauty and love chase after me every day of my life, keindahan dan kasih Tuhan mengejar setiap hari. Keindahan dan kasih Allah membereskan semua penyesalan di masa lalu. Tuhan bisa pakai masa lalu buruk Daud menjadi bagian dari silsilah Yesus.

Yohanes 3:19-21, kadang kita mulai berpikir musuh terang adalah orang yang melakukan kejahatan. Tetapi saat kita mencoba selesaikan penyesalan dengan kekuatan sendiri, kita memusuhi terang.

on on Hits: 65

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 6 Desember 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita beriman seperti roh iman yang sama dengan Allah, perkatakan firman. Berapa banyak kali kita memperkatakan situasinya, bukan memperkatakan firman. Kejadian 1:1, ketika Allah ciptakan langit dan bumi sudah lengkap, utuh dan baik, tapi Kejadian 1:2 mengatakan bumi menjadi gelap dan tidak berbentuk. Kejadian 1:3 ketika Allah melihat ciptaan-Nya sudah gelap dan tidak berbentuk, kacau balau, Allah berkata: "Jadilah terang.” Adakah di antara kita sedang mengalami kegelapan dan kacau balau karena pandemi ini? Kita memiliki roh iman, tapi apa yang kita perkatakan, situasinya ataukah firman? 2 Korintus 4:7, sebenarnya dalam diri kita ada kuasa yang besar yang tersembunyi di dalam hidup tanah liat ini yaitu firman Allah, kenapa tidak kita perkatakan imannya Allah? Markus 11:22 dalam terjemahan Basic English Bible dituliskan “have God’s faith” (milikilah imannya Allah).

on on Hits: 80

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 29 November 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Kidung Agung 1:3, "harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!" Sulamit memiliki pengakuan saat menyebut nama pengantin pria (Yesus), seperti minyak yang dicurahkan. Dalam situasi seperti ini, sebut nama Yesus. Roma 10:13, "Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan." Saat menghadapi masalah di muka bumi, tetapi kebenaran
-Nya menghadirkan kuasa kerajaan di muka bumi. Yesaya 10:27, "and the yoke shall be destroyed because of the anointing", beban itu akan dihancurkan karena urapan. Sebut nama Yesus dengan iman.

on on Hits: 75

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 22 November 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Berapa banyak kali kita berpikir kita bisa berubah dengan tekad kita sendiri. Ingat, semuanya terbatas kalau hanya terfokus kepada diri sendiri. Apa perintah Tuhan yang paling kita ingat yang berbicara tentang hubungan kita dengan Allah? Biasanya hukum Taurat. Perintah Allah yang pertama bukanlah tuntutan Allah kepada kita, tapi Allah memberkati manusia. Kejadian 1:28 - Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Berapa banyak kali kita lebih menyadari semua tuntutan hukum Taurat daripada menyadari Allah memberkati kita.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Tahun Gandum dan Anggur. 

Kita baru saja melewati tahun 2020 dalam kondisi di tengah Pandemi Covid 19 yang masih belum mereda.  Hampir seluruh bagian kehidupan umat manusia terkena imbasnya dan alami masa yang sukar.  Majalah TIME bahkan dalam edisi terakhir menuliskan di sampulnya, “2020 the worst year ever”.  Hal yang sama juga dialami oleh kita umat Tuhan, bisa saja keluar ungkapan dari mulut ini, sebagaimana tertulis dalam  Mazmur 4:7a Banyak orang berkata: "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?"   Apakah ini membuat kita putus asa dan kehilangan harapan?  Saat kenyataan hidup mengecewakan, masih ada Firman Allah yang membangkitkan iman.  Firman Allah sanggup mengadakan dari tidak ada menjadi ada.

Bukankah kalau sampai saat ini kita masih ada, itu semua karena kemurahan Tuhan.  Bisa saja kondisi faktual nampaknya “semakin buruk” tetapi apakah kondisi spiritual kita dan kedewasaan rohani kita juga “semakin buruk”?  Dapatkah kita melihat, bahwa justru di saat seperti ini kita makin bergantung dan mengandalkan Tuhan.  Dan saat kita benar-benar andalkan DIA, tidak akan DIA abaikan, serta DIA tak pedulikan kita.   

“Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN!”  (ay.7b) ini adalah permohonan dari pemazmur.  Dan keyakinannya terhadap Allah digambarkan dalam:

“Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.” (ay.8)

Ketika kita harus lewati “Tahun Gandum dan anggur”  bukan berarti hidup itu tanpa masalah, tetapi sebagaimana yang dialami pemazmur, kenyataan yang sama dialami oleh umat Allah yang dituliskan dalam Zakharia 9.

Tuhan berjanji  dan bersungguh-sungguh akan memulihkan, dan janjiNya itu dimeteraikan dengan darah perjanjian-Nya sendiri (Zak. 9:11).  Tuhan akan membalikkan keadaan, bahkan berkat dua kali ganda DIA janjikan (ay.12).

Adakah kita masih menanti-nantikan DIA atau justru kita menanti-nantikan hal yang lain.  Nabi Yesaya pernah menuliskan,  Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.   Nubuatan nabi Yesaya inilah yang dikutip oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 2:9.

Pertanyaannya sekarang, masih percayakah kita kepada Tudan dan FirmanNya?  Atau kita mulai apatis serta menyerah pada keadaan.  Ganti menyerah pada situasi kondisi, menyerah saja kepada Allah yang hidup.  Raja Yosafat pernah hampir menyerah pada keadaan,   “Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."  Tapi Yosafat ambil pilihan, menyerah hanya pada Allah saja.

Kabar baiknya, kita mungkin tidak tahu bagaimana cara Allah untuk menjawab doa kita dan memulihkan semua ini, tetapi satu kepastian kita adalah kawanan domba umatNya.  DIA tahu cara terbaik menyelamatkan kita (Zak. 9:16)  dan hasilnya sudah tertulis dan dinubuatkan “Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara karena anggur.”  Zakharia 9:17.  

Bila Firman Allah ini tinggal dalam kita dan menguasai roh, jiwa, tubuh kita (sebagaimana Maria berkata: jadilah padaku seperti perkataanMU) maka kita akan melihat dan alami penggenapannya.   

Roma 9:28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."

 

Rhema Hari Ini

Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia,

Roma 4:23-24

Janji Firman Tuhan bukan hanya bagi tokoh-tokoh Iman, tetapi bagi kita juga yang mau percaya.