on on Hits: 78

Ringkasan Khotbah Minggu pagi, 11 Oktober 2020 – oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mazmur 103:3-5 – [103:3] Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, [103:4] Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, [103:5] Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

Ini adalah firman yang lengkap, mulai dari penebusan dosa, kesembuhan kita, dan dalam hari-hari hidup kita dimuati kasih setia dan rahmat, Tuhan yang memuaskan hasrat, cita-cita kita dengan kebaikan, bahkan masa muda kita dibaharui seperti pada burung rajawali, tetapi kita harus lewati proses.

on on Hits: 116

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 4 Oktober 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tuhan memberikan damai sejahtera-Nya. Yohanes 14:27 [FAYH] - "Aku meninggalkan kalian dengan satu anugerah—sejahtera pikiran dan hati. Sejahtera yang Aku berikan ini tidak rapuh seperti yang diberikan oleh dunia. Sebab itu, janganlah kuatir atau takut! Dalam Perjanjian Baru ditulis dengan bahasa Yunani, irene, yang artinya damai sejahtera. Tetapi Yesus meninggalkan shalom kepada murid-murid-Nya, yang artinya hubungan kita dengan Allah dipulihkan sehingga kita bisa menikmati convenant, perjanjian kita dengan Allah. Kalau Allah ada di pihak kita, siapa yang jadi lawan kita.

on on Hits: 73

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 27 September 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Berapa banyak kali kita mau hidup takut akan Tuhan, tapi akhirnya kita selalu punya konsep takut akan Tuhan yang sudah dicemari oleh dosa sehingga “takutnya” itu menjadi berbeda.

Kejadian 3:8 - Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Pada waktu hari sejuk—ini adalah istilah ketika Tuhan biasanya menjumpai Adam. Ada sebuah kedekatan, tapi dosa membuat manusia takut akan Tuhan dalam konsep yang lain. Tuhan tahu Adam sudah berdosa, sudah gagal, tapi Tuhan berinisiatif datang seperti biasanya untuk menghampiri manusia pada waktu seperti biasa. Allah tahu kondisi kita masing-masing, tapi Tuhan ingin menjalin hubungan dengan kita, Tuhan tetap menghampiri manusia.

on on Hits: 119

Ringkasan Khotbah Minggu Sore 20 September 2020 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yang bisa mengubah keadaan bukanlah kekuatan dan kepandaian kita. Semua itu terbatas dan dipatahkan keadaan. Belajarlah bergantung pada kemurahan Tuhan. Kita tidak berusaha untuk mendapat berkat, tetapi kita berusaha dan bekerja karena kita sudah diberkati. Saat kita kelola yang Tuhan sudah taruh, situasi boleh buruk, tetapi tinggallah dalam perkenanan Tuhan, tetap bersyukur. Sehingga kita bermental anak Raja, bertindak dan berusaha sesuai janji Allah.

on on Hits: 106

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 September 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yohanes 1:12 - Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Kita yang telah menerima anugerah kebenaran akan hidup dan berkuasa, karena ketika kita percaya pada Yesus, kita menerima kuasa sebagai anak Allah (Roma 5:17). Kenapa kita tidak mengalami kuasa?

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Tahun Gandum dan Anggur. 

Kita baru saja melewati tahun 2020 dalam kondisi di tengah Pandemi Covid 19 yang masih belum mereda.  Hampir seluruh bagian kehidupan umat manusia terkena imbasnya dan alami masa yang sukar.  Majalah TIME bahkan dalam edisi terakhir menuliskan di sampulnya, “2020 the worst year ever”.  Hal yang sama juga dialami oleh kita umat Tuhan, bisa saja keluar ungkapan dari mulut ini, sebagaimana tertulis dalam  Mazmur 4:7a Banyak orang berkata: "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?"   Apakah ini membuat kita putus asa dan kehilangan harapan?  Saat kenyataan hidup mengecewakan, masih ada Firman Allah yang membangkitkan iman.  Firman Allah sanggup mengadakan dari tidak ada menjadi ada.

Bukankah kalau sampai saat ini kita masih ada, itu semua karena kemurahan Tuhan.  Bisa saja kondisi faktual nampaknya “semakin buruk” tetapi apakah kondisi spiritual kita dan kedewasaan rohani kita juga “semakin buruk”?  Dapatkah kita melihat, bahwa justru di saat seperti ini kita makin bergantung dan mengandalkan Tuhan.  Dan saat kita benar-benar andalkan DIA, tidak akan DIA abaikan, serta DIA tak pedulikan kita.   

“Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN!”  (ay.7b) ini adalah permohonan dari pemazmur.  Dan keyakinannya terhadap Allah digambarkan dalam:

“Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.” (ay.8)

Ketika kita harus lewati “Tahun Gandum dan anggur”  bukan berarti hidup itu tanpa masalah, tetapi sebagaimana yang dialami pemazmur, kenyataan yang sama dialami oleh umat Allah yang dituliskan dalam Zakharia 9.

Tuhan berjanji  dan bersungguh-sungguh akan memulihkan, dan janjiNya itu dimeteraikan dengan darah perjanjian-Nya sendiri (Zak. 9:11).  Tuhan akan membalikkan keadaan, bahkan berkat dua kali ganda DIA janjikan (ay.12).

Adakah kita masih menanti-nantikan DIA atau justru kita menanti-nantikan hal yang lain.  Nabi Yesaya pernah menuliskan,  Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.   Nubuatan nabi Yesaya inilah yang dikutip oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 2:9.

Pertanyaannya sekarang, masih percayakah kita kepada Tudan dan FirmanNya?  Atau kita mulai apatis serta menyerah pada keadaan.  Ganti menyerah pada situasi kondisi, menyerah saja kepada Allah yang hidup.  Raja Yosafat pernah hampir menyerah pada keadaan,   “Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."  Tapi Yosafat ambil pilihan, menyerah hanya pada Allah saja.

Kabar baiknya, kita mungkin tidak tahu bagaimana cara Allah untuk menjawab doa kita dan memulihkan semua ini, tetapi satu kepastian kita adalah kawanan domba umatNya.  DIA tahu cara terbaik menyelamatkan kita (Zak. 9:16)  dan hasilnya sudah tertulis dan dinubuatkan “Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara karena anggur.”  Zakharia 9:17.  

Bila Firman Allah ini tinggal dalam kita dan menguasai roh, jiwa, tubuh kita (sebagaimana Maria berkata: jadilah padaku seperti perkataanMU) maka kita akan melihat dan alami penggenapannya.   

Roma 9:28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."

 

Rhema Hari Ini

Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia,

Roma 4:23-24

Janji Firman Tuhan bukan hanya bagi tokoh-tokoh Iman, tetapi bagi kita juga yang mau percaya.