on on Hits: 45

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 6 September 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mengapa orang berani menghampiri tahta kasih karunia? Karena ada penebusan. Hanya Imam Besar yang dapat masuk ke ruang Mahakudus, satu tahun sekali. Ia lebih dulu menguduskan dirinya dengan menyembelih lembu, dan menguduskan seluruh umat. Yesus, bukan Imam Besar menurut peraturan manusia, karena Dia keturunan Yehuda bukan Lewi. Yesus Imam Besar yang menggunakan darah-Nya, Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri yang dapat selamatkan kita dengan sempurna. Ibrani 4:16, “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Menurut perhitungan hukum Taurat, kita tidak masuk. Tapi karena kita memiliki Imam Besar, kita menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran. Roma 5:17, “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

on on Hits: 60

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 30 Agustus 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesaya 8:6 - "Oleh karena bangsa ini telah menolak air Syiloah yang mengalir lamban, dan telah tawar hati terhadap Rezin dan anak Remalya, [“Karena penduduk Yerusalem merencanakan untuk menolak air Syiloah yang mengalir dengan lamban (gambaran tentang kasih dan pemeliharaan TUHAN) dan sangat mengharapkan kedatangan Raja Rezin dan Raja Pekah putra Remalya untuk menolong mereka – FAYH].

Ini terjadi pada zaman Raja Ahas (ayah Raja Hizkia) ketika sedang menghadapi kenyataan mereka kesesakan, sayangnya dia tahu firman tetapi menganggap pertolongan Allah lamban. Air Syiloah yang dianggap mengalir lamban, air ini mengalir sampai ke kolam Siloam. Ketika Yesus sembuhkan seorang yang buta, Yesus mengaduk tangan dengan ludah-Nya dan Yesus berkata, “Basuhlah dirimu di kolam Siloam, maka engkau akan sembuh.” Tapi rupanya seringkali cara Allah itu dianggap lamban, tidak heran Raja Ahas mulai berharap pada kekuatan manusia.

Habakuk 2:3, kalau cara Tuhan sepertinya lamban, tetaplah menantikan Tuhan karena penggenapan janji Allah itu tidak bertangguh dan tidak akan menipu.

on on Hits: 57

Ringkasan Kotbah Minggu Pagi, 23 Agustus 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Jangan remehkan setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Seringkali peristiwa kecil membawa kita pada perkenanan Tuhan. Zakharia 4:10, “Sebab siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil, mereka akan bersukaria melihat batu pilihan di tangan Zerubabel. Yang tujuh ini adalah mata TUHAN, yang menjelajah seluruh bumi." Jangan memandang hina peristiwa kecil, karena ada batu pilihan yang Tuhan taruh. Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi, Tuhan tahu kondisi kita. Dalam terjemahan FAYH, Zakharia 4:10, “ Janganlah memandang hina permulaan yang kecil ini karena TUHAN bersukacita melihat pekerjaan itu telah dimulai dan melihat tali unting (bandul pengukur tegak lurus) berada di tangan Zerubabel. Karena ketujuh pelita itu menggambarkan mata TUHAN yang melihat kemana-mana ke seluruh dunia.” Kadang orang memandang remeh peristiwa rutin. Kita tidak pernah tahu, peristiwa kecil seperti tali unting, yang mengawali sebuah peristiwa besar, bagaimana Tuhan memulai pekerjaan besar.

on on Hits: 41

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 16 Agustus 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mazmur 65:5 - Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan [righteousness] Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami [O God of our salvation], Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-jauh;

Ketika kita merayakan 75 tahun Indonesia merdeka, kalau kita melihat dinamika bangsa ini sedang bergejolak dalam segala hal. Lalu apa yang harus kita kerjakan? Berapa banyak kali orang bersikap apatis. Ketika Proklamator kita melihat situasinya tidak memungkinkan, saat itu Indonesia dalam masa transisi, tapi mereka mulai memproklamirkan kemerdekaan. Dan itu merubah situasi. Terlebih lagi ketika kita memproklamirkan, memperkatakan firman Allah. Ingat, tugas kita hanya memperkatakan firman Allah. Yesaya 55:11 - demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Perkatakan yang kita imani dimana pun kita berada, bahkan dalam situasi buruk sekalipun. Apa yang kita perkatakan bisa berhasil?

on on Hits: 73

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 9 Agustus 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kalau kita masih ada, ini adalah bukti kesetiaan Tuhan. Bapa kita adalah Bapa yang setia. Percaya pada Bapa yang memberikan kesempatan pada kita. Ibrani 4:16, “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Yesus sudah memberikan jalan untuk pendamaian. Ibrani 4:14, Imam Besar kita bukan keturunan Harun, yang harus membawa darah lembu jantan, tetapi Dia bawa darah-Nya sendiri.

Dia adalah Bapa yang setia, bukan bapa pendusta. Allah selalu memberikan yang terbaik. Percayalah pada hati-Nya.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Haleluyah.  Let not your heart be troubled: you believe in God, believe also in me.  

Awal tahun 2020 dimulai dengan bencana di ibukota, gangguan teritori NKRI di Kepulauan Natuna, wabah Corona, sampai kepada klaim sekelompok orang tentang kerajaan atau kekaisaran.  Belum lagi (mungkin) laporan internal perusahaan kita yang melukiskan “jeblok”nya penjualan tahun 2019, atau kenyataan usaha kita yang tidak menguntungkan, serta kenyataan di depan mata yang makin mengkuatirkan kita.   Atau mungkin saja kita mengalami hari-hari rutinitas yang biasa saja bahkan cenderung membosankan, sehingga kita menjalani keseharian tanpa visi lagi hanya sekedar berlalu begitu saja.  Tidak heran, itu membuat kita kecewa dengan keadaan kita dan cemburu dengan keadaan serta keberuntungan orang lain.

Tetapi Yesus sampaikan Firman Allah ini, dan bila Ia berfirman, Dia bersungguh-sungguh dengan perkataan-Nya.  Mengapa Ia tawarkan untuk percaya kepada Allah dan percaya kepada-Nya, sebab  “Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.” 

Bukankah di tahun ini kita memasuk Tahun Rajawali, dimana Tuhan sedang membawa kita untuk naik terbang tinggi mengatasi “badai”.   Rentangkanlah sayap iman kita, dan ijinkan semua peristiwa yang terjadi justru seakan menjadi airstream (aliran udara) yang mengangkat kita terbang lebih tinggi lagi.  Dan kita melakukannya dengan mata yang tetap tertuju kepada Surya Kebenaran kita, Yesus Kristus.  Maka kita akan alami bahwa Dia justru sedang membawa kita ke tempat yang selama ini belum pernah kita bayangkan, Dia membawa kita ke tempat dimana penyediaan-Nya selalu tersedia bagi kita dengan melimpah.  Tiang Awan akan menudungi kita di tengah teriknya situasi dunia ini, namun juga Tiang Api akan memberi kehangatan serta menerangi ketidakpastian di hadapan kita.  Kita bisa melangkah dengan iman, dalam pimpinan terang Firman-Nya.

Tuhan sedang membawa kita makin intim dengan-Nya dan membawa kita masuk ke Tanah Perjanjian, dimana seluruh janji Allah tergenapi dalam kehidupan kita dan seluruh keluarga kita.

Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.  Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.

Semangat jalani Tahun Rajawali ini sebagai harta kesayangan-Nya, jalani dengan iman. Tuhan memberkati dan melindungi kita.

 

Rhema Hari Ini

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 

Yohanes 1:3

Di dalam nama Yesus ada jaminan kekal, DIA membuat segala sesuatu baru karena DIA sanggup melakukannya.