on on Hits: 69

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 5 Desember 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa 

Kekristenan bukan masalah seberapa engkau didapati saleh, seberapa lebih baik dari orang lain. Kekristenan adalah bicara ketika kita percaya firman, firman membuat kita jadi ciptaan baru, manusia baru. Ketika kita lebih meresponi firman Allah, firman mengubah karakter alamiah kita. Semua yang diulang-ulang lama-lama menjadi kebiasaan. Kalau kebiasaan itu diteruskan, lama-lama menjadi karakter kita. Dan kalau karakter itu kita jalani dalam kasih karunia Allah, itu menentukan destiny (nasib) kita. Jadi kekristen itu adalah ketika kita mengijinkan Allah membuat kita menjadi manusia baru.

on on Hits: 39

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 28 November 2021 Oleh Pdt. Nelson Tamba

Ketika Tuhan menjamu kita, seluruh kebutuhan kita ada di meja jamuan itu. Apa yang kita butuhkan ada di situ. Kejadian 27:28 - Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Ini adalah perkataan berkat dari Ishak kepada Yakub. Orang mungkin berkata Yakub adalah seorang penipu, tapi apakah Yakub seorang penipu sehingga ia mendapatkan berkat yang terbaik ini. Apa sebenarnya latar belakangnya?

on on Hits: 54

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 21 November 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita sedang dibentuk firman-Nya, justru keuntungan lebih banyak kepada kita. Ketika kita bisa seirama dengan Tuhan, itulah yang menyenangkan Tuhan. Ketika kita satu frekuensi dengan Tuhan, apa yang Dia miliki, apa yang menjadi kesanggupan Allah, itu akan menjadi bagian kita. Nikmati saja gandum dan anggur sejati—Yesus.

Matius 16:21-25 - ... Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.... LAI memberikan judul perikop ini “Syarat-syarat mengikut Yesus”. Berapa banyak kali kita punya sebuah konsep, ketika saya mengikut Yesus, menyangkal diri, dan memikul salib, sepertinya ada konsep yang kita buat. Konsep kita berbeda dengan konsep Allah.

on on Hits: 52

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 November 2021 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kejadian 27:28 - Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Ini adalah berkat Ishak kepada Yakub—padahal kondisinya dia membohongi ayahnya. Dan Allah yang akan memberikan berdasarkan kasih karunia Allah. Apa yang Ishak kerjakan sebetulnya sedang menubuatkan bagaimana Allah memberkati kita, umat yang percaya kepada Allah. Kabar baiknya, ketika Allah memberikan gandum dan anggur, itu bekal yang lebih dari bekal jasmani. Kejadian 27:37, ketika Yakub terima berkat kesulungan, itu sebetulnya bekal yang tidak pernah habis. Berapa banyak kali orang mulai berpikir yang penting bagaimana saya bekerja mengupayakan, tapi mengabaikan gandum dan anggurnya Tuhan. Jangan kita mengabaikan gandum dan anggur, karena itu adalah bekal sorgawi yang turun atas Yakub, atas orang percaya.

Yakub belum sempurna bahkan waktu dia diberkati dalam kondisi sebetulnya tidak layak. Kenapa Yakub bisa terima berkat?

on on Hits: 58

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 November 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kejadian 27:28 - Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Ini adalah berkat yang diberikan Ishak kepada Yakub anaknya, tetapi ini adalah berkat Tuhan. Mungkin rasanya berkat kita tidak seperti hujan. Embun tidak terlalu kelihatan, kelihatannya itu tidak nyata tapi tetap punya pengaruh di dalam kehidupan. Tanah yang kita olah sepertinya tanah yang kering, seperti mengolah sesuatu yang tidak menguntungkan, tetapi Tuhan sudah berjanji dan berfirman, Tuhan sanggup adakan dari firman-Nya embun dari langit maupun tanah-tanah gemuk yang kita olah. Itu sebabnya Tuhan berkata Aku berikan anggur dan gandum untuk engkau nikmati.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Sela. Mazmur 68:20

 

Kesetiaan Tuhan itulah yang menjaga kita untuk bisa melewati tahun yang sukar dibawah ancaman pandemi Covid-19.  Kita masuki 2022 bersama Tuhan, pencipta langit dan bumi.Tema gereja di tahun 2022 adalah: GOD OF TIME AND SPACE (Tuhan atas Ruang dan Waktu). 

 

Hidup kita dibatasi oleh ruang. Kita berada dalam 3 dimensi: panjang, lebar dan tinggi/dalam.  Pandangan, pendengaran, dan kekuatan kita dibatasi oleh 3 dimensi tersebut.  Walaupun manusia dengan teknologinya berusaha untuk mengatasi keterbatasan alamiah tersebut, tetapi masih banyak hal serta dimensi yang tidak bisa kita jangkau.Kedua, manusia dibatasi oleh dimensi waktu, bahkan untuk hal ini manusia baru hanya bisa berimajinasi mempunyai “mesin waktu”, yang bisa kembali kemasa lalu atau meluncur kemasa depan. Teori memang dapat merumuskannya, tetapi kenyataan faktual belum bisa mewujudkan penguasaan manusia terhadap waktu.  Kita hanya bisa menjalani hari demi hari secara konsisten. 

 

Kabar baiknya, dengan iman kita percaya bahwa Tuhan-lah pencipta semua itu. Ini bisa dibuktikan bahkan dari ayat pertama dalam Alkitab, dalam Kejadian 1:1, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”.  Ada 5 hal terkandung diayat ini: 

“Pada mulanya” – sebelum ada segala sesuatu, termasuk sebelum ada waktu (karena waktu adalah ciptaan Allah).

“Allah” – the great I’am, DIA-lah Sang Kuasa itu

“menciptakan” – menunjukkan kuasa-Nya, mengadakan dari tidak ada menjadi ada.

“langit” – space, bicara tentang ruang yang tak terbatas.

“dan bumi” – benda, wujud apapun di bawah kolong langit ini, baik benda mati maupun mahluk hidup.

Yohanes 1:1-3 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

 

Allah, itulah yang berfirman kepada kita. Dan saat kita responi Firman-Nya serta taklukkan diri untuk menaati-Nya, kita sebenarnya sedang masuk kedalam kuasa yang besar itu. Kita menjadi sefrekuensi dengan DIA. Disanalah kuasa Ilahi-Nya dapat bekerja, mengubahkan kita, menolong kita, bahkan memberi kita kuasa untuk menggenapi seluruh kehendak-Nya, kita alami kemaksimalan hidup.

 

Karena itu, masuki tahun 2022 dengan iman pada Tuhan dan Firman-Nya.  Kepada Yesus, Firman yang telah menjelma menjadi manusia dan berdiam (Imanuel) diantara kita. Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;  (Yohanes 1:16)

 

Allah atas Ruang dan Waktu akan menjadi pengalaman pribadi setiap kita (khususnya jemaat COTW) yang mau datang ke bawah naungan kuasa-Nya.Yesaya 65:24 Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya.

Rhema Hari Ini

melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Filipi 2:7-8

Rendahkanlah diri kita di hadapan DIA yang sudah merendahkan diri untuk kita.