on on Hits: 75

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 28 Februari 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mazmur 119:130 - Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

Ada banyak orang tahu firman, tapi tidak mendapatkan penyingkapan. Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Ketika Perjanjian Lama ditulis ulang dalam bahasa Yunani, disebut Septuaginta. Dalam Septuaginta, terang = photizo, kata ini juga ada dalam Efesus 1:18 - The eyes of your understanding [mata dari pengertianmu] being enlightened; ... [KJV]. Kita ada di dalam dunia yang gelap dan dalam ketidakpastian, ketika kita mengambil keputusan dan kita ijinkan firman Allah tersingkap, firman Allah akan memberi terang mata pengertian kita. Kita akan mengambil keputusan karena kita mengimani firman Allah, bukan karena pengertian kita sendiri.

on on Hits: 81

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 21 Februari 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Lukas 17:26, “Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia. Menjelang kedatangan Tuhan di zaman akhir, kita hidup di dalam kasih karunia Allah seperti Nuh. Allah menjaga dan memelihara kita seperti menjaga Nuh. Inilah kondisi manusia di zaman Nuh, Kejadian 6:5-6, Nuh hidup di tengah manusia yang kecenderungan hatinya jahat. Tetapi Nuh melihat dirinya berdasarkan kasih karunia, bukan fakta.

Kejadian 6:9, “Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” Apa yang jadi cermin hidup kita?

on on Hits: 48

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 Februari 2021 - Oleh Pdm. Iwan Artiyanto

Mazmur 100:3-5 - [100:3] Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. [100:4] Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! [100:5] Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Kata ‘ketahuilah’ berarti pemazmur ingin supaya kita boleh mengerti bahwa: ....

on on Hits: 64

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 Februari 2021 –  Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Kejadian 6:9, “Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.Ketika Nuh tinggal di dalam kasih karunia, love break-nya Allah, itulah yang membuat Nuh tidak bercela dan dikatakan hidup bergaul dengan Allah.

on on Hits: 57

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 31 Januari 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita hidupi kasih karunia Allah, hidupi firman-Nya, itu yang membuat kita berbeda. Imamat 19:2 - "Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus. Ayat ini seringkali kita ungkapkan, tapi rasanya begitu sukar buat gereja Tuhan karena tipuannya iblis. Kadangkala kita berpikir saya sudah kudus atau belum? Kudus menggunakan kata qadash punya pengertian set apart (dipisahkan).

Yohanes 17:17 - Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Bahkan Yesus sendiri dalam doa-Nya kepada Bapa untuk kita supaya kita dikuduskan dalam kebenaran, dan firman Allah yang kita dengar itu adalah kebenaran (Yohanes 17:19). Kenapa Yesus perlu berkata Aku menguduskan diri-Ku?

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Tahun Gandum dan Anggur. 

Kita baru saja melewati tahun 2020 dalam kondisi di tengah Pandemi Covid 19 yang masih belum mereda.  Hampir seluruh bagian kehidupan umat manusia terkena imbasnya dan alami masa yang sukar.  Majalah TIME bahkan dalam edisi terakhir menuliskan di sampulnya, “2020 the worst year ever”.  Hal yang sama juga dialami oleh kita umat Tuhan, bisa saja keluar ungkapan dari mulut ini, sebagaimana tertulis dalam  Mazmur 4:7a Banyak orang berkata: "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?"   Apakah ini membuat kita putus asa dan kehilangan harapan?  Saat kenyataan hidup mengecewakan, masih ada Firman Allah yang membangkitkan iman.  Firman Allah sanggup mengadakan dari tidak ada menjadi ada.

Bukankah kalau sampai saat ini kita masih ada, itu semua karena kemurahan Tuhan.  Bisa saja kondisi faktual nampaknya “semakin buruk” tetapi apakah kondisi spiritual kita dan kedewasaan rohani kita juga “semakin buruk”?  Dapatkah kita melihat, bahwa justru di saat seperti ini kita makin bergantung dan mengandalkan Tuhan.  Dan saat kita benar-benar andalkan DIA, tidak akan DIA abaikan, serta DIA tak pedulikan kita.   

“Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN!”  (ay.7b) ini adalah permohonan dari pemazmur.  Dan keyakinannya terhadap Allah digambarkan dalam:

“Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.” (ay.8)

Ketika kita harus lewati “Tahun Gandum dan anggur”  bukan berarti hidup itu tanpa masalah, tetapi sebagaimana yang dialami pemazmur, kenyataan yang sama dialami oleh umat Allah yang dituliskan dalam Zakharia 9.

Tuhan berjanji  dan bersungguh-sungguh akan memulihkan, dan janjiNya itu dimeteraikan dengan darah perjanjian-Nya sendiri (Zak. 9:11).  Tuhan akan membalikkan keadaan, bahkan berkat dua kali ganda DIA janjikan (ay.12).

Adakah kita masih menanti-nantikan DIA atau justru kita menanti-nantikan hal yang lain.  Nabi Yesaya pernah menuliskan,  Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.   Nubuatan nabi Yesaya inilah yang dikutip oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 2:9.

Pertanyaannya sekarang, masih percayakah kita kepada Tudan dan FirmanNya?  Atau kita mulai apatis serta menyerah pada keadaan.  Ganti menyerah pada situasi kondisi, menyerah saja kepada Allah yang hidup.  Raja Yosafat pernah hampir menyerah pada keadaan,   “Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."  Tapi Yosafat ambil pilihan, menyerah hanya pada Allah saja.

Kabar baiknya, kita mungkin tidak tahu bagaimana cara Allah untuk menjawab doa kita dan memulihkan semua ini, tetapi satu kepastian kita adalah kawanan domba umatNya.  DIA tahu cara terbaik menyelamatkan kita (Zak. 9:16)  dan hasilnya sudah tertulis dan dinubuatkan “Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara karena anggur.”  Zakharia 9:17.  

Bila Firman Allah ini tinggal dalam kita dan menguasai roh, jiwa, tubuh kita (sebagaimana Maria berkata: jadilah padaku seperti perkataanMU) maka kita akan melihat dan alami penggenapannya.   

Roma 9:28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."

 

Rhema Hari Ini

Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia,

Roma 4:23-24

Janji Firman Tuhan bukan hanya bagi tokoh-tokoh Iman, tetapi bagi kita juga yang mau percaya.