Kerendahan Hati Membawa Masuk Rencana Allah

. Hits: 14

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 15 Maret 2026 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Urapan yang baru bicara tentang karya Tuhan yang bekerja. Yang mengurapi kita bukan soal upaya kita tapi Tuhan. Mazmur 92:11 - Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Dituangi artinya pasif. Ketika kita berserah, mau takluk, sama seperti seekor domba peliharaan ketika mau takluk kemudian dituangi, berarti tugasnya hanya bersedia, berserah dan Tuhanlah Gembala yang menuangi kita dengan minyak baru, dengan urapan  yang baru. Bicara tentang minyak maka minyak--semua yang ada dalam pengaruh gravitasi-- akan mengalir dari atas ke bawah. Mazmur 133:2. Seorang yang makin menerima urapan Tuhan, dia memang menikmati kelegaan, damai sejahtera, kewaspadaan, tapi tidak makin sombong rohani kemudian makin rasanya punya hak untuk menghakimi orang lain, tidak! Orang yang makin diurapi adalah orang yang akan melebur dengan minyak urapan itu. Kuasa Roh Kudus akan membuat makin rendah hati.

Kerendahan hati membawa kita masuk dalam rencana Allah. Mazmur 25:9 - Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. Di dalam firman-Nya Dia bimbing. Kerendahan hati bukan satu konsep, tapi kerendahan hati adalah ketika mau menundukkan diri, mau menerima ajaran, didikan, koreksi. Ayat 10, kalau kita mau dibimbing, jalan Tuhan itu kasih setia--yang tidak pernah gagal oleh apapun-- dan kebenaran. Semakin diurapi semakin rendah hati. Mazmur 121:1-2, kadangkala kita punya konsep ketika mau menyelesaikan, kita layangkan mata ke gunung-gunung. Tidak salah kita punya target ke gunung-gunung, bisa bagaimanapun kalau berupaya, ingat ayat 2 pertolongan kita bukan soal upaya, tapi ketika kita mau berserah. Sudahkah kita berserah sebelum melakukan apapun? Pengakuan dari umat Tuhan: Yeremia 3:23 - ... Sesungguhnya, hanya pada TUHAN, Allah kita, ada keselamatan Israel! Kerendahan hati itu bukan sebuah konsep, tapi ketika kita menghargai, mengakui Tuhan dalam hidup kita, ganti upaya kita. Sehingga kalau kita berhasil, kalau bisa lakukan ini itu semua karena karya Tuhan. Kerendahan hati adalah ketika kita mau takluk, berserah pada Tuhan, ada kasih Tuhan yang menjaga kita. Kalau kita mau tetap dalam kerendahan hati, kerendahan hati akan membawa kita pada rencana Allah yang mulia.

Contoh: Kehidupan Yehuda. Kejadian 38. Yehuda--anak keempat dari Yakub ketika beranjak dewasa menikah. Mulai dari Perjanjian Lama atau pun Perjanjian Baru, ketika dia menikah selalu hanya ditulis menikah dengan anak Syua ayat 1-2. Nama istrinya tidak pernah tertulis dalam Alkitab, kalau ini terjadi pasti ada sebuah tujuan. Yehuda bersama istrinya punya 3 anak laki-laki: Er, Onan, Syela. Ketika ketiga anaknya sudah dewasa, Yehuda menikahkan. Er menikah dengan seorang perempuan bernama Tamar, dia melakukan hal yang jahat di mata Tuhan dan kemudian mati. Berdasarkan tradisi, maka adiknya Onan yang harus menikahi Tamar untuk menurunkan anak, tapi berdasarkan nama kakaknya (Er). Onan selalu membuang benihnya di luar dan motifnya dianggap jahat di mata Tuhan. Onan kemudian mati. Setelah Onan mati harusnya Syela yang menggantikan. Yehuda tidak mau memberikan Syela. Istri Yehuda anak Syua pun mati. Saat Yehuda bekerja menggunting bulu hewan-hewan, Tamar bertanya kenapa ayah tidak memberikan Syela kepadanya. Saat itu Tamar punya muslihat menyamar jadi perempuan sundal. Dia menunggu Yehuda lewat di pinggir kota. Saat Yehuda lewat Yehuda mengadakan transaksi karena dia berpikir wanita ini adalah perempuan  sundal--Alkitab tidak pernah menghapus sejarah kelam seseorang, tapi Tuhan mau menebus. Yehuda tidak tahu kalau itu menantunya sendiri. Yehuda menitipkan tongkat dan meterainya sebagai panjar untuk membayar jasanya dan nantinya akan diberikan anak kambing sebagai upah. Saat kembali dia tidak bertemu dengan Tamar. Yehuda menutupi dan mendiamkan peristiwa ini.  Tiga bulan kemudian keluarganya melaporkan Tamar hamil. Ayat 24, upaya Yehuda untuk menegakkan kekudusan dan kesalehan, orang yang namanya cemar harus dimusnahkan. Ayat 25, Tamar tidak membela diri. Ayat 26, Yehuda tidak menyangkali, tidak menutupi kesalahannya. Perlu kerendahan hati untuk mengakui salah, untuk dikoreksi, untuk menyatakan keterbukaan. Pemulihan sesuatu terjadi ketika ada keterbukaan. Yehuda tidak coba cari dalih. Di dalam kasih setia Tuhan, rasanya dosanya terekspos, tapi Roh Tuhan dalam hidupnya memberikan kelegaan. Dia mengakui kesalahannya. Roh Kudus adalah Roh kelegaan, damai sejahtera, kewaspadaan. Yehuda hormati Tamar, tidak bersetubuh lagi dengannya walaupun akhirnya Tamar menjadi istrinya.

Silsilah Yesus. Matius 1:1-2, Yehuda anak keempat, tapi ditulis Yakub memperanakkan Yehuda. Ayat 3 ditulis Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, .... Dari titik kelemahannya dimana Yehuda dengan rendah hati dia akui. Kerendahan hati adalah satu titik untuk membawa kita masuk dalam rencana Allah. Ayat 3-6. Rahab dan Rut menurut pemikiran orang mereka bukan yang baik. Daud pun ketika memperanakkan Salomo, dia berkata aku sudah salah di hadapan Tuhan sehingga dia gubah sebuah kidung pengakuan dosanya (Mazmur 51). Mazmur 37:11 - Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah. Orang yang rendah hati bukan berarti kebal dosa. Ayat 24 - apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Di dalam kejatuhannya bukan membenarkan diri tapi mengakui, Tuhan menopang, Tuhan bawa Yehuda menggenapi firman-Nya. Maukah kita berserah, merendahkan diri?

Amin.