Sabat Bukan Pasif, Tapi Aktif Dalam Iman

. Hits: 10

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 15 Februari 2026 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mazmur 23:6. Situasinya boleh sukar, tapi Firman Allah katakan kebajikan dan kemurahan Allah sudah mendahului, artinya sudah mempersiapkan. Apapun yang akan terjadi, kemurahan Tuhan sudah menyambut. Mazmur 23:1, kalau Tuhan yang jadi Gembala, Dia sudah tahu ketika Dia pimpin kita. Dia sudah tahu yang terbaik, tapi permasalahannya seringkali waktu dipimpin oleh Gembala Agung, kita seringkali sok tahu dan coba mengatur Gembala itu.

Sabat bukan pasif, tapi aktif dalam iman.

Mazmur 23:2 - Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, .... Ada saatnya Gembala itu baringkan kita. Dibaringkan harusnya diam, bukan malas, tapi kita aktif dalam iman. Tapi seringkali ketika Tuhan yang memimpin kita mau baringkan kita, kita tidak mau. Ini isi hati Tuhan untuk umat-Nya: Yesaya 28:12 - Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian, berilah perhentian kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan. Tidak heran ada banyak orang  ketika rasanya sehat, semua baik-baik saja, Tuhan ingin berikan tempat perhentian, tapi mereka tidak mau dengar. Ada saatnya, ingat, musibah, malapetaka, sakit bukan dari Tuhan, itu dari iblis, tapi itu pun diberikan atas ijin Tuhan. Kalau Tuhan tidak ijinkan, itu tidak akan terjadi. Sama seperti bangsa Israel ketika mereka mengabaikan waktu-waktu istirahat, waktu-waktu keintiman, waktu-waktu Sabat dengan Tuhan, akhirnya Tuhan ijinkan sepertinya mereka ditawan oleh bangsa lain sampai tepat genap waktu-waktu Sabat yang harus digenapi. Selama 490 tahun mereka terus bergerak dan mengabaikan waktu Sabat. Karena mereka masih hidup di dalam hukum Taurat, Sabat itu harus tetap terjadi. Tuhan ijinkan bangsa ini dijajah 70 tahun karena mengabaikan Sabat. Dunia sekarang sepertinya mendorong kita mengunakan seluruh waktu untuk bekerja memenuhi kebutuhan hidup, sehingga kita mulai kehilangan mana yang mendesak, mana yang penting. Kita kehilangan prioritasnya, kita hanya terdesak harus sekarang, kalau tidak sekarang kapan lagi? Hubungkan dengan ayat 16 - ... Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! Ayat ini dikutip Rasul Paulus: siapa yang percaya tidak akan dipermalukan. Kalau kita mau benar-benar istirahat, Tuhan taruh kita di batu karang yang teguh yaitu Yesus sendiri. Ibrani 1:3 - Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan.... Kata segala yang ada sebutkan apapun kebutuhanmu, percayalah pada hari istrirahatnya Tuhan, Tuhan sudah sediakan berkat-Nya.

Kejadian 2:2-3. Sabat sebelum menjadi sebuah aturan--jangan terjebak kita hanya melakukan sebuah aturan. Ketika kita hidup di Perjanjian Baru, itu bukan menjadi sebuah “aturan” sehingga kita punya alasan selalu ke gereja. Ketika Tuhan bicara tentang Sabat, itu bicara tentang gaya hidup. Kekristenan bukan soal agama--karena agama tidak pernah menyelamatkan. Kekristenan adalah gaya hidup kita mengikuti tuntunan Tuhan. Allah berhenti pada hari ketujuh, padahal Allah tidak pernah menjadi capek. Kita yang menjadikan Tuhan jadi gembala kita, sebagai domba kita akan mengikuti gembala. Tuhan berhenti pada hari ketujuh karena Tuhan memberkati dan menguduskan. Ketika umat-Nya berkata Tuhan, ukur kami dengan kesetiaan kami, jangan sayangi kami karena kasih sayang-Mu yang besar Keluaran 19:8. Pada awalnya Tuhan mau benar-benar intim dengan umat-Nya, bahkan mendukung dengan sayap rajawali. Tapi sayangnya umat dengan angkuh berkata Tuhan, segala perkataan-Mu mampu kami lakukan. Jangan sayangi kami karena besar kasih setia-Mu. Coba ukur kami karena kami mampu melakukan semua Firman Allah. Tidak heran setelah ayat 8 seakan-akan langsung Tuhan buat jarak.  Gunung ini jadi gunung kudus, setiap kaki yang menyentuh gunung, bahkan hewan harus dibunuh mati. Musa naik gunung untuk terima hukum Taurat. Pada awalnya Tuhan bukan pemberi hukum Taurat, gara-gara keangkuhan manusia ada hukum Taurat. Hukum keempat ingat dan kuduskanlah hari sabat.

Apa makna Sabat yang ada di dalam hati Tuhan? Tuhan bukan mau memberi peraturan supaya umat itu celaka, dihukum, bukan. Tuhan selalu punya rancangan yang indah dengan peraturan. Tuhan lebih senang kita mengerti isi hati-Nya lebih daripada hanya sekadar peraturan. Makna Sabat:

1. Mengutamakan Tuhan.

Keluaran 20:10. Sabat Tuhan, harinya Tuhan.

Keluaran 35:2. Perhentian kudus. Punyalah waktu untuk beribadah karena kesadaran iman lebih dari hanya sekadar peraturan, ini adalah harinya Tuhan, perhentian kudus dimana saya luangkan waktu sejenak untuk Tuhan yang berkarya memberkati dan menguduskan.

Imamat 23:3. Pertemuan kudus.

Ketika kita mengutamakan Tuhan, kita akan jadi seperti apa yang kita imani, percayai.

2. Hubungan.

Imamat 19:3. Sabat punya hubungan tentang hubungan suami istri, hubungan orangtua dengan anak. Dalam budaya dari aturan Taurat, setiap kali Sabat di situlah mereka sama-sama membaca Alkitab, para orangtua memberkati, khususnya ayah. Sabat punya makna bagaimana hubungan kita dalam keluarga. Dalam istirahat ada berkat yang dilepaskan.

3. Kita perlu istirahat.

Imamat 25:2. Dalam peraturan Taurat, tanah setelah 6 tahun dikerjakan, tahun ke-7 harus diistirahatkan.

Imamat 25:20-22. Tahun ketujuh berhenti, Allah sudah siapkan, Tuhan perintahkan berkat. Berkat-Nya Tuhan tidak melulu uang. Waktu kita istirahat itu juga dalam tanggung jawab Tuhan. Tuhan bertanggung jawab atas waktu yang kita luangkan.

Amin.