on on Hits: 104

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 12 Januari 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Jalani hidup setiap hari dengan visi dari Tuhan. Masihkah kita berdoa, berhubungan dengan Tuhan. Doa menjadi gaya hidup bergantung pada Tuhan. Ketika kita berdoa, doa punya hasil yang dahsyat. Yakobus 5:16 - ... The earnest prayer of a righteous person has great power and produces wonderful result [NLT]. Doa yang sungguh-sungguh dari orang benar punya kuasa yang besar dan memproduksi hasil yang ajaib.

Daud—sejak dari tidak punya apa-apa bahkan sampai ia diangkat Tuhan menjadi raja, Daud tetap punya gaya hidup berdoa. Yesaya 30:7 - ... Their strength is to sit still [KJV]. Ketika duduk diam-diam, itu terletak kekuatanmu. Tapi seringkali ketika berdoa, beribadah, dianggap menganggur. Datanglah beribadah/berdoa bukan kalau punya waktu senggang. Saat duduk diam-diam, Allah sedang kerjakan sesuatu yang besar.

on on Hits: 96

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 5 Januari 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Burung rajawali terbang dengan membentangkan sayapnya dan memanfaatkan badai, bukan mengepakkan sayap seperti burung lainnya. Mata rajawali dapat melihat keberadaan aliran udara yang mengangkat. Ketika kita menanti-nantikan Tuhan, kita bisa memanfaatkan badai untuk terbang lebih tinggi. Saat menantikan Tuhan, kita sedang aktif merentangkan sayap iman kita.

Ketika Tuhan memperlengkapi kita dengan sayap rajawali, Ia sedang membuat kita semakin dekat dengan pribadi-Nya. Keluaran 19:4, “Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.” Mungkin kita dimusuhi meskipun melakukan hal yang baik. Ada banyak yang tidak suka ketika kita dipromosikan Tuhan. Kita tidak perlu mencari pembenaran diri tetapi carilah Tuhan. Tuhan mendukung kita dengan perlindungan dan pembelaan. Saat Israel keluar dari Mesir, Tuhanlah yang membuat seluruh orang Mesir bermurah hati, sehingga Israel dapat membawa harta benda orang Mesir. Kalau Tuhan yang mendukung, Ia sediakan lengkap bagi tubuh, jiwa, dan roh. 

on on Hits: 384

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 29 Desember 2019 – Oleh Pdt. Peterus Rediwan

Percayakah kita bahwa Tuhan memegang kendali atas hidup kita. Apapun keberadaan kita selama tahun 2019, Tuhan tetap memegang kendali kehidupan kita. Kita mungkin berpikir semua sudah selesai karena tidak terjadi apa-apa di tahun 2019. Kita dibatasi oleh waktu, namun kita harus yakini bahwa Allah kita tidak dibatasi oleh waktu! Rencana-Nya tetap berjalan dalam kehidupan kita kalau kita tetap berada dalam lingkaran kasih karunia-Nya. Mungkin kita mengalami yang tidak enak tahun ini, namun sebenarnya Allah sedang dan terus bekerja dalam hidup kita untuk menggenapi rencana-Nya. Allah tetap punya tujuan yang mulia.

 Ayub 42:2 - "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Rancangan Tuhan memberikan tujuan yang mulia dalam hidup kita, tidak akan pernah gagal. Apa rancangan-Nya? Yeremia 29:11 - Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Namun ada bagian yang tetap harus kita kerjakan agar tujuan Allah yang mulia itu terjadi dalam hidup kita.

on on Hits: 75

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 22 Desember 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tuhan punya tujuan yang mulia dibalik semua peristiwa yang kita alami. Nubuatan ketika Roh Kudus turun di hari-hari terakhir, Roh Kudus akan dicurahkan atas setiap manusia: Kisah Para Rasul 2:17 - Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Orang muda terima visi sehingga mengubah cara pandang mereka. Orang tua mendapat mimpi/impian.

on on Hits: 113

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 15 Desember 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Matius 1:23. Kita akan mengalami Tuhan beserta—Imanuel. Kalau Allah menyertai bukan sekadar beserta saja, kalau kita yakin dan ijinkan Dia yang menyertai bekerja dalam kita, maka Dia akan bekerja. Bagaimana kita mengalami bahwa Dia Allah yang besar? Yohanes 1:1, 14, firman adalah Allah sendiri, Yesus adalah firman yang menjelma menjadi manusia. Bagaimana kita mengalami penyertaan Allah yang besar?

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Haleluyah.  Let not your heart be troubled: you believe in God, believe also in me.  

Awal tahun 2020 dimulai dengan bencana di ibukota, gangguan teritori NKRI di Kepulauan Natuna, wabah Corona, sampai kepada klaim sekelompok orang tentang kerajaan atau kekaisaran.  Belum lagi (mungkin) laporan internal perusahaan kita yang melukiskan “jeblok”nya penjualan tahun 2019, atau kenyataan usaha kita yang tidak menguntungkan, serta kenyataan di depan mata yang makin mengkuatirkan kita.   Atau mungkin saja kita mengalami hari-hari rutinitas yang biasa saja bahkan cenderung membosankan, sehingga kita menjalani keseharian tanpa visi lagi hanya sekedar berlalu begitu saja.  Tidak heran, itu membuat kita kecewa dengan keadaan kita dan cemburu dengan keadaan serta keberuntungan orang lain.

Tetapi Yesus sampaikan Firman Allah ini, dan bila Ia berfirman, Dia bersungguh-sungguh dengan perkataan-Nya.  Mengapa Ia tawarkan untuk percaya kepada Allah dan percaya kepada-Nya, sebab  “Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.” 

Bukankah di tahun ini kita memasuk Tahun Rajawali, dimana Tuhan sedang membawa kita untuk naik terbang tinggi mengatasi “badai”.   Rentangkanlah sayap iman kita, dan ijinkan semua peristiwa yang terjadi justru seakan menjadi airstream (aliran udara) yang mengangkat kita terbang lebih tinggi lagi.  Dan kita melakukannya dengan mata yang tetap tertuju kepada Surya Kebenaran kita, Yesus Kristus.  Maka kita akan alami bahwa Dia justru sedang membawa kita ke tempat yang selama ini belum pernah kita bayangkan, Dia membawa kita ke tempat dimana penyediaan-Nya selalu tersedia bagi kita dengan melimpah.  Tiang Awan akan menudungi kita di tengah teriknya situasi dunia ini, namun juga Tiang Api akan memberi kehangatan serta menerangi ketidakpastian di hadapan kita.  Kita bisa melangkah dengan iman, dalam pimpinan terang Firman-Nya.

Tuhan sedang membawa kita makin intim dengan-Nya dan membawa kita masuk ke Tanah Perjanjian, dimana seluruh janji Allah tergenapi dalam kehidupan kita dan seluruh keluarga kita.

Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.  Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.

Semangat jalani Tahun Rajawali ini sebagai harta kesayangan-Nya, jalani dengan iman. Tuhan memberkati dan melindungi kita.

 

Rhema Hari Ini

Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. 

Mazmur 119:147

Siapa/apa yang lebih kita harapkan, menentukan prioritas, keputusan dan tindakan kita tiap hari.