on on Hits: 94

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 22 Maret 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Dunia sedang digentarkan wabah Covid-19, tapi ijinkan firman Tuhan yang mengisi hidup kita.

1.   Luangkan/miliki waktu untuk merenungkan firman Tuhan.

      Mazmur 119:97 - Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Kata “merenungkan” menggunakan kata “siychah”, punya pengertian bukan hanya merenungkan tapi berdoa, memberikan pengabdian (devotion). Berdoa karena merenungkan firman Tuhan, bukan karena ketakutan.

      Yesaya 15:16 - Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam. Ketika kita menikmati firman, kita makan firman dan berdoa, mengabdi, kita sedang menaruh nama Tuhan dalam hidup kita, Tuhan sedang memberkati. Bilangan 6:24-27, ketika nama Tuhan ditaruh atas hidup kita, ada berkat, perlindungan segala yang Dia sediakan. Sudahkah kita siychah? Update hidup kita kembali pada firman. Jadilah agen perubahan di saat ini, bukan agen ketakutan. Ketika kita siychah dengan Tuhan, berdoa karena pengabdian kepada-Nya, tindakan, pikiran kita menjadi agen perubahan.

on on Hits: 118

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 15 Maret 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mazmur 65:12, “Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak. Corona artinya mahkota. Tuhan ingin memberikan tahun kita dengan kebaikan, jejak Tuhan mengeluarkan perkara yang terbaik, saat kita mengikuti langkah-Nya. Perkara yang terbaik iblis hinggapi virus. Tahun 2013 ada virus flu burung, penyediaan Tuhan diserang iblis dengan virus. Semua yang Tuhan sediakan untuk umat Tuhan dicemari. Tapi kuasa Tuhan lebih besar dari semua yang terjadi di sekitar kita.

Bagaimana kita harus menghadapi situasi ini?

on on Hits: 89

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 8 Maret 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kita menerima damai sejahtera ketika kita berdamai dengan Allah. Bilangan 6:26-27 – [6:26] TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. [6:27] Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka." Ayat ini merupakan bagian dari doa berkat. Ayat 26 dalam bahasa aslinya mempunyai pengertian Tuhan melihat dengan tersenyum. Ketika Tuhan letakkan nama-Nya atas umat-Nya, Tuhan sedang memberkati. Markus 11:23 dalam terjemahan bahasa Inggris ada 3 kata ‘say’, kata ‘percaya’ hanya muncul 1 kali. Berapa banyak kali kita punya iman tapi tidak memperkatakan yang kita imani, tidak heran kalau tidak menerima damai sejahtera. Setiap kali mendengar kata yang baik, katakan amin (jadilah seperti yang engkau perkatakan), karena Tuhan meletakkan nama-Nya atas hidup kita, kita punya kuasa dalam perkataan.

on on Hits: 133

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 1 Maret 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Allah melatih kita lewat sekolah kehidupan, oleh karena itu responi firman ganti responi masalah, emosi, dan situasi kita. Dia adalah mentor yang tinggal dalam hidup kita. Ketika kita responi Dia, Dia tinggal di dalam kita dan kita di dalam Dia.

Ulangan 32:11-12, “Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.”

Anak rajawali belum punya sayap yang kuat, tetapi induknya paling tahu kapan sayap anaknya harus direnggangkan. Saat anak rajawali dalam kondisi kritis, induk rajawali akan mendukung anaknya dengan kepaknya. Ulangan 1:31, kalau Allah berfirman bukan hanya untuk menentramkan hati, Allah bersungguh-sungguh dengan firman-Nya. Bagi orang yang percaya firman, kita akan terima berkat berdasarkan iman kita.

on on Hits: 65

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 23 Februari 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita menantikan Tuhan, Tuhan bawa kita makin menjadi serupa dengan Kristus. Untuk menjadi serupa dengan Kristus, ada harga yang harus dibayar. Lukas 9:23-26. Tak ada mahkota tanpa salib, itu sebabnya Yesus berkata: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (ayat 23). Ketika kita menantikan Tuhan berarti kita mengikut Tuhan terus, tertuju pada Yesus. Yesus adalah wujud kasih karunia Allah. Kasih karunia Allah akan terus bekerja ketika kita mengikut Tuhan, bukan berarti semuanya beres, aman tanpa ada badai dan goncangan. Namun, kita akan terima keajaiban saat melewati permasalahan.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Haleluyah.  Let not your heart be troubled: you believe in God, believe also in me.  

Awal tahun 2020 dimulai dengan bencana di ibukota, gangguan teritori NKRI di Kepulauan Natuna, wabah Corona, sampai kepada klaim sekelompok orang tentang kerajaan atau kekaisaran.  Belum lagi (mungkin) laporan internal perusahaan kita yang melukiskan “jeblok”nya penjualan tahun 2019, atau kenyataan usaha kita yang tidak menguntungkan, serta kenyataan di depan mata yang makin mengkuatirkan kita.   Atau mungkin saja kita mengalami hari-hari rutinitas yang biasa saja bahkan cenderung membosankan, sehingga kita menjalani keseharian tanpa visi lagi hanya sekedar berlalu begitu saja.  Tidak heran, itu membuat kita kecewa dengan keadaan kita dan cemburu dengan keadaan serta keberuntungan orang lain.

Tetapi Yesus sampaikan Firman Allah ini, dan bila Ia berfirman, Dia bersungguh-sungguh dengan perkataan-Nya.  Mengapa Ia tawarkan untuk percaya kepada Allah dan percaya kepada-Nya, sebab  “Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.” 

Bukankah di tahun ini kita memasuk Tahun Rajawali, dimana Tuhan sedang membawa kita untuk naik terbang tinggi mengatasi “badai”.   Rentangkanlah sayap iman kita, dan ijinkan semua peristiwa yang terjadi justru seakan menjadi airstream (aliran udara) yang mengangkat kita terbang lebih tinggi lagi.  Dan kita melakukannya dengan mata yang tetap tertuju kepada Surya Kebenaran kita, Yesus Kristus.  Maka kita akan alami bahwa Dia justru sedang membawa kita ke tempat yang selama ini belum pernah kita bayangkan, Dia membawa kita ke tempat dimana penyediaan-Nya selalu tersedia bagi kita dengan melimpah.  Tiang Awan akan menudungi kita di tengah teriknya situasi dunia ini, namun juga Tiang Api akan memberi kehangatan serta menerangi ketidakpastian di hadapan kita.  Kita bisa melangkah dengan iman, dalam pimpinan terang Firman-Nya.

Tuhan sedang membawa kita makin intim dengan-Nya dan membawa kita masuk ke Tanah Perjanjian, dimana seluruh janji Allah tergenapi dalam kehidupan kita dan seluruh keluarga kita.

Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.  Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.

Semangat jalani Tahun Rajawali ini sebagai harta kesayangan-Nya, jalani dengan iman. Tuhan memberkati dan melindungi kita.

 

Rhema Hari Ini

Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. 

Mazmur 119:147

Siapa/apa yang lebih kita harapkan, menentukan prioritas, keputusan dan tindakan kita tiap hari.