on on Hits: 111

Ringkasan Khotbah Minggu, 9 Mei 2021 Oleh Pdm. Yohanes Budi

Kejadian 22:13, 14, “Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

Tuhan mengijinkan Abraham mengalami ujian. Allah ingin ketaatan yang Abraham kerjakan penuh hingga akhir, tidak setengah-setengah. Untuk mempersembahkan Ishak, Abraham menyiapkan semuanya. Mereka menempuh 3 hari perjalanan. Ini bukan hal mudah. Tapi Tuhan ingin Abraham lebih mengutamakan Tuhan, dibanding anaknya. Untuk Abraham yang berumur lebih dari 100 tahun, berjalan 3 hari di gunung, butuh usaha keras. Dia melakukan dengan sungguh-sungguh dan Allah bertanggung jawab menggantikan korban. Abraham cukup melakukan bagiannya, taat melakukan perintah Tuhan sepenuhnya.

Saat ujian sedang datang, sikap apa yang harusnya kita miliki?

on on Hits: 79

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Mei 2021 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Seorang yang mau bersandar pada janji Allah bukan berarti orang yang pasrah dan menyerah, dia tidak menyerah pada keadaan, tapi dia menyerah kepada Allah. Ketika Allah bekerja, itu lengkap dan utuh atas roh, jiwa, dan tubuh kita. Keutuhan adalah anugrah-Nya untuk kita. Itu sebabnya ketika kita mau bersandar pada janji Allah, kita dihidupkan, dibangkitkan oleh janji Allah.

on on Hits: 61

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 25 April 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Keluaran 20:8, “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:”, saat beribadah, kita memprioritaskan dan menguduskan hari Sabat. Ini bukan soal peraturan. Kejadian 2:2,3, pada hari ketujuh, Allah berhenti dari pekerjaanNya. Allah tidak capek, tetapi Dia berhenti untuk memberkati ciptaan-Nya. Keluaran 20:11, “Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya” Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya. Demikian juga saat umat-Nya berhenti di hari Sabat, akan terima berkat dan pengudusan-Nya.

on on Hits: 94

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 18 April 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Apa yang ada di dunia ini akan berubah. Kalau bersandar kepada semua yang di dalam dunia, semuanya akan berubah. Kenapa seringkali manusia lebih percaya pada yang kelihatan daripada perkataan Tuhan--firman yang tidak kelihatan?

Ibrani 11:3 - Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. Yang tidak kita itu lebih dulu daripada yang kelihatan, punya kuasa yang lebih besar daripada yang kita lihat. Firman menciptakan semesta alam. Kita percaya pada Tuhan--satu kuasa yang tidak kelihatan , tapi kenapa kita lebih mengandalkan pada yang lebih terlihat, sehingga saat disuruh menyandarkan diri pada Allah rasanya sulit. Percayalah, sandarkan diri pada Allah.

on on Hits: 90

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 11 April 2021 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesus bangkit untuk menyatakan Dia adalah bukti yang hidup. Yesus naik ke sorga di sebelah kanan Allah Bapa dan menjadi Pensyafaat bagi kita. Oleh sebab itu, sandarkan diri kita pada janji Allah.

Kisah Para Rasul 13:22, “Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” Ketika kita belajar tentang rahasia hati, kita bisa alami yang Daud alami.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Sela. Mazmur 68:20

 

Kesetiaan Tuhan itulah yang menjaga kita untuk bisa melewati tahun yang sukar dibawah ancaman pandemi Covid-19.  Kita masuki 2022 bersama Tuhan, pencipta langit dan bumi.Tema gereja di tahun 2022 adalah: GOD OF TIME AND SPACE (Tuhan atas Ruang dan Waktu). 

 

Hidup kita dibatasi oleh ruang. Kita berada dalam 3 dimensi: panjang, lebar dan tinggi/dalam.  Pandangan, pendengaran, dan kekuatan kita dibatasi oleh 3 dimensi tersebut.  Walaupun manusia dengan teknologinya berusaha untuk mengatasi keterbatasan alamiah tersebut, tetapi masih banyak hal serta dimensi yang tidak bisa kita jangkau.Kedua, manusia dibatasi oleh dimensi waktu, bahkan untuk hal ini manusia baru hanya bisa berimajinasi mempunyai “mesin waktu”, yang bisa kembali kemasa lalu atau meluncur kemasa depan. Teori memang dapat merumuskannya, tetapi kenyataan faktual belum bisa mewujudkan penguasaan manusia terhadap waktu.  Kita hanya bisa menjalani hari demi hari secara konsisten. 

 

Kabar baiknya, dengan iman kita percaya bahwa Tuhan-lah pencipta semua itu. Ini bisa dibuktikan bahkan dari ayat pertama dalam Alkitab, dalam Kejadian 1:1, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”.  Ada 5 hal terkandung diayat ini: 

“Pada mulanya” – sebelum ada segala sesuatu, termasuk sebelum ada waktu (karena waktu adalah ciptaan Allah).

“Allah” – the great I’am, DIA-lah Sang Kuasa itu

“menciptakan” – menunjukkan kuasa-Nya, mengadakan dari tidak ada menjadi ada.

“langit” – space, bicara tentang ruang yang tak terbatas.

“dan bumi” – benda, wujud apapun di bawah kolong langit ini, baik benda mati maupun mahluk hidup.

Yohanes 1:1-3 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

 

Allah, itulah yang berfirman kepada kita. Dan saat kita responi Firman-Nya serta taklukkan diri untuk menaati-Nya, kita sebenarnya sedang masuk kedalam kuasa yang besar itu. Kita menjadi sefrekuensi dengan DIA. Disanalah kuasa Ilahi-Nya dapat bekerja, mengubahkan kita, menolong kita, bahkan memberi kita kuasa untuk menggenapi seluruh kehendak-Nya, kita alami kemaksimalan hidup.

 

Karena itu, masuki tahun 2022 dengan iman pada Tuhan dan Firman-Nya.  Kepada Yesus, Firman yang telah menjelma menjadi manusia dan berdiam (Imanuel) diantara kita. Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;  (Yohanes 1:16)

 

Allah atas Ruang dan Waktu akan menjadi pengalaman pribadi setiap kita (khususnya jemaat COTW) yang mau datang ke bawah naungan kuasa-Nya.Yesaya 65:24 Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya.

Rhema Hari Ini

melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Filipi 2:7-8

Rendahkanlah diri kita di hadapan DIA yang sudah merendahkan diri untuk kita.