Dipilih Melalui Kehancuran

. Hits: 52

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 1 Maret 2026 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kelegaan, damai sejahtera dan kewaspadaan. Roh Kudus yang mengurapi kita adalah Roh yang memberikan kelegaan dan damai sejahtera, juga memberikan kita kewaspadaan. Kelegaan bukan berarti hidup tanpa masalah, Roh Kudus memberikan kelegaan, damai, tapi membuat kita waspada dengan situasi yang ada.

Belajar dari kehidupan Yehuda, salah satu anak Yakub. Yakub punya 12 anak dari istri yang dikasihi dan yang tidak dikasihi. Anak pertama lahir justru dari istri yang tidak dikasihi. Yakub ditipu oleh ayah mertuanya sendiri. Yakub mengasihi Rahel, tapi ayah mertuanya memberikan Lea. Yakub harus bekerja 7 tahun lagi, baru diberikan Rahel. Sehingga Lea kurang dikasihi Yakub. Kejadian 29:31 - Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul. Ganti kita coba cari cara bagaimana mengatasinya, tetaplah intim, tetaplah berserah kepada Tuhan. Ketika Tuhan melihat bahwa Lea tidak dicintai, Tuhan yang bisa bergerak. Tuhan yang membuka kandungannya. Yakub memperlakukan Lea seperti benda, hanya dibutuhkan tubuhnya. Akhirnya dari Lea lahir 4 anak pertama. Ayat 35, ketika lahir anak keempat (Yehuda), Lea punya sikap hidup.

Lea mengambil sikap aku akan bersyukur pada Tuhan. Ada sikap hidup tetap memuji Tuhan, walaupun suaminya tidak mengasihi, hanya membutuhkan tubuhnya saja. Yehuda artinya ada pujian yang keluar di tengah penderitaan dan kesesakan. Sayangnya, Yehuda terlahir sebagai anak bisa melihat bagaimana ayahnya memperlakukan ibunya, Yakub lebih mengasihi Rahel. Ini membekas di dalam hati Yehuda. Dia juga melihat perlakuan ayahnya ketika Rahel melahirkan Yusuf.

Kejadian 37:2-3. Yusuf lebih dikasihi Yakub bahkan dibedakan secara terang-terangan dari anak-anak yang lain. Yusuf dibuatkan jubah maha indah oleh ayahnya. Di situlah Yehuda bertumbuh dan dia makin benci dan dendam kepada ayahnya. Yusuf disuruh oleh ayahnya untuk pergi ke Sikhem mengantarkan bekal kepada kakak-kakaknya yang sedang menggembalakan domba. Sesampainya di Sikhem dia tidak mendapati kakak-kakaknya. Yusuf tetap mencari sampai dapat. Yusuf akhirnya bertemu kakak-kakaknya di Dotan. Yehuda yang dendam kepada ayahnya dan dendam pada situasinya punya usul untuk menjual Yusuf. Kejadian 37:26-27. Ketika dia menjual Yusuf, dia perlakukan Yusuf jadi benda, bukan pribadi. Dendamnya membuat dia melecehkan Yusuf yang adalah seorang anak jadi budak. Dendamnya membuat dia terpuaskan dan bisa dapat keuntungan ketika menjual Yusuf ke pedagang Ismael 30 keping perak. Yehuda yang harusnya namanya memuji Tuhan, menghapuskan airmata, tapi tindakannya justru membuat bencana, ada airmata bagi ayahnya sendiri.

Mungkin kita dalam kondisi sama seperti Yehuda di saat yang lama--dendam, ada luka di hati yang belum terselesaikan. Ingat, ijinkan Roh Kudus menjadi Roh kelegaan. Kabar baiknya, Roh Kudus tahu sejarah masa kelam kita.  Roh Allah bukan mau hilangkan sejarah kelam kita, tapi Dia mau menebus. Kita tidak bisa mengubah rekam jejak yang buruk di masa lalu, tapi kita bisa berharap kepada Tuhan dan ijinkan Roh Allah menebus. Karena Yesus datang untuk menebus. Roh Kudus adalah Roh Yesus. Dia ingin tebus luka, dendam, kebencian, situasi yang buruk itu.

Yusuf sepertinya hilang dan ayahnya berpikir Yusuf sudah mati. Yakub tidak pernah mau dihiburkan. Ketika terjadi kelaparan di tanah mereka, mereka mendengar di Mesir ada kelimpahan. Lalu mereka pergi ke Mesir untuk membeli gandum dan bertemu dengan seorang raja muda yaitu Yusuf. Yusuf tahu mereka, tapi mereka tidak mengenalinya. Di hadapannya mereka berkata adik yang kesebelas sudah mati. Akhirnya mereka pulang, tapi Ruben ditahan sebagai jaminan. Setelah gandum habis Yakub kembali menyuruh mereka untuk ke Mesir. Untuk dapat kembali membeli gandum ke Mesir, mereka harus membawa Benyamin (adik bungsunya) bersama. Yakub akhirnya lepaskan Benyamin anak yang disayang--anak dari Rahel. Yusuf bertemu dan melihat semua saudaranya. Yusuf berikan gandum, tapi sengaja menaruh gelas raja dalam karung Benyamin. Setelah mereka pulang, Yusuf menyuruh pengawal untuk mengejar karena mereka “mencuri” gelas raja. Dan didapati di karung Benyamin ada gelas raja sehingga Benyamin harus ditahan. Kembalilah sebelas orang itu ke Mesir.  Rupanya proses sekolah kehidupan dalam pimpinan Tuhan. Roh Kudus saat itu memang “belum bermanifestasi”, tapi Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri. Roh Allah juga tetap bekerja bagi Yakub dan anak-anaknya. Proses kehidupan membuat sesuatu terjadi.

Apa sikap Yehuda? Kejadian 44:32-33. Seharusnya Benyamin ditahan, mereka boleh pulang. Di dalam kebencian Yehuda jadikan Yusuf dari seorang anak menjadi budak, Yehuda lebih rela cari untung yang penting dendamnya terpuaskan. Tapi ketika lewati proses kehidupan Yehuda bersedia jadi budak. Yang tadinya pengkhianat, sekarang dia rela jadi pengganti. Yang tadinya pencari untung, sekarang rela jadi penanggung. Yang tadinya penyebab airmata, sekarang menjadi pelindung dari keluarga. Kita bisa melihat karya Allah, walaupun di tengah masa yang sesak. Roh Allah bekerja bagi keluarga ini.

Ketika Yakub menjelang ajalnya memberikan berkat dari Tuhan untuk Yehuda: Kejadian 49:8-9, hubungkan dengan Wahyu 5:5, sejak dari Kejadian nama Yehuda bahkan sampai nanti di kekekalan, bahkan Juruselamat terlahir dari suku Yehuda. Suku Yehuda pernah dendam, kecewa, sakit hati, pernah jadi pembuat masalah, tapi Roh Allah ubahkan dia. Kejadian 49:10 - Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa. Singa dari Yehuda yaitu Yesus akan memerintah sampai ke kekalan. Ada berkat kerajaan yang kekal. Mikha 5:1. Mungkin selama ini kita tersakiti, ijinkan saja Roh Allah memberikan kelegaan, Roh Allah menjadi Roh damai sejahtera, Roh Allah memberikan kewaspadaan, maka berkat Yehuda menjadi berkat kita juga.

Amin.