Belajar Berserah Pada Tuhan dan Mengalir Dalam Pimpinan-Nya

. Hits: 67

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 30 Agustus 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesaya 8:6 - "Oleh karena bangsa ini telah menolak air Syiloah yang mengalir lamban, dan telah tawar hati terhadap Rezin dan anak Remalya, [“Karena penduduk Yerusalem merencanakan untuk menolak air Syiloah yang mengalir dengan lamban (gambaran tentang kasih dan pemeliharaan TUHAN) dan sangat mengharapkan kedatangan Raja Rezin dan Raja Pekah putra Remalya untuk menolong mereka – FAYH].

Ini terjadi pada zaman Raja Ahas (ayah Raja Hizkia) ketika sedang menghadapi kenyataan mereka kesesakan, sayangnya dia tahu firman tetapi menganggap pertolongan Allah lamban. Air Syiloah yang dianggap mengalir lamban, air ini mengalir sampai ke kolam Siloam. Ketika Yesus sembuhkan seorang yang buta, Yesus mengaduk tangan dengan ludah-Nya dan Yesus berkata, “Basuhlah dirimu di kolam Siloam, maka engkau akan sembuh.” Tapi rupanya seringkali cara Allah itu dianggap lamban, tidak heran Raja Ahas mulai berharap pada kekuatan manusia.

Habakuk 2:3, kalau cara Tuhan sepertinya lamban, tetaplah menantikan Tuhan karena penggenapan janji Allah itu tidak bertangguh dan tidak akan menipu.

Imamat 25:1-7, enam tahun tanah boleh dikerjakan, di tahun Sabat (tahun ke-7) tanah harus dibiarkan begitu saja. Tuhan berkata engkau, keluargamu, budakmu laki-laki, budakmu perempuan, bahkan ternakmu boleh makan hasil dari tahun itu. Jadi sebetulnya Tuhan sudah atur semua itu, ketika rasanya mereka tidak mengerjakan tanah mereka, tetap ada pemeliharaan Tuhan. Sayangnya umat Tuhan mengabaikan tahun Sabat selama 490 tahun sehingga itu harus ditebus. 2 Tawarikh 36:21, genap 70 tahun sabat harus ditebus 70 tahun di Babel. Habakuk 2:4 - Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. Ayat ini dikutip dalam Roma 1:17, 2 Korintus 5:7, Ibrani 10:38, Galatia 3:11. Rasul Paulus mengingatkan berulang-ulang, orang benar harus hidup karena iman, bukan karena melihat. Karena sering yang kita lihat itu begitu mempengaruhi, padahal yang kelihatan itu sementara dan mengalami penurunan nilai.

Yesaya 8:8-10. Ketika mereka lebih mengandalkan manusia dan mengabaikan Allah, mereka diserang musuh. Allah berkata engkau bersandar kepada bambu, bambu itu patah dan bambu itu menusuk dirimu sendiri. Jangan coba mengandalkan kekuatan manusia yang terbatas, hasilnya diserang musuh. Tetapi kabar baiknya sekalipun diserang musuh, Imanuel tetap mengembangkan sayapnya dan rancangan musuh tidak akan berhasil. Inilah janji Tuhan.

Apa yang harus kita kerjakan? Ketika seseorang mau berserah kepada Tuhan, mengalirlah bersama Tuhan. Yehezkiel 47:1-5. Sekalipun bangsa itu mengalami penawanan di Babel, Tuhan utus nabii Yehezkiel untuk bernubuat bagi umat Tuhan yang ada di penawanan maupun yang tertinggal di Yerusalem. Yehezkiel harus mengikuti aliran air yang keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci. Dalam penyerahan kepada Tuhan, ijinkan firman menuntun langkah kaki kita (Mazmur 119:105). Lutut bicara tentang penyerahan, pinggang bicara tentang kehendak pribadi. Ketika kita makin berserah kepada Tuhan, kaki kita dituntun, kehendak bebas kita pun dituntun oleh firman Allah, sampai kita akan mengalami pengetahuan akan Tuhan akan seperti air menutup lautan (Habakuk 2:14).

Yehezkiel 47:7-12. Kabar baiknya ketika kita menyerah kepada kehendak Tuhan, ada penyediaan Tuhan. Ayat 8 [KJV] - ... and go into the sea: which being brought forth into the sea, the waters shall be healed (airnya mengalami kesembuhan). Mungkin selama ini mata air hidup kita seperti sudah tercemar, tapi kalau kita menyerah kepada Tuhan, kaki dituntun firman Allah, penyerahan bahkan kehendak bebas dituntun firman Allah dan mau mengalir bersama Tuhan, air dimana kita berada akan mengalami kesembuhan. Aliran Tuhan akan menghidupkan apapun, sudah ada penyediaan Allah. Kalau Tuhan menjawab doa kita, Tuhan menjawab lengkap dan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Kita mungkin masih mengalami pandemi, tapi jangan takut. Ada penyediaan Allah, Tuhan yang mengatur seluruh jagad raya, tapi Dia Tuhan yang juga memimpin hidup kita. Itu sebabnya berserah kepada-Nya.

Amin.