Mempercayai Bahwa Yesus Sungguh Baik

. Hits: 51

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 6 September 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mengapa orang berani menghampiri tahta kasih karunia? Karena ada penebusan. Hanya Imam Besar yang dapat masuk ke ruang Mahakudus, satu tahun sekali. Ia lebih dulu menguduskan dirinya dengan menyembelih lembu, dan menguduskan seluruh umat. Yesus, bukan Imam Besar menurut peraturan manusia, karena Dia keturunan Yehuda bukan Lewi. Yesus Imam Besar yang menggunakan darah-Nya, Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri yang dapat selamatkan kita dengan sempurna. Ibrani 4:16, “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Menurut perhitungan hukum Taurat, kita tidak masuk. Tapi karena kita memiliki Imam Besar, kita menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran. Roma 5:17, “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

Markus 4:3-9, perumpamaan tentang benih firman yang ditabur di macam-macam hati manusia. Markus 4:21, firman itu seperti pelita, taruh di tempat sebenarnya. Jangan hanya menjadi pengetahuan. Taruh firman di tempat yang tepat, apapun yang tersembunyi akan Tuhan singkapkan. Markus 4:24, apa yang biasa kita dengar, akan menjadi tolok ukur. Begitu juga dengan firman, bila proporsinya tepat, yang tersembunyi akan tersingkap.

Iblis paling senang memutar balik firman. Kejadian 2:16, Tuhan mengatakan Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi iblis coba balikkan firman. Kejadian 3:1, pertama kali iblis menggunakan ular untuk menggoda manusia. Kejadian 3:4-5, iblis mencoba mempengaruhi dengan pola pikir Allah tidak sungguh-sungguh baik, karena pohon pengetahuan tidak boleh dimakan. Justru karena Allah tahu, bila manusia makan buah pengetahuan, manusia akan cenderung melakukan hal yang tidak benar. Yohanes 6:11, ketika Yesus memecah roti dan ikan, mereka bisa makan sebanyak yang mereka inginkan. Allah kita adalah Allah yang tahu memberi dan memberi dengan berkelimpahan. Di tengah situasi yang tidak mudah, kita akan melihat kemuliaan. Allah kita murah hati. Tuhan ingin kita minta kepada-Nya, Matius 7:7, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.Terjemahan Amplified Bible mengatakan “Mintalah dan teruslah meminta dan itu akan diberikan kepadamu; carilah dan teruslah mencari dan anda akan menemukan; ketuk dan teruslah mengetuk dan pintu akan dibuka untuk anda.”

Matius 14:23, bicara tentang Yesus berdoa. Matius 26:36, Yesus berdoa. Lukas 6:12, Yesus berdoa di atas bukit. Lukas 9:18, Yesus berdoa seorang diri. Lukas 9:28, Yesus mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes, berdoa di Gunung Tabor. Lukas 11:1, Yesus berdoa disalah satu tempat. Yesus Anak Allah, tetapi setiap hari selalu meluangkan waktu untuk berdoa. Inilah ask and keep on asking.

Lukas 22:42-43, ini doa Yesus yang terakhir. Yesus minta dilepaskan dari kematian, tetapi Dia tidak mendapatkan. Yesus takut menghadapi salib, tetapi melalui malaikat yang menampakkan diri, Bapa di sorga ambil ketakutan dan kekuatiran Yesus. Percayalah, Dia memberikan yang terbaik walaupun tidak seperti yang kita inginkan.

Yohanes 14:13-14, “dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” Sudahkah kita berdoa? Beberapa kali kita tidak mendapat yang kita inginkan, tetapi Tuhan ambil ketakutan kita. Kadang kita kuatir, kadang kita bimbang, ijinkan tangan Tuhan bekerja atas hidup kita.

Amin.