Hidup Sebagai Anak Allah

. Hits: 52

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 September 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yohanes 1:12 - Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Kita yang telah menerima anugerah kebenaran akan hidup dan berkuasa, karena ketika kita percaya pada Yesus, kita menerima kuasa sebagai anak Allah (Roma 5:17). Kenapa kita tidak mengalami kuasa?

Karena firman/kuasa tidak diaktifkan, tapi malah mengaktifkan situasinya. Roma 5:15-16 - [8:15] Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" [8:16] Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Abba sebutan akrab anak kepada Bapa, jadi bukan sekadar status sebagai anak-anak Allah, tapi menunjukkan keintiman kita dengan Allah. Roh Allah memberikan kesaksian bahwa kita adalah anak-anak Allah, karena kita sudah menerima penebusan yang tidak bisa dilakukan secara daging.

Roma 8:15,16 ini tidak bisa dibaca sendiri-sendiri, dimulai dari Roma 7, Roma 8:1-4 menjelaskan Yesus sudah menjadi penebus dosa kita. Ibrani 7:19 - -- sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan -- tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah. Apa yang tidak mungkin dilakukan Hukum Taurat karena daging tidak mampu memenuhi standar kekudusan Allah. Allah menjatuhkan semua kutuk di atas daging Yesus. Semua dosa kita telah diserap daging Yesus. Sebagai anak-anak Allah seharusnya kita sadari darah-Nya berkuasa menyucikan dosa kita.

Lukas 15 adalah isi hati Yesus, ada 3 perumpamaan tentang domba yang hilang, dirham yang hilang, dan anak yang terhilang.

1.   Domba yang hilang - kemuliaan yang hilang (tercemar oleh dosa).

      Lukas 15:1-6 berbicara tentang kemuliaan yang terhilang karena dosa. Ayat 2, “orang-orang berdosa” dalam FAYH “orang yang dianggap hina”; BIMK “orang yang tidak baik”. Keberadaan kita tidak pernah terlalu hina bagi Yesus. Setiap manusia diciptakan mulia, dosa membuat kemuliaan hilang, tapi Yesus telah menebus.

2.   Dirham yang hilang - perasaan berharga yang hilang.

      Lukas 15:8, menjelaskan tentang perasaan berharga yang terhilang. Habakuk 2:14 - Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut. Roh Allah sedang mencari jiwa yang terhilang. Allah mencari dirham yang terhilang sehingga kita punya perasaan berharga di mata Tuhan.

3.   Anak yang terhilang. Status yang hilang (karena anggap ringan)

      Lukas 15:12 - ... Father, give me the portion of goods that falleth [epibalo] to me.... Epibalo = membuang tanpa merasa sayang. Esau memandang ringan hak kesulungan, menganggap hina hal yang berharga. Anak yang hilang tidak memandang itu mulia, tapi memandang rendah apa yang telah Allah berikan. Kabar baiknya, Allah memulihkan. Ayat 17, ketika ia sia-siakan hidupnya, dia sadari keadaannya karena lapar perutnya bukan karena kasih Bapa. Ayat 20, sesudah menyadari, ada tindakan, ia kembali kepada Bapa.

      Pemulihan terjadi dari Bapa. Bapa di sorga menanti-nantikan kita kembali. Bapa berlari mendapatkan dia. Bapa memulihkan, anak itu diberikan jubah, cincin, dan sepatu. Ia dipulihkan statusnya sebagai anak, tapi anak yang melayani.

Lukas 15:9-10, ketika kita kembali, seluruh sorga bersorak sukacita. Kerajaan Sorga sedang memulihkan status sebagai anak, dikenakan jubah kebenaran, cincin—waris, sepatu—status sebagai anak dipulihkan.

Lukas 15:5, domba ketika sudah ditemukan diletakkan di atas bahu-Nya, sehingga kemana Dia pergi, di situlah kita berada.

Amin.