Tidak Kehilangan Hubungan Dengan Allah

. Hits: 106

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 3 Januari 2021 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Hiduplah di dalam kasih karunia, kasih karunia adalah satu Pribadi yaitu Yesus sendiri. Saat kita hidupi kasih karunia, di dalamnya ada kebenaran. Yohanes 1:17 - sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Ketika kita terima kasih karunia, kita juga terima kebenaran, seperti mata uang ada dua sisi.

Kejadian 6:8, Nuh terima kasih karunia, itu sebabnya ia bisa hidup benar. Waktu ia punya kepercayaan yang benar, ia punya tindakan yang benar. Ayat 9, ketika Nuh menghidupi kasih karunia, ia memang masih manusia biasa, ia bisa salah—mabuk, Allah lihat tindakannya tapi Allah perhitungkan kebenaran imannya sehingga dikategorikan orang benar (Ibrani 11:7). Orang yang terima kasih karunia, bergaul dengan Allah, akan berkata semua hanya karena Tuhan.

1 Korintus 15:56, kuasa dari dosa itu justru adalah Hukum Taurat. Roma 6:14 - Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. Bukan berarti Hukum Taurat itu salah, Tuhan berikan Hukum Taurat supaya manusia bisa mengerti kalau mereka coba menghampiri kekudusan Allah dengan kekuatannya sendiri, tidak ada satupun yang mampu. Semua butuh Juruselamat, butuh kasih karunia.

Kenapa Hukum Taurat sampai muncul? Sejak bangsa Israel keluar dari Mesir menyeberangi Laut Kolsom kemudian menjumpai mata air di Mara (kepahitan), selama 50 hari pertama sejak dari Mesir sampai ke pinggir gunung Sinai, berapa kali umat Tuhan bersungut-sungut? Kabar baiknya, di dalam kasih karunia Allah, Allah tetap berkati, bimbing dan dukung mereka seperti di atas sayap rajawali untuk dekat pada Tuhan (Keluaran 19:4), tapi apa yang membuat tiba-tiba berubah? Tuhan berbicara pada Musa bahwa mereka harus dengarkan perkataan-Nya. Segenap orang Israel menjawab semua firman Tuhan mampu kami lakukan. Sejak saat itu Tuhan berkata, Musa buatlah tanda, engkau akan naik ke gunung Sinai untuk menerima hukum, tapi setiap orang yang menyentuh kaki gunung harus mati, termasuk hewan juga. Ketika ada kesombongan, Allah langsung buat jarak. Kemudian Allah beri sepuluh Hukum Taurat, mereka berpikir gampang untuk lakukan keseluruhannya, tapi kenyataannya tidak ada satupun yang sanggup melakukan kesepuluh Hukum Taurat itu dengan sempurna seumur hidup. Kita semua butuh Juruselamat. Itu hanya bisa dikerjakan dengan kasih karunia.

Daud bukan seorang yang sempurna tapi punya pewahyuan tentang kasih karunia. Roma 4:6-8. Daud alami dibenarkan bukan berdasarkan perbuatannya. Ada dua berkat bagi orang yang menerima kasih karunia Allah: pertama, diampuni pelanggaran-pelanggarannya dan ditutupi dosa-dosanya; kedua, kesalahannya tidak diperhitungkan. Daud bisa tuliskan Mazmur 32:1-2 karena dia mengalami.  Daud masih hidup di zaman Hukum Taurat yang menuntut orang harus taat dan harus melakukan keseluruhannya dengan tidak bercela. Kisah Para Rasul 13:32, Tuhan berkata Aku menemukan Daud, seorang yang dekat di hati-Ku, padahal kita tahu hidup Daud tidak sempurna. Daud memahami esensi dari peraturan Taurat.

Keluaran 29:38-39. Di zaman Hukum Taurat setiap umat Tuhan setiap hari, seumur hidup harus mempersembahkan korban. Ayat 41-43 merupakan dasar kenapa kita berkorban. Tuhan tidak menuntut domba, tapi Tuhan tuntut apa yang kita bisa berikan sebagaimana Allah sudah korbankan Anak-Nya. Ketika umat Tuhan berkorban, tempat—waktu, harta, sumber daya— itu dikuduskan oleh kemuliaan Tuhan. Imamat 1: korban bakaran, Imamat 2: korban sajian, Imamat 3: korban keselamatan, Imamat 4: korban penghapus dosa, Imamat 5: korban penebus salah. Kelima jenis korban itu sebenarnya mengarah kepada yang digenapi oleh Yesus di kayu salib (Yohanes 1:29) dan itu dimengerti oleh Daud, sehingga dengan segenap hidupnya dia punya kemampuan untuk memuji Tuhan. Dia serahkan segenap hidupnya ke dalam tangan Tuhan sekalipun saat itu ia sudah diurapi menjadi raja tapi dikejar-kejar raja Saul. Daud alami bagaimana Juruselamatnya memelihara selama 13 tahun. Daud memang tidak alami Yesus, tapi Daud mengerti tentang kasih karunia sehingga ketika ia hidupi kasih karunia Allah, ia belum sempurna tapi Tuhan berkata: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku (Kisah Para Rasul 13:22). Tuhan tahu kesalahan Daud, tapi Daud punya sikap saya tersedia bagi Engkau dan mau ikut Engkau. Daud kejar hadirnya Tuhan, dia tidak pernah kehilangan hubungan dengan Tuhan.

Amin.