Jangan Menolak Kasih Karunia Tuhan

. Hits: 70

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 10 Januari 2021 – Oleh Pdt. Toni Aris Santoso

Kejadian 6:8, “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.” Mengapa dari sekian banyak manusia yang ada di muka bumi saat itu, hanya keluarga Nuh yang mendapat kasih karunia? Apakah sekian banyak orang di bumi tidak ada yang berperilaku baik?

Keluaran 33:19, “Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.” Pemberian kasih karunia kepada Nuh adalah hak prerogatifnya Tuhan. Tuhan memilih Nuh bukan karena kebaikan Nuh, bukan karena melakukan banyak pahala. Nuh adalah orang yang mau percaya dan meresponi apa yang Tuhan kehendaki atas kehidupan Nuh. Roma 3:10, “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.” Kasih karunia datang untuk orang yang mau meresponi Tuhan.

Kasih karunia adalah berkat terindah. Kasih karunia berbicara tentang keselamatan yang Tuhan berikan melalui Yesus Kristus. Inti dari kasih karunia adalah pemulihan hubungan kita dengan Tuhan yang telah rusak karena dosa. Efesus 2:8-10, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Kasih karunia bukan karena kemegahan diri kita, bukan karena usaha kita, tetapi itu adalah inisiatif Tuhan. Setelah menerima kasih karunia, otomatis ada suatu perubahan dalam hidup kita. Otomatis melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Orang yang menerima kasih karunia adalah orang-orang yang seharusnya tidak layak. Kasih karunia diberikan cuma-cuma dalam hidup kita. Bila dipandang dari sisi kelayakan, penjahat yang disalib bersama Yesus tidak layak menerima kasih karunia. Manusia yang melakukan perzinahan, kejahatan, dianggap sampah masyarakat, tetap bisa mendapat kasih karunia Tuhan. Roma 9:15 - ... "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." Kasih karunia bergantung pada kemurahan hati Allah. Jangan menolak kasih karunia Tuhan. Ketika kita mau menerima kasih karunia itu, Tuhan membawa kita pada jalan terang.

Dunia dalam posisi gelap, kita perlu terang Tuhan. Dunia banyak keputusasaan. Keadaan dan situasi apa pun dalam hidup kita, Tuhan senantiasa ada. Tuhan bisa memberikan kemenangan. Dunia bisa digoncangkan, tetapi Kerajaan Allah tidak bisa digoncangkan oleh situasi apapun.

Roma 11:7, “Jadi bagaimana? Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya,” Rasul Paulus memberikan suatu contoh, sebagian besar orang Israel adalah orang yang tegar hatinya atau keras kepala. Tidak hanya tidak percaya Yesus, tetapi juga dengan tegas menolak. Ini adalah penolakan terhadap kasih karunia. 2 Korintus 6:1,2, jangan menyia-nyiakan kasih karunia. Menyia-nyiakan artinya tidak percaya atau tidak meresponi, acuh tak acuh, merendahkan kasih karunia. Ada kesempatan bagi orang-orang di sekeliling Nuh untuk merespon kasih karunia. Mereka memilih menyia-nyiakan, hanya Nuh yang mengerjakan bahtera. Tanpa respon, kasih karunia menjadi sia-sia.

Yudas 1:4, “Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.” Ketika seseorang menerima kasih karunia, harus ada perubahan. Jangan lagi hidup karena daging, tetapi hidup karena Roh.

Roma 5:2, “Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.” Kasih karunia bisa kita dapatkan karena kita percaya dan mengimani. Bila kita sampai hari ini kita bisa berdiri, semua karena kasih karunia dan kemurahan Tuhan. Jangan menolak kasih karunia.

Amin.