Semakin Mengenal Yesus, Kasih Karunia Demi Kasih Karunia Melimpahi Kamu

. Hits: 77

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 24 Januari 2021 –  Oleh Pdm. Henny M. Assa

Apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi tantangan dan masalah hidup? Sebagai orang percaya, kita harus memahami bahwa masalah yang kita hadapi berbeda dengan masalah yang dihadapi dengan orang yang tidak percaya Yesus. Saat kita sebagai orang percaya, apa pun masalah yang kita hadapi, sesungguhnya masalah yang kita hadapi berguna untuk kebaikan kita. Bukan berarti masalah berasal dari Allah. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan di dalam hidup kita.

Saat Yusuf dimasukkan dalam sumur, dia dimasukkan dalam sumur, dijadikan budak, dimasukkan penjara, tampak seperti kesialan beruntun. Tetapi peristiwa-peristiwa ini mendatangkan kebaikan Yusuf, bahkan untuk kebaikan bangsa Israel.

Yohanes 1:15-16, [1:15] Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." [1:16] Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; Apa arti kasih karunia demi kasih karunia? Ketika kita menerima kasih karunia, ada kasih karunia lain yang menanti kita. Yohanes 1:17, sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Kebenaran ada di pihak kasih karunia. Saat Yesus bicara dengan orang Yahudi, kebanyakan orang berpikir, kebenaran adalah hukum taurat. Tetapi yang dimaksud adalah kasih karunia. Setiap tantangan dan persoalan yang kita hadapi, selalu ada kasih karunia yang baru bagi kita. Setiap ada masalah, kita punya kesempatan untuk melihat Yesus dengan pandangan yang baru, karena kasih karunia dan kebenaran itu adalah Yesus sendiri.

Saat menghadapi persoalan yang baru, perbaharui pandangan dan pewahyuan yang baru tentang Yesus. Yohanes 11:21 dikisahkan Lazarus yang mati. Marta dan Maria sudah mengenal Yesus sejak lama. Tetapi Marta membawa Yesus ke masa lalu, seandainya Yesus hadir saat Lazarus sakit, Marta yakin saudaranya tidak mati. Padahal Yesus berkuasa, Dia tetap sama dulu, sekarang, dan selamanya. Yesus tidak hanya melakukan mujizat di masa lalu. Yohanes 11:23-24, Marta membawa Yesus ke masa datang. Yohanes 11:25, “Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,” Yesus menyatakan diri bahwa diri-Nya saat itulah yang akan membangkitkan. “I am the resurrection and the life”, ini adalah pewahyuan yang baru tentang Yesus yang belum pernah mereka terima. Yesus adalah kebangkitan untuk setiap permasalahan kita saat ini. Terima pewahyuan baru tentang Yesus, inilah kunci kasih karunia demi kasih karunia.

Satu-satunya cara supaya kasih karunia ditambahkan dalam hidup kita adalah lebih lagi mengenal Yesus. 2 Petrus 1:2,”Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.” Semakin kita melihat dan mengenal Yesus, kita akan mengalami kasih karunia demi kasih karunia melimpah dalam hidup kita. 2 Petrus 1:3-4, “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” kuasa ilahi-Nya sudah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu. Tuhan sudah memberikan segala sesuatu yang berguna kepada kita, tetapi karena kita tidak mengenal Yesus secara mendalam, kita tidak merasa mengalami anugerah itu. Melalui pengenalan akan Yesus, pengenalan akan Gembala yang baik, kita menyadari apa saja yang telah Tuhan berikan. Dalam krisis, Yesus adalah Gembala yang baik. Percayalah, Tuhan tetap memelihara kita, tetap ada berkat, tetap ada makanan. Kita tetap menjadi kesukaan dan kesayangan Tuhan. Kebajikan dan kemurahan belaka yang mengikuti kita.

Amin.