Menjadi Penyembah

. Hits: 48

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 Februari 2021 - Oleh Pdm. Iwan Artiyanto

Mazmur 100:3-5 - [100:3] Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. [100:4] Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! [100:5] Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Kata ‘ketahuilah’ berarti pemazmur ingin supaya kita boleh mengerti bahwa: ....

1.   Allah pencipta kita dan kita diciptakan Allah.

2.   Kita miliknya Allah.

      1 Korintus 6:19-20. Kita telah dibeli lunas dengan darah Yesus yang mahal.

3.   Kita didorong untuk masuk ke pintu gerbang-Nya Allah yang selalu terbuka untuk kita dengan nyanyian syukur, puji-pujian, dan penyembahan.

Karena Allah itu baik, sifat Allah itu baik, kebaikan Allah yang kita alami:

1.   Kasih Allah.

2.   Kasih karunia/anugerah.

3.   Kasih setia Tuhan, Tuhan setia terhadap janji-janji-Nya.

Kebaikan Allah tetap selama-lamanya, turun-temurun.

Ayat 4 [NKJV] - Enter into His gates with thanksgiving, and into His courts with praise: be thankful to Him, and bless His name. Bicara tentang bless (berkat), pernahkah kita memberkati Tuhan? Berkati Tuhan dengan menjadi penyembah. Kata ‘penyembahan’ = proskuneo, seperti anjing yang menjilati tangan tuannya. Penyembahan adalah kerinduan kita, pernyataan kasih kita kepada Allah.

Respon tertinggi dalam hidup kita untuk memuliakan nama-Nya, menjadi pribadi yang menyembah Allah.

Yesaya 43:7 - semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!" 1 Petrus 2:9-10. Keberadaan kita untuk menjadi penyembah Allah. Bicara tentang penciptaan, malaikat diciptakan Allah, tapi malaikat tidak diciptakan serupa gambar Allah. Kita diciptakan Allah serupa dengan gambar-Nya. Kita diciptakan spesial dengan tangan-Nya sendiri yang membentuk kita, dan disertai dengan kehendak bebas. Jadi kita punya pilihan, Allah tidak memaksa untuk kita menyembah. Allah ciptakan manusia untuk jadi pribadi yang menyembah Tuhan, Tuhan tidak bisa menyembah diri-Nya sendiri. Kita lebih berharga dari malaikat. Waktu malaikat berdosa, Tuhan buang malaikat itu dari hadirat Allah. Namun, untuk manusia yang berdosa, Allah turun dari sorga ke dunia, Ia selamatkan kita karena kita berharga.

Yohanes 4:23-24 - [4:23] Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. [4:24] Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Penyembahan yang berkenan kepada Tuhan bukan bicara soal tempat, tapi dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dalam roh dan kebenaran. Dalam roh: keluar dari dasar hati kita, mau dipimpin Roh Kudus. Penyembahan yang lengkap--tubuh, jiwa--di dalamnya ada perasaan dan kehendak, roh Tuhan taruh dalam diri kita untuk berkomunikasi. Penyembah dalam kebenaran dalam Yesus, sesuai firman, menjaga hidup kita jangan dicemari dunia ini. Hidup harus berbeda dari yang umumnya.

Efesus 5:19 - dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Waktu dalam penyembahan apa yang kita lakukan? Bermazmur, kata-kata yang keluar dari hati kita secara spontan; kidung puji-pujian ini baku, sudah ada nada, irama; dan nyanyian rohani dalam Roh Kudus.

Waktu kita menyembah Tuhan, apa yang kita alami? Mazmur 27:4-5 - [27:4] Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. [27:5] Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. Kita sedang merasakan hadirat Tuhan, di situ Tuhan membawa semua kasih karunia-Nya. Di situlah kita dikenyangkan dengan hal-hal yang baik.

Amin.