Tantangan Saat Menabur

. Hits: 81

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 26 September 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Perumpamaan yang Yesus sampaikan tentang seorang penabur: Markus 4:14-20 - [4:14] Penabur itu menaburkan firman.... Kita mau pilih tanah yang di pinggir jalan, tanah berbatu, tanah semak duri atau tanah yang baik? Belajar dari Yakub, pahlawan iman yang juga mengalami kondisi seperti dalam perumpamaan itu. Yakub terus move on sampai dia didapati seperti tanah yang baik. Yakub pernah kecewa dan berkecil hati, selama pertumbuhan sepertinya tidak ada hasil. Lihat Kejadian 42:36 - ... all these things are against me [KJV]. Semua masalah itu sepertinya melawan aku, aku benar-benar sudah setia, menghargai hak kesulungan, perkara rohani, firman Allah. Jangan kecewa dan kecil hati. Ada tantangan memang, tapi jangan menyerah, teruslah melangkah!

Yakub pernah mengalami dia seperti tanah di pinggir jalan. Kejadian 25:27. Roma 9:13. Ibrani 12:16. Allah menghargai sikap Yakub yang setia, menghargai firman.  Sekalipun Yakub tahu firman, tapi firman tidak sempat bertumbuh, dia coba gunakan kekuatannya. Ia coba dapatkan hak kesulungan dengan sepiring makanan dan menipu ayahnya sendiri.

Gara-gara peristiwa itu, Yakub harus lari ke Haran ke rumah Laban, pamannya, untuk menyelamatkan diri dari Esau yang begitu dendam. Yakub masuk musim kedua—seperti tanah semak duri—di rumah Laban. Dia mendapatkan istri, diberkati Tuhan dan ia punya tanggung jawab yang besar, dia punya keluarga besar. Paman yang juga mertuanya sendiri telah 10 kali mencuranginya. Kejadian 30:37-38,41. Yakub tahu firman, tapi rupanya karena kekuatiran tanggung jawabnya, dia mulai berpikir mengalahkan mertuanya dengan muslihat. Itulah yang dikerjakan Yakub, tapi Tuhan tetap memberkati (Kejadian 31:1). Yakub tetap move on. Kasih karunia Tuhan tetap menyertainya.

Yakub akhirnya keluar dari rumah Laban. Ketika keluar dari rumah Laban, ia dengar dari pegawainya bahwa kakaknya Esau sedang mendatanginya dengan 400 orang bersenjata. Sekarang Yakub seperti di tanah berbatu-batu. Di fase ketiga ini, hilang kekuatan dan keberaniannya. Kejadian 32:22-24. Semua keluarga dan miliknya diseberangkan melewati sungai, dan dia tetap di seberang. Allah adalah Allah yang penuh kasih, Ia tetap didik Yakub (ayat 24). Hasilnya ayat 28, namanya diubah dari Yakub yang artinya penipu, penyerobot menjadi Israel artinya pengerannya Allah.

Kabar baiknya, ketika jati diri Yakub yang tadinya takut seperti tanah berbatu, ketika diubahkan ada sentuhan ilahi, Kejadian 33:1-3. Semua yang tadinya dia andalkan, sekarang dia taruh di belakang, dan dia yang hadapi Esau. Bukan karena dia pemberani, tapi karena dia mengalami Tuhan. Sekalipun saat itu sudah terpincang-pincang, cacat seumur hidup, saat itulah dia sadar. Ketika dia seperti tanah di pinggir jalan, Tuhan tetap memberkati. Ketika dia seperti tanah di semak duri, Tuhan tetap tolong, bahkan ketika dia kehilangan iman, Tuhan ubahkan dia. Dia hadapi Esau. Tidak heran Yakub menjadi seperti tanah yang terbaik, hasil 30 kali ganda (Kejadian 32:10). Rupanya dia berbuah, ketika pergi ke rumah Laban hanya membawa 1 tongkat saja, tapi ketika keluar dari rumah Laban dia sudah menjadi 2 pasukan. Ada berkat 30 kali ganda yang dia alami, berkat jasmani. Tuhan tidak berhenti sampai di sini. Kejadian 33:4, Esau berlari mendapatkan Yakub, ada berkat 60 kali ganda, ketakutan utamanya dibereskan Tuhan, Tuhan damaikan. Yakub sampai berbuah 100 kali ganda (lengkap), Kejadian 47:10, ia menjadi berkat bagi Firaun. Siapa Yakub? Dia bisa taruhkan tangannya atas penguasa di zaman itu.

Kalau kita mau ijinkan Allah bentuk hidup kita, sepertinya tanah di pinggir jalan, teruslah bertumbuh di dalam Tuhan. Kalau kita punya kekuatiran tentang tanggung jawab kita, teruslah bertumbuh di dalam Tuhan. Kadang kita punya ketakutan-ketakuran utama, ijinkan Tuhan jamah hidup kita dan teruslah bertumbuh. Kita akan menghasilkan 30 kali ganda, 60 kali ganda, bahkan Tuhan punya rencana kita menjadi berkat bagi banyak orang. Kenapa Tuhan masih memberkati dan menolong kita? Karena Tuhan ingin kita menjadi berkat bagi banyak orang. Bahkan anak-anak Yakub sejak peristiwa Kejadian 35:10 waktu Yakub di Betel kedua kali, untuk kedua kali Tuhan juga teguhkan lagi: engkau bukan Yakub tapi engkau adalah Israel. Dan sejak itu anak-anaknya selalu menyebut diri mereka anak-anak Israel. Kabar baiknya Mazmur 20:2, Allah tidak malu disebut Allah Yakub, Allah atas kelemahan-kelemahan, atas keterbatasan, atas kegagalan. Tuhan akan bentengi, berkati kita. Mazmur 46:8,12; 75:10; 76:7; 81:2; 84:9; 94:7; 114:7; 146:5, semua ditulis Allah Yakub. Adakah di antara kita merasa gagal dan tidak layak, tapi Allah mau katakan Aku Allah atas kegagalan, kelemahanmu. Di posisi mana kita berada? Jangan menyerah, teruslah bergerak!

Amin.