Bangun Mezbah, Keluarga Dan Pekerjaanmu

. Hits: 61

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 24 Oktober 2021 Oleh Pdt. Peterus Rediwan

Kejadian 26:25 - Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ.

Kapan Ishak mendirikan mezbah di hadapan Tuhan? Sesudah Tuhan menampakkan diri kepadanya (ayat 24). Ketika Allah menampakkan diri, Tuhan berkata jangan takut. Saat itu Ishak sedang mengalami ketakutan, kecemasan, gelisah. Karena selama ini dia harus pindah dari satu tempat ke tempat lain. Setiap berada tempat yang baru, Ishak diganggu oleh orang-orang Filistin. Ketika terjadi kelaparan Ishak pindah dari Kanaan ke Gerar dan Allah memberkati Ishak dengan luar biasa sehingga ia menjadi sangat kaya. Ishak seorang pendatang, tapi kekayaannya melebihi penduduk asli di situ. Hal ini membuat orang-orang Filistin iri dan cemburu kepadanya (Kejadian 26:13-14).

Kejadian 26:16, Abimelekh raja Filistin menyuruh Ishak untuk pergi dari tengah-tengah mereka. Ishak lalu pergi dari kota Gerar ke lembah Gerar. Yang terjadi, ....

Ishak tetap diganggu ketika menggali sumur Esek, Sitna dan Rehobot. Kemudian Ishak pindah ke Bersyeba. Pindah berulang-ulang kali dari satu tempat ke tempat lain itu sangat tidak nyaman, sangat menyusahkan. Dia harus menata kehidupannya lagi. Ketika sampai di Bersyeba ada perasaan cemas karena Ishak punya pengalaman di masa lalu, ketika pindah ke tempat yang baru, ia diganggu. Ketika Ishak mengalami kecemasan, ketakutan, Allah tidak tinggal diam. Malam itu juga Allah menjumpai secara pribadi kepada Ishak. Allah hadir dalam kehidupan Ishak, Dia ingin menguatkan dan meneguhkan Ishak dan berkata, "Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu." (Kejadian 26:24).

Bagaimana respon Ishak dengan pernyataan berkat dan penyertaan Tuhan? Kejadian 26:25.

1.   Ishak membangun mezbah dan memanggil nama Tuhan.

      Bicara tentang mezbah selalu identik dengan korban, penyembahan—bentuk hormat, cinta kepada Tuhan. Tidak ada penyembahan tanpa membangun mezbah dan berkorban. Bicara tentang korban tidak hanya bicara tentang penyembelihan, tapi apa yang kita lakukan dalam hal apapun juga. Kalau kita berkata saya cinta Tuhan, sudahkah kita berkorban untuk Tuhan atau kita hanya diam saja? Ketika kita cinta Tuhan, kita akan berkorban dengan apa yang bisa kita kerjakan.

      Kenapa Ishak memanggil nama Tuhan? Ketika Tuhan berkata jangan takut, Aku akan menyertai engkau. Firman ini ditangkap oleh Ishak. Ishak memanggil nama Tuhan, bukan sekadar menyapa atau basa-basi. Ishak ingin menghadirkan Tuhan di dalam setiap sisi kehidupannya. Ishak tahu kalau Tuhan hadir di dalam kehidupannya, maka di mana Tuhan hadir, kemuliaan, kekuatan, berkat, kesembuhan, keselamtan dan perlindungan-Nya akan menyertai dia.

2.   Ishak membangun kemah.

      Kemah bicara tentang keluarga. Bukan hanya keluarga inti (ayah, ibu, anak), tapi keluarga di mana kita ada, ditempatkan—dalam kantor, pekerjaan, sekolah. Ishak bertanggung jawab terhadap keluarganya karena ia mau bangun keluarganya. Kenapa Ishak ingin bangun keluarganya? Ayat 24, karena Tuhan akan memperbanyak keturunannya. Banyak bukan hanya bicara tentang kuantitas tetapi juga kualitas. Ishak paham ini, kalau Allah ingin memperbesar keluargaku, maka aku tidak boleh tinggal diam, aku harus bangun keluargaku, bertanggung jawab kepada keluargaku. 

      Orang yang menyembah Tuhan, yang membangun mezbah di hadapan Tuhan, maka dia juga akan menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap keluarganya—termasuk keluarga besar kita, Indonesia.

3.   Ishak menyuruh hamba-hambanya untuk menggali sumur.

      Ketika Tuhan berkata Aku akan memberkati engkau, Ishak aminkan dan responi firman, dia perbesar kapasitasnya, siapkan dirinya untuk menerima berkat Tuhan yang besar. Ishak menggali sumur karena ternak membutuhkan air. Jaman dulu berkat secara materi dihitung dari berapa ternak yang dimiliki. Menggali sumur di sana bukan perkara mudah. Allah ingin memberkati hidup kita, tapi kita harus menyiapkan hidup kita untuk menerima berkat Allah yang besar. Kenapa seringkali kita belum menerima berkat itu? Karena kita belum menyiapkan diri untuk menerimanya. Jangan menyalahkan Tuhan kalau kita belum siap. Terus menggali sumur, jangan gampang menyerah.

Mungkin kehidupan kita saat ini sama seperti yang Ishak alami, kita hadapi kegagalan, rintangan. Allah yang berfirman kepada Ishak, Allah yang sama juga yang berfirman kepada kita: “Jangan takut, Aku akan menyertai engkau, akan memberkati engkau, akan memperbesar keturunanmu.” Siapkan hidup kita untuk meresponi firman Tuhan. Bangun mezbahmu, bangun keluargamu, perbesar kapasitas, bangun pekerjaanmu.

Amin.