Tepatkan Langkahku Seirama Dengan Hati-Mu

. Hits: 75

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 31 Oktober 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Allah adalah Allah yang setia, paling tahu yang kita perlukan. Dia sudah berikan yang terbaik bagi kita. Allah punya rancangan yang terbaik, tetapi ada urutannya, kita juga harus ikuti langkah-langkah-Nya, jangan terburu-buru. Saat kita mengikuti urutannya Allah, itu lebih tepat. Ada yang baik, ada yang berkenan, Tuhan punya yang sempurna, yang Tuhan ingin berikan pada kita. Mazmur 57:8-11, Mazmur ini digubah Daud dalam situasi yang terjepit dan ketakutan (Mazmur 57:1). Bersama dengan 400 pengikutnya, Daud bersembunyi di gua Adulam dan Saul sudah ada di sekeliling gua. Dalam kondisi itu, Daud berkata Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar! Menurut urutan waktu, harusnya dia berdiam diri dan memikirkan harus berbuat apa untuk menyelamatkan dirinya dan pasukannya. Tetapi Daud punya sikap hati untuk memuliakan Tuhan dan tidak mencari perlindungan yang lain.

Sikap hati Daud yang terangkat pada Tuhan, itu menentukan langkah berikutnya.

1 Samuel 24:4-8, saat itu Saul masuk ke gua dan buang hajat. Pasukannya berkata berdasarkan firman yang diimani Daud (ayat 5), tetapi Daud bertindak lain, sekalipun punya kesempatan untuk membunuh musuhnya yang mengejar dia. Dari sebuah sikap hati yang siap menyembah Allah, Daud tidak mau menjamah orang yang diurapi Tuhan. Daud tidak mencoba solusi termudah sekalipun kelihatannya benar. 1 Samuel 26:8-9, di kesempatan lain saat Saul tertidur bersama ribuan pasukannya, Daud juga punya sikap yang sama, tidak mau menjamah orang yang diurapi Tuhan.

Sesudah Daud lakukan itu, tetap saja Daud dikejar-kejar Saul. Selama 13 tahun Daud dikejar Saul, dia harus bertanggung jawab atas dua ribuan orang—600 pasukan beserta anak istri mereka—, tanpa penghasilan dan sebagai pelarian. Ini tidak mudah. Tetapi saat Daud punya sikap hati, Tuhan sendiri yang bertindak. Mazmur 57:3, “Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku.” Waktu Allah selesaikan, bukan berarti masalah langsung beres. Saat Daud mengikuti prosedurnya Allah, hasilnya dahsyat:

1.  Daud benar-benar menjadi orang yang diurapi dan tidak ada satu kuasa yang bisa menyentuhnya. Sekalipun Daud punya keterbatasan dan berkali-kali sepertinya gagal. 1 Samuel 30:6, Daud terjepit oleh pasukannya sendiri. Dia tidak membujuk pasukannya tetapi menguatkan hati kepada Tuhan. 2 Samuel 15:30, saat Daud dikudeta anaknya sendiri, Daud terusir dari istana. Sikap hatinya yang tidak ingin menjamah orang yang diurapi, berbalik pada Daud. Saat orang-orang ingin menjamahnya, Tuhan balikkan, Daud dilindungi. Saat kita mau mengikuti caranya Tuhan, sebetulnya ada banyak keuntungan di masa depan yang sekarang kita tidak tahu.

2.  Sikap Daud berlaku hingga anak cucunya. 2 Samuel 22:50-51; Mazmur 18:51. Sikap Daud juga diterapkan Tuhan bagi Daud, Allah sedang mendatangkan kebaikan. Ketika itu menjadi sikap hati kita juga, sebagaimana yang kita percayai, akan terjadi dalam hidup kita. Mazmur 18:33-36, Daud punya sikap, semuanya hanya karena Tuhan. Daud tahu mana yang benar dan yang baik tetapi dia mau ikuti prosedur dan prosesnya Allah. Tangan-Nya yang menopang dan menyokong hidup kita.

Mazmur 20:7, “Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.” Ketika kita punya sebuah sikap, semua yang sempurna yang kita ikuti, sikap itu akan diterapkan juga oleh Tuhan pada kita. Tuhan akan berikan kemenangan gilang-gemilang. Mazmur 28:8, “TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!” Daud tidak sempurna, tetapi dia sadar benteng keselamatannya bukan dia sendiri tetapi Tuhan.

2 Raja-raja 8:9, raja Yoram bukan raja yang sempurna, tetapi ia dibentengi juga karena sikap Daud. 2 Raja-raja 19:34, Hizkia adalah generasi ke-9, ia tetap dipagari Tuhan karena Allah setia dan karena sikap Daud. 2 Raja-raja 20:6, bukan hanya semasa hidup Daud, bahkan 9 sampai 10 generasi di bawahnya, Tuhan tetap ingat Daud. Filipi 1:9-11, [1:11]penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah. Ketika kita mau ikuti kehendak Tuhan, kita akan hasilkan buah-buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus sendiri, dan hasilnya bukan hanya semasa hidup kita, bahkan sampai generasi ke generasi Tuhan ingat semuanya.

Amin.