Menikmati Gandum Dan Anggur

. Hits: 59

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 November 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kejadian 27:28 - Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Ini adalah berkat yang diberikan Ishak kepada Yakub anaknya, tetapi ini adalah berkat Tuhan. Mungkin rasanya berkat kita tidak seperti hujan. Embun tidak terlalu kelihatan, kelihatannya itu tidak nyata tapi tetap punya pengaruh di dalam kehidupan. Tanah yang kita olah sepertinya tanah yang kering, seperti mengolah sesuatu yang tidak menguntungkan, tetapi Tuhan sudah berjanji dan berfirman, Tuhan sanggup adakan dari firman-Nya embun dari langit maupun tanah-tanah gemuk yang kita olah. Itu sebabnya Tuhan berkata Aku berikan anggur dan gandum untuk engkau nikmati.

Kejadian 27:28 diteguhkan kembali ratusan tahun kemudian dalam Yesaya 55:1-3, suara nubuatan Tuhan lewat nabi Yesaya. Ada ajakan dari Juruselamat  “Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!” (ayat 3). Apa yang dikatakan Ishak kepada Yakub ini juga diteguhkan kembali untuk kita keturunan Abraham—mungkin secara jasmani kita bukan keturunan Abraham. Tetapi waktu kita percaya kepada korban Kristus, kita disebut juga anak-anak Abraham dan berhak menikmati berkat Abraham (Galatia 3). Berkat Abraham terjadi bagi Ishak, sekalipun situasinya buruk, di tanah kering Ishak tetap menabur. Ingat, yang memberi pertumbuhan adalah Tuhan, kalau kita menabur di dalam iman kepada Tuhan. Sehingga Ishak makin lama makin kaya dan diberkati. Hati Ishak tetap terarah kepada Tuhan, bukan terarah pada semua berkat. Di masa yang sukar, kita diberkati sampai hari ini, menikmati gandum dan anggur, tapi biarlah hati kita tetap terarah pada Tuhan.

Ishak tetap memberikan berkat kepada anaknya gandum dan anggur. Kenapa Yakub bisa terima berkat gandum dan anggur?

Kejadian 27:24, 27-28. Ishak sudah buta, waktu didekati oleh Yakub masih harus memastikan apakah dia Esau, tapi dia mencium bau Yakub. Sebetulnya Yakub sedang menipu ayahnya, Yakub berkata dia adalah Esau. Esau seorang pengelana, suka tinggal di padang, sedang Yakub tinggal di kemah, bau mereka berbeda. Kalau Allah ingin memberkati dengan caranya Allah kadangkala tidak masuk akal kita. Peristiwa ini ditulis kembali oleh Rasul Paulus dalam suratan Roma. Ketika Allah setuju kepada satu orang karena sikap hatinya kepada Tuhan, Allah tidak butuh persetujuan orang lain untuk memberkati orang. Ketika kita punya sebuah sikap hati kepada Tuhan, Allah bisa berkati kita, sekalipun kadang kita merasa kita belum sempurna. Roma 9:11 [BIMK] Sebelum kedua orang anak itu lahir, Allah sudah menentukan pilihan-Nya untuk selanjutnya. Pilihan Allah itu tidak bergantung kepada apa yang dapat dilakukan oleh orang, tetapi bergantung kepada panggilan Allah sendiri. Sebab pada waktu kedua anak laki-laki Ribka itu belum dapat melakukan sesuatu yang baik atau yang jahat, Kabar baiknya, Allah sudah tentukan pilihan untuk memberkati kita. Ketika kita meresponi Tuhan, kita akan jadi seperti kata Tuhan, bukan seperti kata orang. Ketika hati kita tetap terarah pada Tuhan, Allah tidak butuh persetujuan orang lain untuk memberkati hidup kita, kita akan dilimpahi dengan embun dari langit dan tanah-tanah yang gemuk. Permasalahannya apakah kita mempercayai Dia?

Roma 9:16 [BIMK] Jadi keputusan Allah itu tidaklah bergantung kepada kerelaan manusia atau kepada usaha manusia, melainkan kepada kebaikan hati Allah saja terhadap orang yang dipilih-Nya itu. Roma 9:13 - ... "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.” diangkat dari Maleakhi 1:3 dalam terjemahan lain dikatakan Aku menolak Esau. Kenapa Allah menolak Esau? Kejadian 25:27, karena rupanya dari sebuah sikap hati Esau yang suka tinggal di padang, pengaruh luar masuk ke dalam hatinya. Jangan ijinkan perkara padang (dari luar) masuk dalam hati kita. Sejak dari muda Daud ada di padang rumput sama seperti Esau, tapi Daud punya sikap hati diam di rumah Tuhan (Mazmur 27:4). Yakub seorang yang tenang, kata “tenang” bahasa Ibrani menggunakan kata tam diangkat dari akar kata tamam, artinya selesai. Yakub dia ada di kemah, kelihatannya tidak terkenal tapi dia aman karena Allah sudah sediakan gandum dan anggur, dia hanya kerjakan bagiannya saja. Jadilah tenang di dalam Tuhan, karena karya Allah yang sudah selesai di dalam Yesus. Gunung-gunung boleh beranjak, bukit-bukit bergoyang, tapi kasih setia Tuhan tidak akan beranjak dari kita. Itu sebabnya yang membuat kita berhak menikmati gandum dan anggur dengan cuma-cuma. Kita harus kerjakan bagian kita, tapi kita aman karena Allah sudah selesaikan. Semuanya sudah dibayar Yesus di kayu salib.

Amin.