Menikmati Kristus

. Hits: 72

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 November 2021 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kejadian 27:28 - Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Ini adalah berkat Ishak kepada Yakub—padahal kondisinya dia membohongi ayahnya. Dan Allah yang akan memberikan berdasarkan kasih karunia Allah. Apa yang Ishak kerjakan sebetulnya sedang menubuatkan bagaimana Allah memberkati kita, umat yang percaya kepada Allah. Kabar baiknya, ketika Allah memberikan gandum dan anggur, itu bekal yang lebih dari bekal jasmani. Kejadian 27:37, ketika Yakub terima berkat kesulungan, itu sebetulnya bekal yang tidak pernah habis. Berapa banyak kali orang mulai berpikir yang penting bagaimana saya bekerja mengupayakan, tapi mengabaikan gandum dan anggurnya Tuhan. Jangan kita mengabaikan gandum dan anggur, karena itu adalah bekal sorgawi yang turun atas Yakub, atas orang percaya.

Yakub belum sempurna bahkan waktu dia diberkati dalam kondisi sebetulnya tidak layak. Kenapa Yakub bisa terima berkat?

Roma 5:6,8 - Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Inilah gandum dan anggur yang Allah sediakan. Hubungkan dengan Bilangan 18:12, ketika orang-orang Israel mempersembahkan kepada Tuhan hasil yang terbaik dari minyak, anggur dan gandum, Tuhan berikan kepada para imam—orang-orang Lewi. 1 Petrus 2:9, mungkin seringkali kita merasa tidak layak, saya bukan imam, tetapi firman Allah mengatakan waktu kita percaya kepada Kristus yang mati untuk kita ketika kita masih durhaka dan berdosa, kita disebut bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. 1 Petrus 2:10 - kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. Dan waktu kita beriman, kita berhak menikmati gandum dan anggur yang terbaik dari Tuhan.

Siapakah gandum dan anggur itu? Imamat 1-5, umat pilihan Allah punya lima korban yang dituliskan dalam hukum Taurat yang harus mereka kerjakan. Korban bakaran, korban sajian, korban keselamatan, korban penghapus dosa, korban penebus salah. Ketika kita bicara tentang gandum dan anggur—ada dalam korban sajian (meal offering), itu dikerjakan oleh Yesus. Itu sebabnya kita layak menikmatinya. Waktu kita percaya kepada Yesus, kita disebut imamat yang rajani, kita berhak menikmati gandum dan anggur yang terbaik. Waktu kita menerima ini, tugas kita menikmatinya bukan menelaahnya. 1 Korintus 11:24, sebetulnya kita tidak layak karena kita orang-orang yang lemah, durhaka, tapi Kristus sudah mati untuk kita. Waktu Dia mati, tubuh-Nya terpecah, itulah gandum yang sudah ditumbuk halus. Tugas kita waktu kita terima gandum yang terbaik, terima dengan iman. 1 Korintus 11:25, ketika kita terima anggur yang terbaik, terima dengan iman. Keselamatan sudah tersedia buat kita, kita tidak perlu lakukan apa-apa. Jangan coba perbaiki hidup atau membuang dosa dan sifat lama. Tetapi, cukup terima Yesus dan ijinkan kuasa Air Hidup dan kuasa Roti Hidup mengubah metabolisme manusia lama kita menjadi ciptaan baru. 2 Korintus 5:17. Ketika kita tinggal di dalam Kristus, ketika kita konsumsi Roti Hidup dan Air Hidup, kita akan punya respon berbeda atas masalah yang kita hadapi, kita akan lakukan seperti firman Allah, kita menjadi ciptaan baru.

1 Korintus 1:26-30 - ... Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Inilah yang Yesus kerjakan. Itu sebabnya waktu kita diberkati dengan gandum terbaik dan anggur terbaik yaitu Pribadi Yesus sendiri, terima saja dengan iman. Roma 5:17. Ketika kita terima Yesus, kita terima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran. Jadi ketika kita terima anggur dan gandum yang terbaik, nikmati saja Kristus bekerja dalam hidup kita.

Amin.