Menang Atas Pergumulan Hidup

. Hits: 99

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 12 Desember 2021 Oleh Pdp. Santy Lamba

Kejadian 32:24-28 - [32:24] Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.... [32:27] Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub." [32:28] Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

Bagaimana menerima porsi dalam rencana Allah? Bicara tentang rencana Allah dalam hidup manusia, rencana Allah dari awal sampai akhir tidak pernah gagal. Dia tidak pernah gagal dalam rancangan, rencana-Nya untuk umat manusia. Tetapi manusia yang menerima bagian dalam rencana Allah ini mengalami banyak pergumulan/proses kehidupan. Bahkan banyak kali kita berjalan tidak seirama dengan rancangan Allah, sehingga kita kadang jauh dari rancangan Allah. Contoh:

Bangsa Israel, bangsa pilihan Allah tetapi mereka tidak bisa berjalan seirama dengan kehendak Allah, dan satu ketika mereka harus berada di Babel selama 70 tahun. Tetapi apakah kemudian rancangan Allah yang sempurna itu menjadi gagal? Tidak. Yeremia 29:10-11. Rancangan Tuhan penuh dengan damai sejahtera, untuk memberikan masa depan yang penuh harapan. Di pembuangan, Allah tetap mengembalikan ke rancangan-Nya yang semula.

Ketika manusia pertama Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Apakah rancangan Allah itu gagal dalam hidup manusia? Tidak. Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus menjadi jalan pendamaian bagi kita, menyelamatkan kita, agar kita dikembalikan kepada rancangan-Nya yang semula. Roma 3:23; 1 Yohanes 4:9; Yohanes 3:16. Porsi yang kita terima dalam rencana Allah itu hidup yang kekal. Dulu kita adalah orang berdosa, tapi Tuhan mengutus Anak-Nya mengembalikan kita ke rancangan-Nya yang semula.

Apa porsi yang diterima Yakub dalam hidupnya?

Pertama. Yakub memiliki pergumulan tersendiri dalam hidupnya. Orang mengingat nama Yakub dengan konotasi yang kurang bagus. Dalam rancangan Allah sebenarnya Esau dan Yakub punya berkat sendiri-sendiri. Setiap kita punya berkat masing-masing sesuai yang bisa kita kelola. Berkat untuk Esau hak kesulungan dan Yakub akan menurunkan berkat mesianik. Namun Esau terlalu meremehkan berkat yang diterima dari Tuhan hingga dia menjual hak kesulungan itu kepada Yakub. Hargai berkat yang diterima dari Tuhan, bersyukur atas porsi berkat yang kita terima. Yakub sebenarnya punya berkat mesianik, dari keturunan Yakub akan muncul Yesus Kristus.

Kedua. Yakub sangat takut ketika akan berjumpa dengan Esau kakaknya. Kejadian 32:7. Takut bisa membuat sesak hati. Yakub mulai menyusun berbagai macam strategi dengan tujuan ia bisa menang mengatasi pergumulan itu. Ia kirimkan persembahan-persembahan untuk Esau, kemudian dia seberangkan istri dan anak-anaknya, tapi dia sendiri yang masih tinggal di tepi sungai Yabok. Ketika dia mulai mengandalkan apa yang dia anggap baik, malam itu Allah menjumpainya secara pribadi. Kejadian 32:24, Yakub bergumul semalam-malaman, apakah seorang manusia bisa menang melawan Allah? Tidak. Allah mengijinkan Yakub menang, Allah yang memberi kemenangan. Ketika Allah mengijinkan Yakub menang, Allah memegang sendi pangkal paha--simbol kekuatan-- Yakub sehingga terkilir. Allah ingin mengatakan, Yakub, tanpa Aku engkau tidak dapat berbuat apa-apa. Aku yang memberimu kemenangan. Kalau seolah-olah kekuatan kita dipatahkan, itu supaya kita bergantung sepenuhnya hanya kepada Dia. Di luar Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa, tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Tuhan tidak meninggalkan kita sendiri.

Kejadian 32:28. Identitas Yakub dirubah, dari Yakub menjadi Israel, karena engkau telah bergumul dengan Allah dan engkau menang. Allah ingin menjadikan kita umat pemenang, menang atas pergumulan hidup kita. Saat itu Yakub belum bertemu dengan Esau, dia masih di seberang sungai, tetapi Allah sudah memberikan jaminan kemenangan. Dalam perjumpaan dengan Allah secara pribadi, pasti ada perubahan menjadi baik dan lebih baik.

Kejadian 32:30, ada pertolongan ketika kita berjumpa dengan Tuhan, kita tidak mati, tetapi kita hidup. Ketika Yesus berjumpa dengan seorang janda dan rombongan yang sedang berjalan menguburkan anaknya di dekat gerbang Nain, anak yang sudah mati itu bangkit kembali.

Yohanes 4, Yesus harus melintasi kota Samaria, padahal itu bukan jalan yang biasa dilalui, tapi Yesus sangat berkepentingan untuk menemui seorang perempuan Samaria. Ketika perempuan itu berjumpa dengan Yesus, dia mengalami perubahan dalam hidupnya, dia dipulihkan, dibenarkan, dibebaskan. Dia menjadi berkat untuk kota di mana dia berada.

Adakah kita merindukan perjumpaan dengan Yesus? Tidak ada persoalan yang terlalu besar untuk Tuhan, Dia sanggup menolong hidup kita. Bersama Tuhan, kita akan menang atas pergumulan hidup kita. Mazmur 118:15,17. Selalu ada harapan di dalam Tuhan, aku akan hidup, aku pasti menang karena Tuhan yang memberikan kemenangan dengan tangan kanan-Nya yang penuh kemenangan.

Amin.