Porsi Terindah

. Hits: 68

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 19 Desember 2021 Oleh Pdp. Joice Moonik

Kejadian 32:28 - Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel  sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.”

Jika kita berada dalam kondisi seperti Yakub yang sedang bergumul, kita bisa memilih untuk tetap bertahan atau menyerang. Kalau kita mau ‘main aman’ kita akan memilih bertahan. Tapi ketika kita mulai merasa ditindas, kita pasti akan menyerang dan target utama yang akan kita capai dalam kondisi seperti ini adalah menang. Apa yang sebenarnya menjadi ketakutan terbesar dalam hidup kita? Ketakutan terbesar sebenarnya kalau kita tidak mendapatkan porsi yang harus kita terima. Tuhan tahu bagian-bagian apa yang harus Dia berikan untuk kita. Kita bisa meminta kepada Tuhan bagian-bagian yang menjadi janji Tuhan untuk terjadi dalam kehidupan kita.

Bicara bagian/porsi, ...

pertama: manusia akan menolak jika porsi itu jelek—memiliki kualitas yang tidak bagus, tidak bisa bertahan, memiliki standar yang biasa-biasa saja yang seharusnya menjadi tujuan. Kejadian 13:7-10, terjadi permusuhan ketika porsi tidak didapatkan, porsi yang seharusnya domba-domba gembalaan Abraham dan Lot harus mendapatkan minum. Mereka harus mengambil keputusan memisahkan diri supaya bisa menemukan porsi masing-masing. Lot sebagai orang muda yang cekatan memilih porsi yang baik, yang dalam pandangannya seperti taman Eden, ada sungai yang mengalir, jadi sangat mudah untuk ternaknya memperoleh bagian air yang jadi kebutuhan hewan-hewan gembalaannya. Abraham sebagai orang tua tidak diberi kesempatan pertama untuk memilih. Kedua: manusia tidak suka dengan porsi yang tidak adil. Tuhan sudah punya takaran porsi bagi kita dan itu menyehatkan kerohanian kita. Kalau kita lihat dari sudut pandang anak-anak, Tuhan sudah berjanji kalau kita berjalan dalam rancangan Tuhan maka kita menerima porsi. Tapi kacamata manusia normal melihat ini kualitasnya jelek, yang saya dapat kualitasnya sepertinya tidak adil. Kita mulai membandingkan dengan porsi yang orang lain terima tanpa kita bersyukur untuk porsi kasih karunia dan keselamatan yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kita. Yohanes 3:16, keadilan Tuhan untuk seluruh dunia dapat menerima porsi rencana Allah.

Kejadian 32:28, ketika kita mendengar nama Yakub, kita punya pandangan masing-masing tentang namanya. Porsi terindah yang diterima Yakub adalah Yakub mengalami perubahan. Yang Allah ingin ubah adalah soal karakter manusia batiniah. Ketika Yakub bertemu dengan Esau, ia mendapatkan hak kesulungan. Ketika dia bertemu dengan ayahnya, dia mendapatkan berkat kesulungan. Ketika Yakub berada dengan Laban ia mendapatkan ternak, harta benda dan bahkan pasangan hidup. Porsi terindah yang diberikan Allah untuk Yakub, berbeda dengan yang dia dapat dari Esau, dari Ishak maupun dari Laban. Dan cara dia mendapatkan porsi itu dengan cara yang berbeda, karakternya diubahkan Tuhan dari manusia lama menjadi manusia baru. Tanda orang yang diubahkan, karakter kita menuju satu kedewasaan. Berbicara soal kedewasaan, bukan soal penampilan kita tapi cara berpikir kita kanak-kanak dalam soal kejahatan (1 Korintus 14:20), jadilah anak-anak yang taat. Yakub tadinya memiliki sifat kanak-kanak, apa yang sudah dia mulai tidak berani dia selesaikan. Setelah mendapatkan hak kesulungan dari Esau, dia lari, dia hidup dalam ketakutan. Seorang yang dewasa dalam Tuhan, harus mau menghadapi setiap tantangan, kesulitan hidup yang Tuhan ijinkan untuk memproses kita untuk masuk dalam kedewasan. Yang berhak untuk menerima waris adalah orang-orang yang dewasa. Tuhan ingin berikan porsi terindah bagi Yakub, diubahkan karakter manusia batiniah hidup di dalam satu kedewasaan. Kedewasaan itu proses, tidak terjadi dalam waktu yang singkat.

Bagaimana Yakub bisa diubahkan? Ketika Yakub dipukul sendi pangkal pahanya—titik kekuatan manusia. Titik kekuatan kita apa? Bisa cara berpikir, kebanggaan kita, orang-orang yang bisa kita andalkan, dsb. Untuk menuju kedewasaan karakternya, keangkuhan Yakub harus hilang. Porsi yang paling kita kejar, kadangkala porsi yang berhubungan dengan fisik kita, yang gampang rusak tanpa kita menyadari kerinduan hati Bapa menemukan porsi terindah ketika kita menjadi umat yang dewasa, kita mengenakan pakaian baru kita. Roh Kudus yang akan menyanggupkan kita untuk menanggalkan karakter manusia lama kita. Mazmur 119:57 – Bagianku ialah Tuhan, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu.

Amin.