Mungkin Hari Ini?

. Hits: 76

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 23 Januari 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesus adalah Allah penentu yang menentukan hidup kita. Ketika waktu penetapan Tuhan, apakah kita masuk di sana?

Daniel 4:17 - Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu. Nebukadnezar mendapat peringatan dari Tuhan, segala sesuatu Tuhan yang menentukan. Allah punya penentuan atas setiap orang. Ketika kita sadar Allah yang menentukan waktunya, apa yang harus kita kerjakan? Belajar dari tiga tokoh yang berbeda, mereka punya kehidupan yang berbeda, ketika mereka sedang menantikan waktunya Tuhan bagi mereka:

1.  Simeon.

     Lukas 2:25-26 – [2:25] Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, [2:26] dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Simeon yang sudah tua, tapi menanti-nantikan Mesias. Simeon tidak kenal Maria dan Yusuf dan tidak tahu bayi Yesus, tapi Roh Kudus sudah memberitahukan ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias. Simeon belum tahu siapa Mesias, dimana akan bertemu, apakah posisinya sebagai bayi atau sudah dewasa. Ketika Simeon dengar firman, dia percaya firman dan dalam pimpinan Roh Kudus dia tetap menanti-nantikan. Maria dan Yusuf datang ke Bait Allah di Yerusalem untuk menguduskan bayi Yesus dan mempersembahkan korban menurut peraturan Taurat. Ayat 27, 28. Ketika Simeon datang ke Bait Allah karena dorongan Roh Kudus bertemu dengan bayi Yesus. Ingat, Simeon belum tahu Mesias, harapannya bertemu Mesias tentu Mesias yang sudah dewasa—keluar dari konsep manusiawinya, tapi dia datang ke Bait Allah karena pimpinan Roh Kudus. Simeon menyambut bayi Yesus dan menggendongnya. Itulah penentuan Tuhan bagi Simeon, sebelum Simeon mati, dia melihat Mesias karena dia tetap menantikan dalam pimpinan Roh Kudus.

2.  Yusuf dari Arimatea.

     Lukas 23:50-51 – [23:50] Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar. [23:51] Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah. Yusuf, dia anggota Majelis Besar, tahu firman Allah, tapi yang membedakan adalah dia mengijinkan firman membangkitkan iman sehingga dia menanti-nantikan Kerajaan Allah. Dia berani berbeda, bersama Nikodemus menurunkan Yesus dari kayu salib. Bilangan 19:11. Mereka mempertaruhkan reputasinya sebagai anggota Majelis Besar, selama tujuh hari ke depan tidak boleh merayakan Paskah (najis karena kena mayat). Bagaimana hidup mereka? Reputasinya hancur, dikucilkan, apalagi karena Yesus dianggap musuh orang Yahudi karena mengaku Anak Allah. Tapi saat itulah yang tepat untuk menanti-nantikan walaupun harus dibayar dengan harga yang mahal. Lukas 23:43 - Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." Perkataan ini menjadi bagian mereka juga. Mereka punya kepastian hidup di Kerajaan Allah karena mereka mangimani. Mungkin semasa hidup mereka tidak terima, tapi waktu penentuan Allah, mereka terima kepastian. Hari ini juga Kerajaaan Allah hadir di bumi seperti di sorga.

3.  Raja Nebukadnezar.

     Daniel 4:17. Tuhan peringatkan Nebukadnezar. Kalau kita diberkati, kita sehat, kalau kita masih hidup saleh semuanya adalah anugerah Tuhan, jangan sombong. Nebukadnezar sudah diperingatkan, dia sombong kemudian terusir dari antara manusia. Daniel 4:34-35, 37. Kabar baiknya, Nebukadnezar sadar, dia menengadah ke langit menanti-nantikan Tuhan, memuji Tuhan. Tidak ada yang bisa menolak kalau Tuhan sudah memutuskan. Percayalah, kalau Tuhan mau memulihkan, tidak ada yang bisa menghalangi.

Yesaya 49:23 - ... Maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu." Masihkah kita menanti-nantikan titiwancine Tuhan? Yesaya 49:4. Hak kita jaminannya adalah Tuhan sendiri. Nantikan Dia. Kabar baiknya ketika Tuhan mau bertindak, Tuhan tidak melupakan kita. Yesaya 49:15-16. Yesus tuliskan nama kita, hidup kita di telapak tangan-Nya, di tanda luka-luka-Nya, dan itu kekal.

Amin.