Pohon Selamat

. Hits: 53

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 6 Februari 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Daniel 2:21 - Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; Ketika kita dengar firman Allah dan menaatinya, kita disebut orang bijak. Tuhan justru akan memberikan hikmat sehingga kita akan punya keputusan-keputusan yang tepat, karena Tuhan yang menentukan saat dan waktu. Kita akan punya pengetahuan. Semakin kita punya pengetahuan, biarlah kita semakin punya pengertian--hati yang bisa memahami sehingga pengetahuan firman bukan untuk menguliti orang lain, tapi justru untuk kita. Kabar baiknya ketika kita ada di dalam pimpinan-Nya, Dia bisa ubah saat dan waktu.

Ada pribadi-pribadi yang pernah putus asa:

Ayub 23:16, Ayub dalam penderitaan, di titik nadir. Dia mulai merasa Tuhan yang membuat aku putus asa dan aku tidak bisa merubah situasinya. Sepertinya Tuhan menempatkan aku dalam situasi yang putus asa. Raja Salomo putus asa di puncak kesuksesannya, semua yang didapatkan rasanya tidak ada bisa yang memuaskan, Pengkhotbah 2:20-23. Ada satu kabar baik, Injil adalah kabar baik. Ketika kita percaya, hidupi Injil, kita terima kabar baik. Kabar baiknya, Yesus katakan, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Itulah tujuan kehadiran Yesus.

Ada dua pribadi yang menghadapi keputusasaan karena mereka benar-benar tidak punya harapan:

Lukas 23:40-43. Salah satu penjahat yang sama-sama tersalib di samping salib Yesus, ajalnya sebentar lagi tiba dan dia tidak bisa melepaskan diri. Dia tahu dosanya dan dia sedang tanggung konsekuensinya, dia tahu takdirnya mati sebagai seorang penjahat dan dia akan terpisah selama-lamanya dengan Tuhan. Sengsara di dunia dan tidak punya masa depan di dalam kekekalan. Kabar baiknya dalam keputusasaannya, ia hanya katakan Yesus kalau Engkau sampai di Firdaus, ingat aku. Yesus berikan kepastian hari ini juga engkau ada bersama-sama dengan Aku di Firdaus. Ada pengharapan di dalam Yesus.

Yohanes 8. Perempuan yang kedapatan berzinah, seharusnya menurut hukum Taurat perempuan dan laki-laki itu, keduanya harus dirajam dengan batu sampai mati. Imamat 20:10. Tapi rupanya perempuan itu jadi alat konspirasi, imam-imam dan ahli-ahli Taurat hanya menyeret perempuan ini sampai di halaman Bait Allah. Perempuan ini ada di titik nadir, dia tidak punya harapan. Orang-orang yang menyeretnya terus bertanya pada Yesus apa yang harus diperbuat pada perempuan ini. Yesus membungkuk di tanah dan menulis. Kabar baiknya, Yesus mau sama rendahnya dengan kita yang berdosa, Dia membungkuk. Ketika terus-menerus ditanya oleh ahli Taurat, maka Dia berdiri. Dia berdiri sebagai Allah yang mengubah saat dan waktu. Tuhan tahu keberadaan, keterpurukan kita. Yesus katakan, "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (ayat 7). Orang-orang yang akan melempari perempuan itu dengan batu, satu per satu pergi meninggalkannya. Yesus membungkuk lagi dan menulis, sesudah berdiri, Yesus bertanya, "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun (kasih karunia) tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." (ayat 10,11). Yesus menyelubunginya dengan jubah kebenaran. Ketika tidak ada harapan, kabar baiknya, ketika kita datang kepada Allah, masih ada harapan.

Ibrani 4:16. Kita punya keberanian hampiri kasih karunia. Yesus adalah kasih karunia dan kebenaran itu. Mazmur 51:1-3. Daud dan Batsyeba adalah aib. Tapi ketika Daud dan Batsyeba masuk dan menghampiri tahta kasih karunia, Tuhan sanggup ubahkan aib jadi ajaib. Karena keturunan yang menurunkan Yesus justru dari Batsyeba yang masa lalunya dianggap aib.

Ibrani 5:8-9. Sesudah Yesus taat di kayu salib, Dia capai kesempurnaan, Dia naik ke sorga, Dia menjadi pohon selamat yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya. Manusia pertama jatuh ke dalam dosa karena pohon pengetahuan. Kejadian 3:24, jalan ke pohon pengetahuan dijaga oleh malaikat yang membawa pedang, sehingga tak ada satu manusia pun yang bisa sampai ke pohon kehidupan. Wahyu 2:7, Tuhan sudah sediakan pohon kehidupan. Kita tidak bisa jalani dari pohon pengetahuan sampai ke pohon kehidupan kalau kita coba dengan kekuatan kita sendiri. Kabar baiknya, Yesus sudah menjadi pohon selamat yang kekal dari dunia sampai di sorga. Mungkin kita merasa pengharapan kita mati, datanglah pada Yesus pohon kehidupan, Dia berikan kelimpahan dan Dia menyertai hidup kita.

Amin.