Menghadirkan Kerajaan Allah

. Hits: 59

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 Februari 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Allah akan menepati janji-Nya, apa yang Dia firmankan akan digenapi. Yesaya 51:5 - Dalam sekejap mata keselamatan yang dari pada-Ku akan dekat, kelepasan yang Kuberikan akan tiba, dan dengan tangan kekuasaan-Ku Aku akan memerintah bangsa-bangsa; kepada-Kulah pulau-pulau menanti-nanti, perbuatan tangan-Ku mereka harapkan. Kata pulau-pulau ini dalam bahasa aslinya eiy, bicara tentang pulau pesisir, negara kepulauan. Kita bagian dari warga Negara Indonesia,  Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan. Firman Allah jelas menuliskan negara kepulauan menanti-nantikan Tuhan. Ijinkan Tuhan berkarya atas hidup kita.

Tuhan ingin kita menjadi bagian dari rencana-Nya. Sebetulnya Allah sanggup ketika mengubah saat dan waktu, Allah bisa saja mengatur manusia untuk semuanya taat seperti robot. Tapi kabar baiknya, kepada manusia Allah berikan kehendak bebas untuk bisa ambil pilihan. Permasalahannya, manusia yang diberi kehendak bebas apakah mau masuk dalam rencana Allah? Rupanya tidak semua orang mau masuk dalam rencana-Nya.

Roma 8:28. Allah tetap berkuasa atas segala sesuatu, situasinya boleh buruk, tapi Allah bisa ubah untuk jadi kebaikan. Situasinya boleh gelap, tapi kegelapan tetap punya fungsi. Untuk mencuci roll film harus masuk di ruang gelap. Sebab ketika film seluloid dicuci di ruang gelap, maka semua gambar di film itu akan tercetak permanen. Kalau tidak lewati ruang gelap, gambar itu akan hangus. Justru melewati ruang gelap yang Allah ijinkan, Allah ingin ketika kita menyaksikan kemurahan-Nya, kemurahan-Nya itu tercetak permanen. Segala sesuatu tetap mendatangkan kebaikan, syaratnya: bagi yang mengasihi Tuhan dan bagi yang mau terpanggil dalam rencana Tuhan. Ada banyak orang mengasihi Tuhan tapi tidak mau terpanggil dalam rencana Tuhan. Ada banyak orang bisa berkata aku mengasihi Engkau, tapi begitu melewati ruang gelap mulai bersungut-sungut, marah. Kadangkala ruang gelap lewat gesekan satu dengan yang lain--firman Allah mengatakan ampunilah satu dengan yang lain, tapi tidak mau mengampuni karena merasa terluka, sebagai korban dan ingin membalas.

Allah ingin kita masuk dalam rencana-Nya tetapi ketika masuk dalam rencana-Nya, Tuhan ijinkan memang ada perkara-perkara yang kadangkala melukai kita dalam berhubungan dengan orang lain. Amsal 20:22 - Janganlah engkau berkata: "Aku akan membalas kejahatan," nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau. Tuhan ingin kita masuk dalam rencana Allah, Allah tetap berkuasa untuk mengubah saat dan waktu. Tetapi kuasa-Nya dibatasi oleh kehendak bebas kita, pilihan kita. Jangan merancangkan kejahatan.

Rasul Paulus menuliskan dalam Roma 12:17 - Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Balaslah kejahatan dengan kebaikan. [12:18] - Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Mulailah dari diri kita. Mungkin rasanya kita ditindas, diinjak, tapi hiduplah berdamai dengan situasimu. Ketika kita belajar berdamai (ayat 19-21), saat kita bersyukur, Allah sedang taruhkan kuasa yang besar. Ketika Tuhan berkata jangan balas kejahatan dengan kejahatan, Tuhan bukan sedang melukai hidup kita, tapi Tuhan sedang memperkuat hidup kita. Tuhan mempersiapkan kita masuk dalam rencana-Nya yang besar. Jangan kalahkan kegelapan dengan kegelapan, tidak akan ada habis-habisnya. Ketika kita masuk dalam rencana Allah setujuilah firman Allah.

Rasul Petrus menuliskan dalam 1 Petrus 3:9 - dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Belajarlah memberkati, memberkati lewat mulut kita, lewat komentar-komentar kita, lewat apa yang kita tuliskan di media sosial. 1 Petrus 3:10-11. Kalau mau menikmati hari-hari yang baik, jaga lidah kita, bibir kita, ‘jempol’ kita. Carilah perdamaian dan usahakan mendapatkannya. Jadi dimulai dari diri kita.

Memang tidak selamanya Tuhan tempatkan kita di situasi yang baik. Tapi ketika kita mau bersyukur, berdamai dengan situasi, hati akan tenang karena hidup kita dipegang Tuhan. Hidup kita didefinisikan, ditentukan oleh Tuhan, bukan oleh orang lain. 1 Petrus 3:12 - Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat." Di dalam Kristus kita disebut orang benar. 2 Korintus 5:21, Yohanes 17:17. Tuhan menguduskan kita dengan firman-Nya yang adalah kebenaran. Kabar baiknya, ketika kita mau setuju dengan firman Allah, kita sedang mewujudkan doa Yesus yang Yesus ajarkan pada kita. Matius 6:10 - datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Situasinya boleh buruk, tapi ketika kita setuju dengan Tuhan, seirama dengan firman-Nya, kita ijinkan hidup kita dilingkupi dengan firman, bukankah firman itu adalah Kerajaan Allah yang hadir dalam hidup kita? Hadirkan Kerajaan Allah waktu kita imani dan hidupi firman Allah.

Amin.