Pengertian Tentang Waktu Tuhan (Naftali)

. Hits: 89

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 6 Maret 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kita memang hidup di masa yang sukar, tapi firman Allah tidak pernah gagal. Efesus 5:16-17, ketika kita tahu ini adalah hari-hari yang jahat, responilah firman. Meresponi hari-hari yang jahat dengan cara mengerti kehendak Tuhan, mulai punya pengalaman dengan firman.

Isakhar, Zebulon dan Naftali, ketiganya berasosiasi untuk menggenapi firman Allah, mereka punya sikap hati yang sama. 1 Tawarikh 12:32 berkisah tentang Isakhar, anak Yakub terlahir dari istri yang kurang dikasihi, bahkan diberkati ayahnya diberkati dengan berkat keledai, berkat budak rodi. Isakhar tahu kondisinya tidak kondusif, dia mengerti faktanya, dia punya pengetahuan tentang fakta itu, tapi dia hidupi firman. Sehingga apa yang dia imani itu jadi pohon kehidupan.

1 Tawarikh 12:33, Zebulon juga pribadi yang sama-sama tidak dikasihi, bahkan Yakub memberi berkat pinggiran, berkat pesisir. Bahkan ketika Musa memberkati ia memang akan menerima harta dari kedalaman laut dan engkau akan menghisap kelimpahan dari pasir. Zebulon ketika terima berkat itu, ia punya sikap hati pegang firman Allah.

1 Tawarikh 12:34, Naftali. 1 Tawarikh 12 bicara tentang ketika Daud dari suku Yehuda diangkat Tuhan jadi raja, mereka masih tinggal di Hebron (di daerah Yehuda), sedangkan Isakhar, Zebulon dan Naftali dari kerajaan Israel, tapi mereka tidak iri. Ayat 40, rupanya perkumpulan tiga suku yang sehati ini mereka mendukung Daud dengan tidak bercabang hati dan segenap akal budi mereka, juga dengan segenap kekuatan dan kekayaan. Ketika kita sedang menghadapi fakta, responi fakta berdasarkan firman, engkau akan menjadi berkat. Kabar baiknya ketika kita punya kebiasaan meresponi fakta berdasarkan firman, Tuhan akan pertemukan dengan orang-orang yang sehati sehingga bisa sama-sama membangun dan bertumbuh.

Bagaimana kondisi Naftali? Naftali terlahir dari gundik Yakub yaitu Bilha. Kadang kondisi ini menyebabkan sakit hati, tapi rupanya Naftali punya sebuah sikap hati yang berbeda, Kejadian 49:21, ketika Yakub memberkati Naftali atas ilham dari Allah sendiri, Yakub bisa melihat ada kualitas yang luar biasa dalam hidup Naftali. Naphtali [is] ahind let loose: he giveth goodly words [KJV]. Naftali seperti rusa betina yang terlepas: dia selalu berkata yang baik. Rupanya perkataan kita menentukan hidup mati kita. 1 Petrus 3:10. Mungkin sepertinya kita tidak pernah mengutuki hari-hari kita, tapi kata kutuk dalam Perjanjian Baru menggunakan kata katara, bukan hanya sekadar mengutuki tapi speak down. Kalau kita mau melihat hari-hari baik, jaga lidah kita. Naftali dia melihat kondisinya, tapi dia bukan memperkatakan situasinya tapi dia memilih goodly words (kata-kata yang baik) untuk keluar dari mulutnya dan itu mendatangkan berkat.

Ulangan 27:12, ketika  bangsa Israel akan masuk ke Tanah Perjanjian, Musa membagi suku-suku itu. Ada 6 suku di gunung Gerizim untuk memberkati, ada 6 suku di gunung Ebal  untuk mengutuki. Isakhar termasuk 6 suku yang memberkati kalau engkau taat pada firman, berkat ini akan datang. Kalau engkau tidak taat kepada firman, kutuk ini akan datang, termasuk yang harus menyampaikan firman itu--Zebulon dan Naftali, (ayat 13). Ulangan 27:15-26, ada 12 perkataan kutuk. Ayat 20, ketika menerima firman, terimalah firman sebagai pohon kehidupan, jangan terima firman hanya sebagai pohon pengetahuan. Kalau hanya menerima firman sebagai pohon pengetahuan, engkau memang mahir tentang firman Allah, tapi firman tidak pernah bekerjasama dengan iman, tapi justru mencelakakan. Buktinya: Ruben meniduri Bilha, gundik ayahnya. Ruben tahu firman ini, karena dia dendam kepada ayahnya, dia meniduri Bilha. Reaksi dari Naftali dan Zebulon berbeda, mereka punya alasan untuk sakit hati, kecewa, tapi mereka terima firman sebagai pohon kehidupan, sehingga firman bukan dipakai untuk menguliti/menghakimi orang lain, tapi mengijinkan firman bekerja. Galatia 3:10-12. Yohanes 15:5. Kalau kita tinggal dalam firman, kita terima firman sebagai pohon kehidupan engkau akan berbuah, lebih banyak berbuah (ayat 2), berbuah banyak. Kita akan lihat pertumbuhan.

Naftali dia tahu kondisinya, ketika dia tetap berkata-kata yang baik, meresponi firman, ada satu nubuatan dalam  Yesaya 8:23 - Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. Ini digenapi di zaman Yesus, Matius 4:12-16 - ... [4:16] bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." Kalau Allah sudah berfirman, Dia buktikan. Tuhan sendiri yang akan terbit, Yesus sendiri yang akan hadir dalam hidup kita. Bukan tugas kita mewujudkan firman, Allah yang berfirman, Dialah yang akan genapi firman.

Amin.