Tersedia Untuk Lawatan Allah

. Hits: 64

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 1 Mei 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Lukas 19:44 - dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau." Ini adalah peringatan Yesus kepada orang-orang Yahudi yang mengabaikan lawatan Allah. Ketika mengabaikan maka akan alami kebinasaan. Yesus adalah Allah atas ruang dan waktu, Dia sudah lihat jauh ke depan. Kehadiran Yesus adalah bukti Allah melawat umat-Nya. Ayat 41-42, sebetulnya lawatan Allah menghasilkan damai sejahtera, tetapi hal itu tersembunyi kamu. Ketika kita responi lawatan-Nya Tuhan adalah Allah keselamatan kita, tetapi Dia juga Allah damai sejahtera kita. Ayat-ayat ini bukan ditujukan untuk mereka yang tidak mengetahui firman, para ahli Taurat bahkan bisa memberikan nasihat kepada Herodes waktu Yesus akan lahir, tapi yang datang ke Betlehem hanya orang majus dan para gembala. Ahli Taurat tahu firman tapi mereka tidak datang karena mereka tidak mau sambut lawatan Allah. Jangan hanya sekadar makin lama makin tahu firman tapi giliran menghadapi fakta yang diperkatakan faktanya. Bukankah ketika firman menjelma menjadi manusia bertabernakel/diam di antara kita (Yohanes 1)? Sebetulnya lawatan Allah tergantung apakah kita responi Dia?

Nubuatan nabi Yoel, Yoel 2:23-25, Tuhan sudah menubuatkan untuk bani Sion, bukan Sinai. Sinai bicara tentang usaha manusia untuk mendekati Allah. Bagi bani Sion, umat ketebusan-Nya yang terima lawatan kasih karunia-Nya, Tuhan sudah sediakan hujan tepat pada waktunya. Tuhan sudah janjikan, kadang kita punya kekuatiran memang, tapi kita golongan bani Sion, Tuhan akan memulihkan semua yang pernah hilang. Ayat 28, Roh Kudusnya akan turun dan memenuhi semua manusia. Tuhan kita adalah Tuhan yang lengkap, kalau Dia mau memakai kita, Dia akan berkati lengkap roh, jiwa dan tubuh. Memang semuanya pernah digerogoti karena dosa, manusia sudah salah. Tapi kabar baiknya waktu kita mau percaya kita golongan bani Sion, Galatia 4:21-26 LAI memberikan judul Hagar dan Sarah, memberikan gambaran istri dari Abraham. Hagar adalah istri dari kekuatan Abraham, tapi Sarah adalah istri kasih karunia, karena dari Sarah Abraham menikmati anak bukan karena kekuatannya tapi hanya karena anugerah. Lihat terjemahan FAYH. Hagar bicara tentang upaya manusia. Rasul Paulus menjelaskan Sion adalah kita, anak perjanjian, anak bukan karena sebuah usaha. Kita diselamatkan bukan karena sebuah upaya tapi karena kita beriman. Itu sebabnya kenapa Yesus bicara kepada orang-orang Yahudi, kamu tidak tahu kapan saatnya Allah melawat engkau. Yesus sudah hadir melawat umat-Nya: orang kusta disembuhkan (Matius 8), perwira Romawi yang hambanya sakit, perempuan Siro-Fenisia, perempuan yang pendarahan 12 tahun bahkan perempuan yang kedapatan berzinah (Yohanes 8). Ada kasih karunia tersedia dan itulah anak-anak Sarah, anak-anak Sion. Tidak ada yang bisa kita banggakan. Kabar baiknya, kasih karunia Allah akan mendefinisikan hidup kita berbeda dengan fakta. Kadangkala fakta mulai berbicara saya tidak layak, sudah gagal, itu memang fakta, tidak bisa diubah, tapi kasih karunia akan mendefinisikan berbeda, membuat kita tersedia untuk lawatan-Nya yang luar biasa.

Kisah tentang Gideon. Hakim-hakim 6:11. Faktanya Gideon itu adalah hanya anak bungsu dari kaum terkecil, suku Manasye. Bahkan ketika dia sedang bekerja dalam ketakutan. Orang-orang Midian senang memanen apa yang sedang ditanam orang Israel. Itu adalah tipu muslihat iblis, Allah menanamkan firman Allah, tapi tidak pernah kita panen. Jangan sampai kita tahu firman tapi kita tidak mengalami. Ayat 12, definisi Tuhan berkata Gideon pahlawan yang gagah berani. Tuhan tidak sedang menghina Gideon, Dia bersungguh-sungguh. Kasih karunia Allah sedang mendefinisikan hidupnya. Ayat 13, Gideon punya argumen, tapi tidak peduli betapa berantakannya hidup kita, kasih Allah tetap tertuju pada hidup kita. Itu tidak merubah kasih Allah pada Gideon. Ayat 14, Allah berkata pergilah sesuai dengan kapasitasmu, kemampuanmu, selamatkan orang Israel dari orang Midian, Aku yang mengutus, Aku yang menyertai. Ayat 15, Tuhan tidak berdiri atas fakta hidup kita, Tuhan lihat potensi hidup kita, apakah kita tersedia untuk lawatan-Nya. Semakin kita tidak berdaya dan berserah kepada-Nya, semakin sempurna kuasa-Nya bekerja. Waktu Gideon dengar suara Tuhan, dia mulai kumpulkan orang. Dari 32.000 orang yang terkumpul untuk menjadi pasukan Gideon, Tuhan berkata terlalu banyak, akhirnya hanya tinggal 300 orang. Hakim-hakim 7:7, Tuhan berkata, "Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu;.... Ingat, musuh mereka seperti pasir, kemungkinan jumlah mereka ratusan ribu, pasukan Gideon hanya 300, tidak sebanding. Senjata pasukan Gideon aneh, Tuhan memberikan senjata (ayat 16) sangkakala dan buyung kosong di dalamnya ada pelita. Kalau Tuhan yang berfirman, Tuhan bisa kerjakan di dalam kasih karunia-Nya bukan di dalam kekuatan kita. Ayat 20-21, kalau Allah bekerja, kekuatan kita hanya tiupkan sangkakalamu, suarakan firman yang Tuhan sudah taruh dalam hidupmu. Berapa banyak kali orang sudah tahu firman, tapi begitu menghadapi fakta yang diperkatakan faktanya. Bukankah ketika Allah sendiri melihat langit tidak berbentuk, Allah berkata jadilah terang. Hidupmu sedang gelap? Tiuplah sangkakala, mulai perkatakan firman, pecahkan buyung manusia lama, egomu, ijinkan suluh firman itu menyala. Hasilnya dahsyat, bukan Gideon dan pasukannya yang mengalahkan, tapi peperangan adalah miliknya Tuhan. 2 Tawarikh 20, pasukan Yosafat hanya memuji Tuhan, menaikkan ucapan syukur.

Ketika Allah siapkan umat-Nya, tentara-Nya untuk menerima lawatan Tuhan Mazmur 68:10-13, LAI memberikan judul perarakan kemenangan. Situasi kita kadangkala gersang, perkatakan firman. Kekuatan saya sudah gersang seperti Abraham tidak ada potensi, tapi hujan yang melimpah Tuhan yang siramkan, Tuhan yang suburkan kembali. Kita adalah kawanan hewannya Tuhan, menetaplah di ruang lawatan Allah, dengan kebaikan Tuhan sudah sediakan. Perkatakan firman, imani, dan kita akan menikmati kebaikan Tuhan. Kabar baik itu adalah firman, ketika kita aktifkan firman, kita menjadi tentara-Nya yang besar. Kita masuk dalam perarakan kemenangan Allah, kita memang masih di bumi, tapi Yesus mengajarkan datanglah Kerajaan-Mu di bumi seperti di sorga. Kapan itu terjadi? Kalau kita aktifkan dan perkatakan firman. Allah sedang melawat umat-Nya, tapi apakah kita tersedia dan imani firman Allah?

Amin.