Penebusan Adalah Kata Terakhir Allah Untuk Kita

. Hits: 65

 

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 12 Juni 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Ketika kita percaya firman Tuhan, Dia sedang pimpin hidup kita. Di dalam firman-Nya ada segala sesuatu yang Dia sediakan. Berbicara tentang penyediaan Allah, itu selalu lengkap untuk roh, jiwa, dan tubuh. Ketika Dia menyediakan buat kita, Dia sediakan yang kita perlukan, Dia berikan kuasa-Nya, damai sejahtera-Nya dan Roh Kudus-Nya. Penebusan adalah kata terakhir Allah untuk kita, bukan penghakiman. Belajar dari kitab Yesaya, Allah ingin kita terima kata-kata terakhir itu dalam hidup kita.

 

Yesaya 61:1-3 – [61:1] Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, [61:2] untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, [61:3] untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

 

Pendahuluan Kitab Yesaya.

 

Yesaya adalah seorang nabi dan pelihat. Hidup 740 - 700 SM. Anak Amos. Keponakan Raja Uzia (ps. 1:1). Pria terpelajar dan terkemuka (kalangan bangsawan), menikah dengan seorang nabiah (ps. 8:3) mempunyai 2 anak laki-laki: Syear Yasub (ps. 7:3) yang artinya “sisa-sisa akan kembali” dan Maher-Shalal Hash-Bas (ps. 8:3) “cepatlah, ke barang-barang rampasan”.

 

Pembaca.

 

Kitab Yesaya pembacanya mula-mula ditujukan untuk bangsa Israel. Akhirnya, nubuatan Yesaya untuk seluruh dunia. Menyingkapkan kepada dunia--yang sudah tercemar dosa-- tentang keindahan, kemuliaan, pengharapan akan Yesus Sang Mesias (ps. 52:13-53:12, ps. 54).

 

Tema Utama.

 

1.   Alkitab dalam satu buku.

 

      Ada 66 pasal, terbagi atas 39 pasal (bagian pertama, 1-39) – Perjanjian Lama dan 27 pasal (bagian kedua, 40-66) – Perjanjian Baru. Ps. 1:2 langit dan bumi. Anak-anak yang memberontak. Yesaya 1:6, dosa membuat bumi terkutuk. Yesaya 1:8, keadaan manusia ketika jatuh dalam dosa, hidupnya seperti gubuk reyot, terpisah dari Allah, dari ujung kaki sampai ujung kepala sakit. Tetapi Allah tetap punya rencana untuk menebus. Ps. 66:22 langit dan bumi yang baru. Keturunan yang namanya akan tinggal tetap (Wahyu 21:22). Ps. 40:3 suara yang berseru di padang gurun (Yohanes 1:23).

 

2.   Penghakiman untuk pemberontakan.

 

      (ps. 7:1-12:6, 13:1-23:18). Satu kesalahan harus tetap dihakimi, diselesaikan. Namun selama penghancuran dan penghakiman itu, Allah menyebut umat Israel—yang selalu memberontak—“Putri Sion” 7 kali (ps. 1:8, 4:4, 10:32, 16:1, 37:33, 52:2, 62:11). Walau tinggal di gubuk reyot, Allah akan memulihkan menjadi Yerusalem Baru, dimana Allah dan manusia bersatu, tidak lagi terpisah ps. 62:11-12. Inilah isi hati Allah.

 

3.   Harapan akan pemulihan dan penebusan bagi umat Allah.

 

      Allah adalah Allah yang memulihkan, bahkan bagi orang-orang yang sudah sangat mengecewakan-Nya (ps. 8:6). Dia selalu mempunyai orang-orang yang tersisa, “benih kudus”. Imanuel (ps. 7:14, 8:8). Inilah penyediaan Allah.

 

      Pemulihan dan penebusan dipadatkan dalam 3 nyanyian:

 

      - nyanyian pujian orang-orang tebusan (ps. 12).

 

      - nyanyian sukacita orang-orang tebusan (ps. 35).

 

      - nyanyian tentang keselamatan (ps. 52:7-12).

 

      Kata Ibrani untuk keselamatan: Yeshuw’ah (dituliskan 28 kali) – Yesus: Yeshuw’ah. Penebusan adalah kata terakhir Allah, bukan penghakiman.

 

      Mengenal Yesus berarti mengenal Allah pemberi keselamatan yang mengutus Dia (Yohanes 14:9).

 

4.   Berita tentang Mesias.

 

      Ps. 7:14 Imanuel – Matius 1:23 dikutip Gabriel saat menjumpai Yusuf. Ps. 9 menubuatkan pelayanan Yesus, memiliki 5 urapan (ay. 5/6 KJV). Ps. 42:1-13 Hamba Tuhan membawa terang pada bangsa-bangsa. Ps. 50:4-9 Hamba Tuhan yang taat menyatakan kehendak Bapa. Ps. 52:13-53:12 Hamba Tuhan yang menderita (menjadi korban) supaya ktia diselamatkan karena pemberontakan harus dihakimi, harus benar-benar diselesaikan, Yesus yang melakukannya.

 

Kata kunci dari Kitab Yesaya: Yesaya 64:4 - Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian. Allah kita, ketika kita tidak sempurna, Dia bertindak supaya di dalam kebenaran-Nya, dalam kesempurnaan-Nya kita bisa datang. Yesaya 53:4-11.

 

Amin.

 

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; text-align:center; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}