Tuhan Pengharapan (Setia Nantikan Waktu Tuhan)

. Hits: 63

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 7 Agustus 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Habakuk 2:1-3 - .... [2:2] Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. [2:3] Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.

Mungkin pergumulan, doa-doa kita belum terjawab, bagaimana kita setia menantikan waktunya Tuhan?

Setia bukan hanya sekadar menunggu dan didapati pasif. Yang dimaksud dengan setia adalah bagaimana penerapannya. Menghadapi keluhan dari Habakuk, Tuhan berkata tuliskanlah. Apa yang Tuhan firmankan tetap punya proses waktu. Kalau Allah berfirman tidak menipu, apabila rasanya lama nantikanlah, sebab janji Tuhan itu akan datang dan tidak ditunda. Sementara kita setia menantikan Tuhan, tuliskanlah.

Ulangan 31:19, Tuhan berpesan kepada Musa sebelum ia digantikan oleh Yosua (ayat 14). Tuhan akan berikan firman yang akan digenapi atas Israel, tuliskan dan taruh di mulut umat-Ku. Manusia itu mudah lupa, hubungkan dengan Roma 10:8. Firman dekat dengan mulut kita, tapi kita harus tuliskan sehingga sambil lalu kita bisa melihatnya. Itu sebabnya Tuhan berpesan kepada Musa tuliskan dan taruh di mulut umat-Ku. Yang Tuhan berikan adalah firman iman, firman yang hidup, bukan sekadar kata-kata motivasi.

Ulangan 31, nyanyian pendahuluan. Ulangan 32, nyanyian Musa. Perkataan Tuhan itu dahsyat. Iblis paling senang kita tidak menghargai firman yang dahsyat. Ketika kita ijinkan firman dituliskan Allah di dalam hati dan akal budi kita dan diletakkan di mulut kita, firman itu dahsyat. Ulangan 32:1-4 - [32:1] "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku. [32:2] Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan. [32:3] Sebab nama TUHAN akan kuserukan: Berilah hormat kepada Allah kita, [32:4] Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia. Allah kita adalah Allah yang sistematis, Allah yang lengkap. Bagi tunas muda dibutuhkan hujan renai, tapi bagi tanaman yang sudah kuat dibutuhkan hujan lebat. Iblis paling senang kita tidak tahu kenyataan Ilahi ini. Walaupun sekarang belum kita lihat hasilnya, sementara kita menantikan waktu Tuhan, tuliskanlah. Ingat, Dia Gunung Batu yang pekerjaan-Nya sempurna, ketika kita bertindak dengan iman, bahkan dimana pun kita berada, langit dan bumi kita akan takluk pada perkataan mulut kita.

Ulangan 32:7-10. Ayat 9 [FAYH] - Ia memberikan kepada mereka masing-masing malaikat penjaga! Tetapi Israel tidak diberi-Nya malaikat penjaga; Karena Israel adalah bagian TUHAN, umat milik-Nya pribadi! Kita adalah Israel rohani, kita adalah bagian Tuhan, milik pribadi Tuhan. Ayat 10 - Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. Hidup kita seperti di padang gurun, di tengah auman dan kadangkala kita gentar mendengar auman, tapi Tuhan kelilingi, awasi dan jaga kita karena kita biji mata-Nya. Zakharia 2:8 - Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu -- sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya --, orang Kristen bisa saja sepertinya dijahati, tapi siapa yang menjamah kita, menjamah biji mata Tuhan.

Ulangan 32:30. Mungkin rasanya ada ribuan musuh di sekitar kita, ingat, ada Gunung Batu yang menyertai hidup kita. Tuhan sudah berjanji “Satu orang saja dari pada kamu dapat mengejar seribu orang, sebab TUHAN Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu.” (Yosua 23:10).

Ulangan 32:46-47. Kita ada di dunia yang agresif saat ini. Musuh, permasalahan rasanya ribuan, tapi pegang firman Allah, tuliskan, baca dan perkatakan. Musa berkata perkataan Tuhan adalah perkataan hidup, ketika kita tuliskan itu menjadi rhema dalam hidup kita, lebih hanya sekadar menjadi peraturan-peraturan. Yohanes 6:68. Petrus punya pengakuan perkataan-Mu adalah perkataan yang hidup. Biarlah kita juga berkata Tuhan, perkataan-Mu adalah perkataan hidup, perkataan yang kekal dan saya mau tinggal di dalamnya.

Amin.