Sehat Dan Kuat Dalam Tuhan

. Hits: 57

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 11 September 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika dunia sedang kesusahan, jadilah garam yang memberi rasa. Rencana Tuhan adalah kita sehat dan kuat di dalam Tuhan. Allah ingin kita menikmati semua yang Dia kerjakan. Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Ketika Allah menyampaikan firman-Nya, Ia tidak sekedar membesarkan hati. Allah bersungguh-sungguh dengan perkataan-Nya. Tetapi apakah firman itu kita simpan dalam hati?

Yesaya 64:4, “Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.” Allah bertindak ketika kita menantikan Dia, ketika kita terukir atau digoreskan. Ketika menantikan Tuhan seperti terukir, ada Allah yang akan bertindak untuk mewujudkan firman-Nya, diawali dengan penebusan-Nya. Ibrani 9:11-13, Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, -- artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --  dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,Seorang imam besar zaman Musa yang akan masuk ke dalam ruang mahakudus, perlu membawa darah anak lembu dan anak domba. Tetapi Imam Besar kita membawa darah-Nya sendiri, dan dengan itu setiap kita yang percaya Yesus, mendapat kelepasan yang kekal. Tidak ada kutuk lagi.

Ibrani 2:14-15, “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.Kematian Kristus yang utama adalah menebus dosa, dan yang kedua adalah bebaskan kita dari kuasa maut. Ketakutan akan kematian adalah tipu daya iblis. Hidup dan mati kita di tangan Tuhan, sekalipun rasanya harus melewati lembah bayang-bayang maut, tetapi ada gada dan tongkat Tuhan untuk melindungi kita. Karya salib-Nya, membuat hidup kita berpindah dari kuasa maut pada kuasa Yesus. Secara jasmani mungkin kita terbatas, tapi mana yang kita percaya? Allah dengan firman-Nya atau fakta?

Ibrani 1:3, “Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,” Ia menopang segala yang ada termasuk kesehatan, bisnis, kekhawatiran kita. Dia sanggup mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada. Setiap kita punya firman. Jangan hanya sekedar tahu firman, tetapi lebih condong pada fakta.

Amsal 4:20-21, “Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.” Allah ciptakan fakta dengan firman-Nya yang berkuasa. Simpan firman, bukan menyimpan ketakutan dan kekhawatiran yang akan merusak tubuh kita. Amsal 4:22, “Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.” Ketika kita simpan firman Allah, itu menjadi kehidupan dan juga kesembuhan. Orang percaya akan hidup dengan iman, bukan karena melihat. Dia akan kuatkan kita di saat kita lemah.

Amin.