Hati Yang Lapar dan Haus

. Hits: 19

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 17 Mei 2026 Oleh Pdt. Bambang Tri Susilo

Pengajaran Yesus di atas bukit. Matius 5:6 - Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Hati = Lev (לב) - bahasa Ibrani. Hati dalam bahasa kesehatan = liver, organ vital yang berfungsi untuk memetabolisme nutrisi, menyaring racun (detoksifikasi), dan memproduksi cairan empedu. Dalam bahasa sastra hati adalah pusat kesadaran. Kalau kita hubungkan dengan lapar dan haus, hati yang adalah pusat kesadaran rindu selalu berhubungan dengan Sang Kebenaran. Kisah Para Rasul 13:52 - Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus. Apa kaitannya penuh dengan Roh Kudus dengan hati yang lapar dan haus? Bahasa asli kata lapar = peinōntes, haus = dipsōntes. Kata lapar dan haus itu: aku makan hari ini, besok tetap lapar dan seterusnya tetap lapar. Kalau hubungannya dengan Roh Kudus, maka hati ini harus rindu selalu berelasi dengan Roh Kudus. Kata penuh = pleroo, memuat kata digerakkan dan didominasi. Hati yang selalu rindu digerakkan dan didominasi (dikuasai) oleh Roh Kudus.

Kebangunan rohani di Gereja  Antiokhia (ada dua: Gereja Antiokhia Virgia dan Siria). Pusat kekristenan kedua setelah Yerusalem adalah Gereja Antiokhia Siria, dimana Yerusalem mengalami satu proses pada tahun 70 dihancurkan oleh Jendral Titus, kemudian terjadi penganiayaan. Orang Kristen yang tinggal di Yerusalem mengalami kelaparan dan penganiayaan dari saudara-saudaranya sendiri. Karena dalam peperangan ini orang-orang Kristen tidak mau ikut terlibat di dalamnya. Karena mereka tahu bahwa ini adalah penggenapan nubuat dari Tuhan Yesus bahwa akan ada penghancuran di Yerusalem. Gembala di Virgia adalah Paulus, Siria digembalakan Petrus. Hati mereka digerakkan oleh Roh Kudus. Apakah kita masih digerakkan oleh Roh Kudus? Orang yang lapar dan haus Tuhan akan peka terhadap dorongan-dorongan Roh Kudus dan dominasi (penguasaan) Roh Kudus di dalam kehidupannya. Tuhan Yesus mengatakan dalam khotbah di atas bukit, bagian ini sebagai fondasi kehidupan kekristenan: berbahagia mereka yang lapar dan haus akan kebenaran. Miliki hati yang lapar dan haus, selama kita memiliki hati yang lapar kepada Tuhan, kita akan bisa menangkap sinyal saat Roh Kudus bergerak, menggerakkan kehidupan kita dan gereja.

Basecamp penginjilan Paulus dan Barnabas itu adalah Gereja Antiokhia. Mengapa? Karena jemaat yang ada di Antiokhia mereka punya antusias hati yang lapar dan haus akan Tuhan. Dan Tuhan inginkan kita juga memiliki hal yang demikian. Jadilah orang Kristen yang senantiasa lapar dan haus, setiap hari rindu Tuhan, firman-Nya, tuntunan-Nya.

Lapar dan haus itu bukti kehidupan. Rohani kita hidup selama kita memiliki hati yang lapar dan haus. Lukas 6:21,25 - [6:21] Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. [6:25] Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Dokter Lukas adalah juga penulis Kisah Para Rasul, juga kegerakan yang ada di Antiokhia itu. Kalau kita lihat profil gereja Antiokhia 80% bukan orang Ibrani, tapi murni orang-orang asing yang menjadi percaya kepada Yesus Kristus. Firman Tuhan berikan peringatan kalau seseorang itu merasa kenyang, sudah tidak butuh lagi firman dan dominasi Roh Kudus untuk menuntun kehidupannya, dan tidak butuh lagi Roh Kudus yang menggerakkan perjalanan kehidupannya, maka celaka orang ini. Karena kalau sudah tidak lapar dan haus maka pasti akan mati. Orang yang haus dan lapar gambarannya kapal layar digerakkan oleh angin dan ada nahkodanya yang mengarahkan. Ketika Roh Kudus menguasai kehidupan kita, kita sama seperti kapal layar yang digerakkan dan dinahkodai oleh Roh Kudus. Dipimpin melalui firman yang dihidupkan. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang membimbing orang di jalan yang benar, menuntun kepada segala kebenaran. Kebenaran yang dihidupkan, diingatkan dalam kehidupan kita, yang ditaruh dalam kehidupan kita. Ketika kita membaca firman seakan-akan firman dihidupkan dalam kehidupan kita. Itulah yang dimaksud Roh Kudus akan membimbing kita. Bahkan saat kita mengambil keputusan, Roh Kudus mengingatkan firman jadi bahan pertimbangan untuk kita bisa memutuskan sesuatu. Milikilah hati yang lapar dan haus.

Kisah Para Rasul 6:3,5. Nikolaus seorang Antiokhia tadinya seorang penyembah dewa-dewa—penganut agama pagan. Dalam perjalanan spiritualnya karena lapar dan haus dia menjadi penganut agama Yahudi. Kemudian dia datang ke Yerusalem dan bertemu dengan orang-orang Kristen menjadi percaya kepada Yesus Kristus. Dia juga orang yang dipenuhi Roh Kudus, terbukti dia menjadi seorang diaken di Antiokhia, tapi sikap haus dan lapar tidak lagi dia pelihara. Wahyu 2:6. Nikolaus merasa kenyang, tidak lagi butuh bimbingan dari Tuhan, akhirnya dia menjadi pelopor Nikolaitans—penyembah Tuhan tapi Sinkretis (mencampur-campur agama, kepercayaan, keyakinan). Menurut Irenius murid Yohanes mengatakan Nikolaus adalah penganut Sinkretis dan itu dibenci oleh Tuhan. Jadilah orang Kristen yang murni, yang selalu rindu dipenuhi Roh Kudus, ingin selalu digerakkan dan dikuasai oleh Roh Kudus. Menurut Irenius, Nikolaus juga seorang yang imoral—penyembah dewa Apollo (penyembahan cabul). Ini menjadi peringatan bagi kita, tetaplah memiliki rasa lapar dan haus akan Tuhan, lapar dan rindu senantiasa dipimpin, dibimbing Roh Kudus. Kalau kita tetap memiliki itu, kita tetap di jalan yang Tuhan tunjukkan. Kita akan tetap murni menjadi orang yang percaya kepada Tuhan. Orang-orang di jaman itu banyak yang digerakkan untuk menginjil kesana kemari. Bahkan Eropa menjadi tempat mereka untuk menginjil, banyak orang dimenangkan.

Masihkah ada rasa lapar dan haus itu? Mazmur 107:9 - sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan. Kalau kita memiliki hati lapar dan haus, Tuhan akan buat kita puas bersama-sama dengan Tuhan. Karena kita akan digerakkan oleh Roh Kudus, hidup kita dinaungi, didominasi oleh Roh Kudus. Dan kita pasti akan menghasilkan buah yang terbaik.

Amin.