Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 Juni 2026 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Dunia yang kita hadapi tidak pasti, ketika kita mau ijinkan tangan Tuhan yang memegang, percayalah tangan Yang Maha Kuasa sedang membawa kita pada kepastian ilahi. Tuhan bukan hanya tahu sejarah masa lalu kita, tapi Dia juga Tuhan yang tahu masa depan kita, Tuhan yang mau pimpin kita.
Kita memang punya history (sejarah), kalau kita mau letakkan hidup kita ke dalam tangan Tuhan, masa depan kita is about his story tentang ceritanya Tuhan dalam hidup kita. Tuhan sudah merancangkan rancangan cerita Mazmur 139:16 mengatakan: hari-hari hidupku sudah tertulis di dalam kitab-Nya dan Tuhan selalu ingin kita menikmati kebaikan-Nya. Itu sebabnya mari tetaplah berjaga-jaga.
Nasihat Yesus:
Matius 24:42-44 - [24:42] Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.... [24:44] Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." Ketika Yesus berkata berjaga-jagalah, sebetulnya ada tiga perumpamaan yang Dia sampaikan sejak Matius 24:45 sampai Matius 25:30. Kadangkala aliran Pantekosta hanya bicara tentang sepuluh anak dara (lima bijaksana, lima bodoh) dan selalu dihubungkan kalau mau berjaga-jaga hendaklah kamu penuh dengan Roh Kudus. Kemudian selalu ditekankan berbahasa lidah. Berjaga-jaga lebih dari hanya sekadar kepenuhan Roh Kudus dengan berbahasa lidah di gereja. Bukan! Berapa lama kita di gereja dan berbahasa lidah? Prosentase lebih banyak mana berbahasa lidah dan bicara dengan bahasa biasa kita? Ketika kita berjaga-jaga memang harus penuh Roh Kudus. Hidup yang penuh dengan Roh Kudus adalah hidup yang dipimpin Roh Kudus.
Ketika Yesus sampaikan nasihat berjaga-jaga, berjaga-jaga adalah:
1. Matius 24:45-51 -- Action (mengerjakan, bekerja) :
Hamba yang didapati bekerja dan hamba yang didapati tidak bekerja.
2. Matius 25:1-13 -- Internal conditon (Kondisi rohani) :
Perumpamaan 10 anak dara bicara tentang kondisi rohani. Mereka sama-sama tertidur.
3. Matius 25:14-30 -- Investment (melipat-gandakan, memperlabakan, berusaha) :
Tiga hamba yang diberi lima talenta, dua talenta dan satu talenta.
Tiga point ini adalah satu kesatuan bagaimana kita berjaga-jaga. Kita tidak bisa berkata yang penting saya sudah penuh Roh Kudus dan saya punya kondisi rohani yang luar biasa, tapi tidak ada action atau tindakan dan tidak mau memperlabakan. Tidak bisa, karena ini utuh. Yesus sampaikan tiga perumpamaan ini jadi satu kesatuan yang utuh. Sama seperti hidup kita ini, kita adalah manusia roh, punya jiwa, di dalam jiwa ada perasaan, kecakapan, emosi, bungkusnya adalah tubuh.
Berjaga-jaga itu bertindak, Yesus tekankan Matius 24:6 - Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Tidak dilihat tuannya, dia tetap melakukan tugas. Biarlah setiap kita juga didapati tetap melakukan tugasnya, jangan malas. Matius 21:28-30. Kalau berkata siap, segera lakukan karena banyak orang suka mengulur-ulur waktu. Orang yang suka mengulur-ulur waktu adalah orang yang enggan menerima tanggung jawab. Ketika Yesus berkata hendaklah berjaga-jaga, lakukan, karena kita tidak pernah tahu kapan Yesus akan datang kembali. Biarlah kita didapati melaksanakan tugas kita.
Apa tugas kita? Filipi 1:21-24. Hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan karena kita punya kepastian. Dunia sedang gelap, tapi ketika kita hidup dan berjaga-jaga mengimani firman Allah tetap ada terangnya Tuhan. Kalau tokh hidup kita di dunia ini sudah berakhir, kita sudah punya kepastian hidup yang kekal. Tapi kalau harus hidup di dalam dunia, kita harus berbuah. Bagaimana caranya kita berbuah? Yohanes 15:4-5. Tinggallah di dalam Yesus, maka kita bisa berbuah. Kita ini hanya ranting, kalau ranting menempel pada batang utama, maka kemampuan berbuah tergantung dari batang utamanya. Batang utama yang akan menyuplai apa yang dibutuhkan ranting dan menopang ranting. Kalau kita mau tinggal di dalam Dia, bisa jadi masalah kita belum selesai. Contoh: Yusuf yang ada di tanah Mesir, rasanya tidak ada pembelaan. Yusuf datang ke Mesir sebagai budak. Ketika ada di rumah Potifar, dia sebagai budak. Budak tidak punya hak asasi, tidak punya harga diri. Selama di rumah Potifar, Yusuf disertai Tuhan Kejadian 39:2. Kata menyertai menggunakan kata hayah (bhs. Ibrani) punya pengertian jadi rambu-rambu, suar, menyempurnakan. Ketika Tuhan menyertai Yusuf, Tuhan seperti jadi rambu-rambu, petunjuk yang membawa dia kepada kesempurnaan. Kata hayah diangkat dari akar kata havah. Havah punya pengertian bernafas. Sehingga Yusuf menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya. Masalahnya belum selesai, Yusuf belum dibela. Tapi di tengah masalah dia tetap bisa berbuah. Hidup jadi buah, ijinkan engkau melekat kepada Tuhan. Bahkan ketika Yusuf berhasil, dia difitnah dan masuk penjara. Kejadian 39:20. Kalau hanya sekadar lihat fakta kita berkata tamat riwayatnya, budak, tidak dihargai, difitnah masuk penjara. Tapi di ayat 21 berkata Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. Ayat 22 - Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. Memang tidak seketika itu terjadi, walaupun masih ada dalam masalah Yusuf tetap berbuah, Allah tetap hadir seperti nafas. Responi firman ganti responi masalah. Yudas 1:22 - And of some have compassion, making a difference: [KJV]. Punyalah belas kasihan, buatlah perbedaan. Ketika kita punya belas kasihan maka dimanapun kita berada engkau bisa membuat perbedaan. Kapan kita punya belas kasihan? Ayat 20-21, bangun atas dasar iman yang suci dan berdoalah dalam Roh Kudus--terhubung dengan Tuhan secara langsung--, pelihara hidup di dalam kasih, maka dimana pun engkau berada--masalahmu memang belum selesai, tapi engkau punya belas kasihan, dan kemana pun engkau pergi engkau buat perbedaan. Itulah berbuah.
Amin.

