Tanggalkan Yang Lama Kenakan Yang Baru

. Hits: 14

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 21 Juni 2026 Oleh Pdp. Peterus Rediwan

Efesus 4:17-32 perikop ini bicara tentang migrasi (perpindahan) secara rohani. Bagaimana kehidupan yang lama itu berpindah ke dalam kehidupan yang baru. Sama seperti proses pindah rumah, ada sesuatu yang memang harus ditinggalkan, dibuang dan tidak bisa dibawa ke tempat yang baru.

Ayat 17 - Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia Kata kutegaskan berarti ada satu hal penting yang ingin Paulus sampaikan yaitu ....

untuk tidak hidup seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah, jangan ikuti cara hidupnya. Bicara tentang orang yang tidak mengenal Allah, ini bukan saja bicara tentang orang-orang nonkristen (“memang tidak percaya Tuhan”), bukan. Tetapi juga bicara  tentang orang-orang “percaya kepada Tuhan” tapi mereka mengingkari kuasa dari ibadah (2 Timotius 3:5). Alkitab katakan: Jauhilah mereka itu! Ini suatu perintah. 2 Timotius 3:5 selaras dengan Efesus 4:17-19. Ayat 18 - dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Hati yang degil = hati yang keras kepala, susah dinasihati, susah terima masukan, kalau ada firman tidak dimasukkan ke dalam hati. Ayat 19, ... mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. Segala macam bentuk dosa, hal yang dibenci oleh Tuhan dikerjakan oleh orang-orang semacam ini. Perasaan mereka telah tumpul = tidak punya malu, mati hatinya. Hari-hari ini ada orang-orang yang ketika berbuat dosa, melakukan sesuatu yang menjadi kekejian di hadapan Tuhan justru pamer aib di media sosial. Kalau kita bermedia sosial, gunakan media sosial dengan bijak, gunakan untuk memberkati. Paulus ingatkan jangan ikuti cara hidupnya. Kita semua dalam proses menuju bagaimana kita mengenakan manusia baru dalam kehidupan kita.

Efesus 4:21 - Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, Berapa lama kita ikut Tuhan dan sudah terima firman? Kalau tubuh kita punya brankas, berapa puluh tahun kita ikut Tuhan sebenarnya brankas tubuh kita harusnya penuh dengan firman. Ayat 22 - yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, Kata harus artinya wajib dikerjakan, tidak bisa ditawar. Kata menanggalkan berasal dari kata apotestai artinya harus dibuang, bukan disimpan dalam gudang yang satu saat bisa dibuka dan dipakai lagi tapi betul-betul harus dibuang, decluttering. Decluttering = membuang barang-barang yang tidak terpakai, sehingga ada ruang baru untuk sesuatu yang baru. Menanggalkan manusia lama itu seperti decluttering secara rohani, bukan melupakan, tapi dengan kesadaran penuh untuk membuang itu. Ketika kita membuang sesuatu ada perasaan sakit, sulit, ada pergumulan, tapi proses itu harus terjadi. Buang sampah hidup yang lama.

Ayat 23 - And be renewed in the spirit of your mind; [KJV] Siapa roh yang menguasai pikiran kita? Kenapa proses decluttering harus terjadi? Supaya kita dibaharui di dalam roh dan pikiran. Membuang sampah hidup lama itu harus terjadi supaya Roh Kudus menguasai pikiran kita. Alkitab menempatkan pikiran itu menjadi sesuatu yang penting sekali. Paulus ingin menjelaskan bahwa pusat perubahan hidup kita itu berlangsung bukan dari tindakan, tapi dari pikiran kita. Karena ini yang akan mengendalikan seluruh kehidupan kita. Kalau kita berusaha mengubah tindakan kita, tanpa mengubah pikiran kita, yang terjadi tindakannya kelihatannya rohani, seperti penipu. Ketika pikiran kita berubah, Roh Kudus menguasai pikiran kita, tindakan, respon kita akan berubah sesuai dengan kehendak Tuhan--dibaharui di dalam roh dan pikiran.

Efesus 4:24 - dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Kata mengenakan seperti memakai pakaian kemana pun kita pergi. Pakaian manusia baru harus kita kenakan tidak sekadar saat kita di gereja, tapi terus-menerus kapanpun, di mana pun kondisinya. Mengenakan artinya juga kita menyatu dengan pakaian yang kita kenakan--ada sesuatu yang melekat. Pakaian itu menyatu mempengaruhi tindakan. Ketika kita kenakan pakaian baru di dalam Tuhan artinya kita menyatu dengan Tuhan Sang Pemberi pakaian. Hidup kita harus mencerminkan Kristus yang adalah pakaian kita. Kita tidak bisa hidup seenaknya sendiri. Tidak mudah menanggalkan manusia lama dan memakai pakaian baru. Kita masih hidup dalam daging. Kita bisa menanggalkan manusia lama dan bisa mengenakan pakaian manusia baru bukan karena usaha atau kekuatan kita, tapi kita bisa kerjakan itu dalam kekudusan dan kebenaran Tuhan. Buka hati dan pikiran kita, biarkan Roh Kudus hadir dan menguasai pikiran, hidup dan hati kita. Saat itulah Allah akan kenakan pakaian baru dan pakaian yang kita kenakan itu akan menyatu dalam kehidupan kita.

Amin.