Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 23 Agustus 2026 Oleh Pdt. David Yuwono
Bagaimana kita mengalami sebuah perkenanan Allah adalah kita harus menjadi intim dengan Allah. Liberty artinya pembebasan. Guidance adalah memimpin. Teaching adalah mengajar. Semua memiliki sebuah arti dimerdekakan oleh Kristus. Kita harus mengalami hidup yang progresif--kemerdekaan oleh Kristus (eleutheria - bhs. Yunani). Eleutheria artinya kebebasan dari perbudakan dosa untuk hidup dalam kebenaran, dituntun oleh Roh Kudus. Peranan Roh Kudus dalam hidup orang percaya untuk mengajar, membetulkan kesalahan dan menuntun mereka kepada kebenaran. Kita dipanggil untuk menuntun orang lain melalui teladan hidup (teaching), artinya bukan hanya transfer pengetahuan, tapi impartasi hidup melalui teladan--hidup kekristenan harus berdampak bagi dunia.
Bagaimana gereja bisa berdampak bagi dunia?
Harus memiliki sebuah kehidupan rohani yang bagus. Memiliki keintiman dengan Allah (intimate with God). Mazmur 63:2 - Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Pemazmur rindu mengalami kepuasan di dalam jiwanya. Dia ingin mengalami hubungan yang baik dengan Allah, mengalami keintiman dengan Allah.
Berbicara intim artinya hubungan antara dua pribadi yang saling mengenal. Hari-hari ini banyak orang ingin membangun keintiman dengan sesama, dengan tujuan demi terciptanya satu keadaan yang membahagiakan. Kalau kita dengan sesama saja mau membangun keintiman, sudah selayaknya kita sebagai orang percaya, umat pilihan Allah yang sudah menerima anugerah keselamatan melalui penebusan karya Kristus di kayu salib--yang sebetulnya kita adalah manusia yang berdosa akibat perbuatan dosa manusia pertama--kita harus membangun hubungan yang intim dengan Allah.
Bagaimana kita bisa membangun hubungan yang intim dengan Allah? Caranya adalah memiliki iman yang benar. Ibrani 11:6 - without faith it is impossible to please him. Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Ketaatan adalah sebuah hal yang juga penting dari bagian keintiman kita dengan Allah. Ketaatan membawa dampak, kita akan memiliki kasih dan kasih itu akan dapat dirasakan dan dialami dalam hidup kita. Matius 7:21, tidak salah kita setia setiap Minggu datang ke gereja, itu sebuah langkah. Tapi bagaimana kita bisa menikmati kemenangan dalam hidup ini? Harus hidup dalam kebenaran firman Allah. Dengan cara apa kita dapat membangun hubungan yang intim dengan Allah?
Pertama, kita harus mencari wajah-Nya disertai rasa haus untuk berkomunikasi lewat doa. 1 Tesalonika 5:17. Tetaplah berdoa dalam situasi dan kondisi apapun. Lewat doa kita dapat mengungkapkan segala sesuatu dan mendengar jawaban dari Tuhan. Itu berdampak pada keteguhan dan pengharapan kita terus kepada Tuhan walaupun kita sedang menghadapi masalah. Kita menjadi orang-orang yang tidak kalah dalam peperangan. Roma 5:5. Lewat doa kita terima kekuatan dari Allah. Kita memiliki sebuah pengharapan kepada Allah--pengharapan kepada Allah tidak mengecewakan, maka kita akan menjadi orang percaya yang terus maju melangkah dalam menghadapi hidup.
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah melalui ketekunan dalam beribadah. 1 Timotius 4:8. Selama kita diberikan kesempatan hidup, kita bukan menjadi orang-orang yang kalah. Dalam menghadapi persoalan hidup, kita tetap berjalan bukan dengan logika, bukan dengan kekuatan kita, tapi dengan iman kita. Kita punya pengharapan kepada Yesus dan pengharapan itu tidak mengecewakan sehingga membuat kita bergairah menjadi umat Allah yang rajin beribadah. Jiwanya rindu untuk dipuaskan oleh Allah, mengalami keintiman dengan Allah. Saat kita intim dengan Allah, kita memperoleh ketenangan karena firman dapat menguatkan kita. Mazmur 62:2.
Ketiga, memuji dan menyembah dalam kehidupan sehari-hari. Mazmur 103:2. Karena jiwanya intim dengan Allah, pemazmur ingin memuji Tuhan. Hidupnya terhubung dengan Allah. Dia mengajak jiwanya untuk terus memandang dan berharap kepada Allah. Ketika kita memuji dan menyembah Tuhan, maka roh intimidasi tidak bisa menyerang, tetapi Roh Allah yang membangkitkan iman kita sehingga kita bisa memperoleh kekuatan dalam memuji Tuhan dalam situasi dan kondisi apapun. Saat kita memuji Allah, Tuhan hadir dalam pujian dan penyembahan. Mazmur 22:4. Kalau Tuhan hadir, maka yang muncul adalah penyertaan Tuhan, dan penyertaan-Nya itu sempurna. Yohanes 14:6. Jangan takut menghadapi hidup karena Tuhan akan memberikan Penolong yang akan menyertai kita selama-lamanya. Penyertaan manusia terbatas, tapi penyertaan Tuhan tidak terbatas, selama-lamanya. Roh Kudus, Pribadi Allah sendiri yang akan menyertai kita.
Keempat, suka membaca dan merenungkan firman Tuhan secara teratur. Hidup kekristenan otomatis tidak mandul. Mazmur 1:2. Merenungkan Taurat artinya membangun hidup di sekitar firman Tuhan dan berusaha untuk menaati kehendak Allah dengan hati yang sungguh-sungguh senang akan peraturan firman dengan sikap, pikiran dan tindakan.
Apa dampaknya kalau suka berdoa, suka beribadah, suka memuji dan menyembah, membaca dan merenungkan firman?
1. Menghindarkan kita dari kebinasaan dan kesengsaraan. Mazmur 119:92.
2. Mendapatkan hikmat, kecerdasan. Mazmur 119:9. Hikmat: kemampuan dari Tuhan yang lebih dari kemampuan manusia, sehingga kita bisa mengolah segala sesuatu dan tidak salah langkah dalam menghadapi hidup, berjalan seturut firman Allah.
Contoh orang yang intim dengan Allah adalah Yusuf. Kejadian 37-50. Dari hidup seorang budak yang tidak ada artinya, diangkat oleh Allah menjadi raja muda di Mesir di bawah pemerintahan Firaun.
Amin.

