Iman Yang Beri Menang dan Menyempurnakan

. Hits: 13

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 1 November 2026 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Fresh anointing (urapan yang baru). Bicara urapan baru, berapa banyak kali kita memilah-milah kalau urapan baru itu masalah rohani, bukan urusan saya sehingga di gereja dan dalam keseharian kita berbeda. Padahal sebetulnya saat Roh Kudus mengurapi sama seperti Yesus ketika yang penuh dengan Roh Kudus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun (Lukas 4:1), di sana ada tantangan. Roh iman--Roh Kudus memimpin Yesus. Saat dicobai iblis, Yesus sampaikan firman. Ada perkataan iman yang keluar dari mulut-Nya. Ketika kita penuh dengan Roh Kudus, Tuhan beri roh iman. Iman akan beri kemenangan dan menyempurnakan kita.

2 Korintus 4:13 - Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. Ketika Roh Kudus mengurapi kita, Roh Allah berkuasa atas kita, memberi roh iman. Roh iman akan menguasai perkataan kita. Ibrani 11:1 - Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Situasi boleh buruk tapi kita berharap pada Tuhan. Waktu kita dilahirkan baru, kita terima pola pikirnya Tuhan. Ijinkan Roh Kudus yang bekerja dalam keseharian kita. Ibrani 11:6. Ketika kita berharap sesuatu karena kita beriman. Imanlah yang membuat kita berkenan kepada Allah. Allah itu ada dan Allah tetap menyediakan upah kepada orang yang sungguh-sungguh berharap pada Dia.

Belajar dari Daud. 2 Samuel 22:1-7 ditulis oleh Daud ketika dia sudah menjadi raja, sudah dilepaskan dari cengkraman raja Saul--butuh proses. Daud menjadikan Tuhan kubu pertahanannya. Dia mengingat kembali pernah berada di situasi maut. Yang memusuhi Daud ayah mertuanya sendiri. Daud tidak pernah tunjuk Saul sebagai musuhnya, dia tidak benci Saul tapi benci kepada kuasa iblis yang bekerja di baliknya. Sampai saat akhir Daud tidak benci Saul, tetapi dia benci dosanya. Daud  merasa situasinya dibelit tali orang mati. Di tengah kesusahan kita jangan coba berharap kepada Mesir, Yesaya 36:6. Berharaplah kepada Tuhan karena Tuhan dengar dan Tuhan akan menjawab. 2 Samuel 22:30-36, ada penghalang-penghalang di depan, tapi jalan Allah sempurna, firman Tuhan murni. Ketika kita penuh Roh Allah, Roh Allah membangunkan iman sehingga kita berkata-kata sesuai dengan yang kita imani. Aku akan melakukan perkara-perkara yang besar. Daud sadar kalau dia ada di posisinya sekarang karena kebaikan Tuhan. Kalau Tuhan jadi perisai keselamatan, tidak ada yang bisa tembus.

2 Samuel 22 diulangi lagi di Mazmur 18. Daud menjadi raja tidak instan, dia lewati proses. Saat dia mengantar bekal untuk kakak-kakaknya di medan perang, dia dengar suara Goliat. Daud menang melawan Goliat. Akhirnya dia menjadi menantu raja Saul. Saul iri. Sikap Daud tidak mau melawan orang yang diurapi Tuhan. Proses iman: 1 Samuel 22:1-2, Daud bukan raja secara faktual, Daud hanya pelarian. Ada sekitar 400 orang bermasalah--orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati--bukan orang-orang pilihan yang mengikutinya. 1 Samuel 23:13, pengikutnya bertambah menjadi 600 orang. Daud alami proses iman, beda dengan raja Saul. 1 Samuel 14:52, saat Saul hadapi peperangan, Saul memilih prajuritnya orang-orang yang gagah perkasa--orang-orang pilihan. Dalam pengembaraan Daud selama 13 tahun, dari hidupnya selalu keluar sukacita, ada sikap hidup, Mazmur 142:1-8. Daud curhat kepada Tuhan. Dengan iman Daud berkata Tuhan adalah bagianku. Daud sadar yang mengejarnya adalah penguasa. Daud berkata dengan iman, aku dikelilingi orang-orang benar. Faktanya orang-orang bermasalah di sekelilingnya. Buktinya 2 Samuel 23:8-39, judul perikop ini: Pahlawan-pahlawan Daud. Rupanya orang-orang bermasalah itu jalannya Tuhan untuk tetapkan mereka menjadi orang-orang benar di hadapan Tuhan dan sekali kelak mereka menjadi pahlawan-pahlawannya Daud. 1 Tawarikh 11:12-14, salah satunya Eleazar. Daud dan Eleazar melawan orang Filistin di Pas-Damim (telapak tangan yang berdarah), tentaranya melarikan diri meninggalkan mereka. Tidak ada yang kebetulan yang terjadi dalam hidup kita. Tuhan tetap menopang hidup kita. Tangan-Nya adalah telapak tangan yang sudah berdarah untuk menebus hidup kita untuk masuk pada kemenangan yang besar.

Amin.