on on Hits: 663

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 25 Agustus 2024 Oleh Pdt. Peterus Rediwan

 

Yesaya 60:1,2 - [60:1] Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. [60:2] Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.

 

Kenapa Allah memberikan terang dan kemuliaan di dalam hidup kita? Ayat 2a, karena kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa. Bicara tentang kegelapan, itu bicara tentang banyak hal, yang pertama tentang kematian. Kematian bukan hanya kematian secara jasmani tapi matinya kesehatan, matinya ekonomi, kematian kasih dalam keluarga, juga banyak hal tentang ketidakjelasan, kesengsaraan, kesedihan. Bicara tentang gelap banyak kali dikonotasikan bicara tentang hal-hal negatif. Kekelaman adalah bicara tentang kegelapan yang pekat. Diidentikkan dengan langit yang lambat laun turun menghimpit. Semua manusia di dunia mengalaminya. Siapapun tidak bisa menghindar. Kekelaman bicara tentang sesuatu yang rasanya  tidak ada jalan keluar, tidak ada pengharapan. Itu sebabnya dibutuhkan terang. Di dalam terang tidak butuh terang. Dalam keadaan gelap kita butuh terang. Kegelapan itu berbahaya karena ketika manusia ada dalam kegelapan maka manusia akan kehilangan moral, rapuh, kehilangan arah.

on on Hits: 324

Ringkasan Khotbah Ibadah Kemerdekaan - Minggu Pagi, 18 Agustus 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Bersyukur kalau para pendiri bangsa sudah meletakkan satu dasar yang benar-benar sangat nasionalis. Misalnya sila pertama bukan merujuk pada salah satu keyakinan. Daniel 10:14 - Lalu aku datang untuk membuat engkau mengerti apa yang akan terjadi pada bangsamu pada hari-hari yang terakhir; sebab penglihatan ini juga mengenai hari-hari itu." Tuhan mau memberikan pewahyuan-Nya supaya kita mengerti. Memang secara sempit Daniel dipakai untuk menubuatkan umat Tuhan. Tapi bagi kita--orang Indonesia-- apa yang akan terjadi bagi bangsa Indonesia di hari-hari terakhir. Sebab apa yang dinubuatkan dalam Daniel 10 sebetulnya penggenapannya di akhir zaman. Tuhan berfirman, memberikan pewahyuan untuk bangsa kita juga.

on on Hits: 452

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 11 Agustus 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Ibrani 8:7-12 - Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.... Perjanjian pertama ketika Tuhan memberikan hukum Taurat. Perjanjian pertama bercacat pengertiannya ketika perjanjian pertama diberikan tidak ada satu umat pun yang sanggup melakukannya. Bahkan Musa yang membawa perjanjian pun gagal masuk tanah perjanjian. Ayat 9, Tuhan sendiri memegang tangan umat-Nya membawa keluar dari tanah Mesir. Sekalipun lewat padang gurun ada penyertaan Tuhan. Tapi ketika Tuhan sudah berikan penyediaan, umat-Nya tidak setia. Ayat 10, perjanjian yang baru, lebih daripada sekadar aturan hukum Taurat, Tuhan sendiri yang taruhkan firman-Nya dalam akal budi dan menuliskan dalam hati kita sehingga kita bisa memahami dan mengimani firman Allah. Kita memang masih menghadapi kesusahan, tapi Tuhan akan bertanggung jawab atas hidup kita. Ayat 11, biarlah kita bukan hanya sekadar tahu tentang Tuhan Yesus, tapi kita kenali Dia. Ayat 12, Tuhan tahu masa lalu kita, tapi Tuhan tidak lagi mengingat kesalahan dan dosa-dosa kita. Dia bukan Allah yang membangkit-bangkit.

 

on on Hits: 457

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 4 Agustus 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Surya kebenaran akan terbit. Maleakhi 4:2 - Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.

 

Yesaya 59:1-2 - Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Berapa banyak kali setelah melihat ayat ini kita berpikir bagaimana surya kebenaran akan terbit atas hidup saya karena saya masih di bumi, dan merasa tertuduh dengan dosa. Kita merasa sepertinya tidak punya pertolongan karena saya adalah orang berdosa sehingga doa tidak terjawab. Ayat 14, hukum sudah terdesak ke belakang, keadilan berdiri jauh-jauh, kebenaran sepertinya tersandung di tempat umum. Kabar baiknya, ayat 15 Tuhan tetap lihat, Tuhan tetap tahu. Tapi surya kebenaran tetap terbit. Buktinya ayat 16 [FAYH] - ... Sebab itu Ia sendiri bertindak untuk menyelamatkan kamu dengan kekuatan-Nya dan keadilan-Nya (kebenaran-Nya). His righteous punya pengertian dengan kebenaran-Nya. Kita ada dalam situasi yang rasanya hukum terdesak jauh-jauh, kebenaran rasanya jauh dalam komunitas kita, keadilan sepertinya tersandung, tapi Tuhan sendirilah yang akan membantu dengan kekuatan-Nya dan kebenaran-Nya. Yesaya 59 diakhiri dengan ayat 21 - Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN. Kita mungkin punya ketakutan-ketakutan tentang masa depan, tapi responi keadaan dengan firman yang kita imani. Daniel 12:3, orang bijaksana adalah orang yang ijinkan firman ada dalam hidupnya. Saat responi firman, surya kebenaran akan terbit, engkau adalah bintang yang sedang bercahaya. Filipi 2:15. Tuhan bertindak dengan kekuatan dan kebenaran-Nya. Surya kebenaran akan terbit, dan firman menjadikan kita baru, Maleakhi 4:2.

on on Hits: 537

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 28 Juli 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Yeremia 17:5-6 - Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Terkutuk punya pengertian orang itu sedang berjalan makin lama makin turun. Ingat, semua yang di dalam dunia mengalami degradasi (penyusutan nilai). Kekuatan kita juga ada penyusutan, yang tadinya kuat lama-lama jadi tidak kuat. Pikiran yang tadinya cerdas bisa juga berkurang kemampuannya. Itu sebabnya kalau mengandalkan semua yang jasmani, orang itu sedang berjalan makin lama makin turun.

 

Kabar baiknya,

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.