on on Hits: 393

Ringkasan Khotbah Minggu Siang, 21 Juli 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Yohanes 8:44. Iblis adalah bapaknya segala dusta. Iblis itu penipu sejak awal zaman. Kita punya Yeshua (Juruselamat) Hamasiah (the life giver/pemberi kehidupan). Apapun yang sudah mati, Yesus sanggup hidupkan. Bukti iblis penipu dari awal zaman: Kejadian 3:1. Iblis merasuki ular dan berkata: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" fakta yang diputarbalikkan iblis. Firman Allah katakan Kejadian 2:16-17 - Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. Seringkali "kebenaran" yang iblis lemparkan membuat kita berpikir, misal kalau Allah itu baik kenapa ada orang cacat, kenapa keadaanmu masih seperti ini, dsb. Tujuan iblis menipu untuk membunuh dan membinasakan. Firman harus jadi iman, jangan jadi pengetahuan. Kadang kala Tuhan ijinkan ada tantangan. Allah tidak ciptakan kematian, kematian akibat manusia tidak taat. Di taman Eden ada dua pohon, pohon kehidupan dan pohon pengetahuan. Ada prioritas, prioritasnya Allah pohon kehidupan supaya kita hidup dan memiliki pikiran Kristus. Saat makan dari pohon kehidupan kita hidup dan memiliki pikiran Kristus. Karena itu percayalah firman Allah.

 

on on Hits: 470

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 Juli 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Hidup adalah pergumulan. Ayub 7:1 - "Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan? Manusia harus berperang, bergumul, selalu ada pilihan. Dalam pergumulan kita rasanya semakin hari semakin berat. Ayat 4 - Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari. Ayub pernah mengalaminya, ayat 13-15 - Apabila aku berpikir: Tempat tidurku akan memberi aku penghiburan, dan tempat pembaringanku akan meringankan keluh kesahku, maka Engkau mengagetkan aku dengan impian dan mengejutkan aku dengan khayal, sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku. Kecenderungan hati/pikiran/imajinasi/alam bawah sadar, kekuatirannya menghantui sehingga sepertinya harus bertempur setiap hari. Ketika siang menghadap permasalahan, bahkan ketika malam bertempur dengan tidak bisa tidur. Ayat 16, merasa capek batin. Ayat 17,18, manusia yang bergumul, dari debu tanah, tapi Tuhan anggap mulia, Tuhan perhatikan. Setiap hari ada kasih setia-Nya yang baru. Mazmur 8:4,5, kita diingat oleh Tuhan. Mungkin saat ini kita sedang dalam pergumulan, tapi ijinkan firman memenuhi hati dan pikiran kita, imani firman. Allah bukan hanya berfirman, tapi Ia setia dengan perbuatan-Nya Mazmur 145:13. Tidak pernah rugi menjadi pribadi yang memegang firman Allah, lebih dari sekadar hukum imperatif--hukum yang mengatur, memerintah. Kalau firman tinggal dalam kita, kita imani, lebih dari sekadar kita hafalkan, maka kesetiaan Tuhan terhadap firman-Nya terjadi juga kepada pribadi yang mau berpaut dengan Dia.

 

Menghadapi pergumulan, apa yang harus kita kerjakan?

on on Hits: 380

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 Juli 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Zefanya 2:1 - Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh,

 

Tuhan sampaikan firman ini di zaman Yosia, raja Yehuda yang saat menjadi raja masih berusia 8 tahun (2 Raja-raja 22,23). Nabi Zefanya hidup di zaman itu. Bangsa ini mengalami keruntuhan. Bersemangat dan kumpullah, jangan tinggalkan persekutuan. Zefanya 3:16,17. Kabar baiknya, waktu kita mau masuk dan tetap tinggal di dalam-Nya, Dia beri kemenangan. di dalam kasih-Nya yang teguh dan tidak pernah berubah, Tuhan bersemangat membaharui kita. Ayat 9, Allah kita adalah Allah yang bertindak bagi kita. Dia ingat perjanjian-Nya, perjanjian-Nya tidak pernah dibatalkan. Keluaran 2:24 - Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Peristiwanya bangsa Israel ada di Mesir selama 400 tahun ditindas. Mereka sudah tidak punya harapan. Mereka menjadi budak. Allah mendengar mereka mengerang sudah tidak bisa berdoa. Kata mengerang ada padanan dengan menarik nafas (Markus 7:34).

on on Hits: 401

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 30 Juni 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Mazmur 91:4 - Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Bicara berlindung di bawah sayap Tuhan, konotasi orang Yahudi yaitu berlindung di bawah kaporeth (mercy seat, tutupan pendamaian). Tutupan pendamaian di atasnya ada dua kerub yang terbuat dari sebongkah emas yang ditempa. Di bawah sayap pendamaian di situ akan dipercikkan darah, sehingga di tengah-tengah-Nya Allah akan hadir. Ini dilakukan setahun sekali oleh imam besar. Musuh boleh saja sangat besar, tapi kehadiran Tuhan membuat mereka mengalami kemenangan besar, membuat mereka menikmati perkara yang besar. Ketika kita di bawah perlindungan Allah Yang Mahatinggi, Dia akan bawa kita akan mengatasi segala bangsa. Bangsa Israel bangsa yang kecil, tapi janji-Nya tidak mungkin gagal. Secara alamiah kita bukan keturunan mereka, tapi Galatia 3:7 mengatakan bagi kita yang percaya kepada korban Yesus, kita pun berhak menikmati berkat Abraham, sehingga di bawah kepak sayap-Nya kita akan berlindung.

on on Hits: 569

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 23 Juni 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Kegelapan itu ketika cahaya absen, maka ada kegelapan. Kegelapan dan gelap berbeda. Ada kegelapan yang tidak membutakan. Kehidupan kita bisa alami terang dan gelap. Selama bumi masih ada, terang dan gelap itu ada. Janji Tuhan, sesudah peristiwa banjir yang terjadi di zaman Nuh: Kejadian 8:22 - Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam." Berapa banyak kali kita berharap selalu terang, tidak pernah ada gelap. Kadang kita takut pada gelap. Gelap boleh ada, tapi kegelapan tidak akan membutakan kita kalau kita tahu kebenaran firman Tuhan, ada terang yang Tuhan sediakan. Siang dan malam pun diciptakan Tuhan. Sejak awal zaman Allah ijinkan ada petang, ada pagi.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.