Tidak Ada yang Kebetulan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 3 Februari 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tidak ada yang kebetulan dalam segala sesuatu, termasuk memperhitungkan semua kegagalan kita, itu tetap ada di tangan Allah. Seperti sampah di tangan ahli, ketika didaur ulang akan menjadi sesuatu yang bernilai. Oleh sebab itu serahkan hidup kita pada Tuhan. Yesus yang ada sekarang, Dia sudah tahu masa lalu kita, tapi Dia sudah ada di masa depan kita.

Yesus Pedulikan Hidup Kita

Written by Lois.

Ringkasan Kotbah Minggu Sore, 27 Januari 2019 Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Tulisan Yesaya terdiri dari 66 pasal, ia memerlukan waktu selama 40 tahun untuk menulis ini. Yesaya setia menunggu suara Tuhan. Bukankah Allah sangat peduli dengan kita sehingga Ia pakai Yesaya. Maukah kita punya kesetiaan menanti suara Tuhan, berjumpa dengan Tuhan? Yesaya lewati masa 40 tahun itu selama 4 raja memerintah (raja Uzia, raja Yotam, raja Ahas, dan raja Hizkia). Kitab Yesaya mempunyai urutan kebutuhan sesuai dengan kebutuhan suku Yehuda.

Mengikuti Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 13 Januari 2019 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Roma 5:5 - “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”

Ini adalah kata pertama Roh Kudus dari seluruh suratan rasul Paulus. Ketika kita punya ketakutan, ada Roh Kudus yang mau menghibur, menguatkan, dan memberikan pengharapan. Situasi dan kondisi boleh buruk, tetapi Allah sudah bertindak untuk kita. Roma 5:8-9, saat masih berdosa saja Tuhan menolong kita, terlebih saat kita percaya. Roma 5:10 - “Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!”, Allah ingin kita diselamatkan tubuh, jiwa, dan roh. Allah ingin kita mendapat damai sejahtera, bukan tertuju pada permasalahan.

 

Di Bawah Perlindungan Hashem (Allah)

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 20 Januari 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Zakharia 13:7-9.

Tuhan sepertinya membiarkan umat-Nya (ay. 7-8). Tuhan kadang kala ijinkan sepertinya ada pedang, permasalahan sehingga membuat umat-Nya seperti tercerai-berai, di balik semuanya itu Tuhan selalu punya rencana. Rencana-Nya bukan untuk menghancurkan kita, tapi untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8:28). Allah ingin membuat kita naik lebih tinggi lagi.

Ayat 9, semua mendapat perlakuan sama, bukan soal Allah memilih-milih, tapi respon setiap orang ketika menghadapi permasalahan, dua pertiga responnya negatif, dan yang sepertiga selalu berkata saya mengandalkan Tuhan, memanggil nama Tuhan—prinsip Tuhan saya perlu Engkau, bergantung pada Engkau. Ketika mereka memanggil nama Tuhan, Tuhan menjawab mereka dan berkata: “Mereka adalah umat-Ku,” artinya Aku bertanggung jawab pada umat-Ku.

Rahmat dan Hikmat

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 6 Januari 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kita semua menerima anugerah Tuhan, penyertaan Tuhan itu salah satu bentuk anugerah Tuhan. Allah memberikan anugerah, pengampunan kepada kita berdasarkan pengetahuan Allah tentang dosa dan tentang kasih-Nya kepada kita. Jadi bukan tergantung kita. Sejak awal ketika manusia jatuh dalam dosa, yang bertindak memberikan jubah kebenaran adalah Allah. Allah tahu dosa tidak bisa diselesaikan oleh manusia dengan kekuatannya sendiri. Dosa seperti kusta. Allah memberi perumpamaan dalam Imamat 13 (peraturan kalau orang kena kusta). Imamat 14 berisi peraturan tentang seorang yang sembuh dari kusta. Tapi kenyataannya selama 1.500 tahun Hukum Taurat berlaku, Imamat 14 tidak ada yang menggenapi, kecuali Naaman, orang Aram yang disembuhkan, jadi ia tidak harus melakukan peraturan Imamat 14. Ini baru digenapi setelah Yesus lahir dan memulai pelayanan-Nya. Dalam Matius 8 ada seorang kusta yang disembuhkan pertama kali. Ketika kita mau hidup dalam anugerah Allah, kita akan menerima anugerah Tuhan.