Allah Kemuliaan Ada Di Balik Keterlambatan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 22 April 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kenapa seringkali kita menganggap lama jawaban Tuhan? Karena kita mengukur dengan ukuran manusia. Tuhan sudah letakkan waktu yang berbeda-beda, Tuhan punya waktu untuk menjawab doa kita, yang kita anggap sebagai keterlambatan itu akan menyatakan kemuliaan Allah.

Yohanes 11:4-7. Yesus mengasihi keluarga Maria, Marta, dan Lazarus. Ketika mendengar kematian Lazarus, Yesus tidak langsung datang ke Betania, tapi Yesus sengaja tinggal dua hari lagi di tempat dimana Ia berada. Sebuah keterlambatan bukan berarti Yesus tidak sayang kepada keluarga mereka--seringkali kita berpikir Yesus tidak cepat tanggap, tetapi pasti ada kemuliaan di baliknya.

Anugerah dan Kebenaran

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 15 April 2018 Oleh Pdt. Herman Rantung (Jakarta)

Yohanes 1:14 - Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Anugerah harus disertai hidup benar. Ada banyak anak Tuhan--gereja senang menerima anugerah tapi tidak mau hidup benar, dan konsep semacam ini terus-menerus terjadi sehingga terus-menerus jatuh dalam dosa. Anugerah dan kebenaran seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Jangan Sia-siakan Firman Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 1 April 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Matius 28:6 - Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.

Bangkit adalah ketika dari mati, berbaring kemudian dibangkitkan. Yesus sudah bangkit itu adalah bagian dari skenario Allah, setiap kita juga alami kebangkitan ketika mungkin ada saatnya kita diijinkan sepertinya Tuhan tutup tangan, namun Tuhan punya rencana. Sama seperti Yesus ketika Dia masuk ke jalan salib tubuh alamiahnya harus dihancurkan oleh Allah supaya kita yang percaya diselamatkan. Kemudian Yesus disalibkan dan mati. Ketika Yesus bangkit tubuh-Nya masih sama, sesudah bangkit Ia terima tubuh kemuliaan. Begitu juga dengan kita, ketika dihancurkan Roh yang membangkitkan Kristus ada dalam hidup kita akan membangkitkan kita ke level yang lebih tinggi.

Tiap Lutut Bertelut

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu, 8 April 2018 - Oleh Pdt. Daniel Rahardjo (Malang)

2 Korintus 2:14-16 - [2:14] Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. [2:15] Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. [2:16] Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?

Kita patut bersyukur kepada Allah, Allah kita adalah Allah yang menang, harusnya umat Tuhan selalu berada dalam arak-arakan kemenangan. Orang yang dalam perarakan itu semua senang karena dalam perarakan kemenangan. Raja dan tentaranya yang kembali dari perang dan membawa kemenangan, mereka disambut dalam perarakan kemenangan sebagai pahlawan.

Kita punya pahlawan yaitu Yesus, Yesus sudah minum cawan kutuk supaya kita yang di bawah kutuk bebas di dalam Tuhan. Yesus berjuang terus, di kayu salib Dia alami kemenangan yang spektakuler. Iblis takut kalau Yesus disalib, ia pakai Petrus untuk halangi pekerjaan salib. Yesus mati dan bangkit pada hari yang ketiga. Inilah kemenangan. Dialah buah sulung, kita akan alami kebangkitan, pakai kuasa kebangkitan Kristus. Ketika pahlawan masuk ke kota rakyat bersorak, ada bau harum yang luar biasa, kita ada dalam perarakan kemenangan Kristus.

Terobosan Saat Kristus Menjadi Kepala

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 25 Maret 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Efesus 1:22 - Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.

Hubungkan dengan Kolose 2:19.

Ketika kita--anggota tubuh Yesus--terhubung dengan Kristus diikat oleh urat-urat dan sendi-sendi, Kepala ingin mengkoreksi, menegur ketujuh jemaat supaya mereka kembali kepada Kristus dan menerima pertumbuhan rohani. Ketika kita menghadapi permasalahan, ketakutan, selama kita terhubung dengan Kepala, Kepala akan terus berusaha menyelesaikan, tidak akan berhenti sampai semuanya tuntas (Rut 3:18).

Amsal 4:20-22.  Ada 2 pintu gerbang hidup manusia: pintu gerbang telinga, arahkan pada firman Allah (iman timbul dari pendengaran akan Kristus), jangan kepada perkataan orang. Pintu gerbang mata: apa yang kita lihat itu mempengaruhi hati kita. Pintu gerbang telinga dan mata fokuskan pada Kristus, Dia sebagai Kepala bertanggung jawab atas kita seluruh tubuhNya.