Allah Menjelma Menjadi Manusia
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 Januari 2018 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Kunci Daud seperti pin sebuah kartu ATM yang dapat digunakan untuk segala transaksi. Tuhan beri kunci Daud untuk kita untuk perkara-perkara yang luar biasa, baik itu sepele sampai yang rasanya mustahil menurut ukuran manusia. Seperti Zakaria dan Elisabet yang melahirkan seorang anak di usia yang sudah tua (Lukas 1:18).
Yohanes 1:14 - Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Ada langkah-langkah yang harus kita ikuti untuk kita menerima kunci Daud: Allah menjelma menjadi manusia. Diam di antara kita = skenoo (bahasa Yunani) artinya abide or live in a Tabernacle (hidup dalam Tabernakel) pengertiannya ketika Allah menjelma menjadi manusia, Allah ber-Tabernakel di antara kita. Ijinkan Allah selalu ber-Tabernakel di antara kita dalam keseharian kita juga maka ada kemuliaan Allah yang kita nikmati. Kemuliaan Allah bicara tentang kemampuan Allah untuk mencukupkan kebutuhan kita rohani dan jasmani melimpah.
Permasalahannya kita hidup di dunia yang semakin sempit--kita dapat melihat segala sesuatu di handphone. Media sosial yang ada di sekitar kita membentuk tanpa disadari membentuk sebuah perbandingan. Orang selalu nampak baik atau buruk di media sosial, padahal itu bukanlah keseluruhan hidup mereka. Hal ini yang seringkali menggerogoti rencana Allah.

