Aku Memuliakan Tuhan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu, 29 Oktober 2017 Oleh Pdt. Heri Purnomo - Semarang

Mazmur 146:2 - Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

Ketika kita memiliki pengertian yang benar, itu akan membawa tindakan yang benar pula. Mazmur 146:3 - Jangan kiranya kamu harap pada raja-raja, pada anak Adam, yang tiada selamat padanya [TL]. Daud seharusnya jadi pusat untuk dihormati karena kedudukannya sebagai raja, Daud banyak jasanya, setiap kali berperang menang, Daud menjarah dan hasil jarahan dibagi untuk rakyatnya, tapi Daud tidak mau disanjung. Daud mau memuliakan Tuhan. Kadangkala kedudukan itu membuat sulit/berat untuk memuliakan Tuhan.

Saat tabut Allah kembali ke Yerusalem, Daud menari-nari dan istrinya menghinanya, Allah mengutuk Mikhal. Jangan sampai kedudukan/posisi kita menghambat untuk memuliakan Tuhan. Untuk memuliakan Tuhan dituntut totalitas. Memuliakan Tuhan = memuji Tuhan dari hati yang terdalam, fokus kepada Tuhan.

Kenapa kita harus memuliakan Tuhan?

Mendengar Dengan Sungguh-Sungguh

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 22 Oktober 2017 Oleh Pdt. Andrew M. Assa Piala anugrah Tuhan, Tuhan ingin jadikan setiap kita piala anugrah Tuhan, hidup yang memuliakan Tuhan. Piala adalah perabot dari kerajaan, perkakas yang mulia. Ketika kita dibentuk menjadi perkakas yang mulia, ada proses, waktu untuk membentuk. Yesaya 55:2,3 - [55:2] Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. [55:3] Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. Dengarkanlah = hearken diligently (dengarkanlah sungguh-sungguh, dengan teliti). Kata “dengarkanlah” dalam bahasa Ibrani menggunakan dua kata yang sama yaitu shama, “dengan teliti” juga menggunakan kata shama. Jadi dengarkanlah sungguh-sungguh, dengarkanlah dengan teliti menggunakan kata shama shama. Firman Allah adalah hukum/peraturan Kerajaan Sorga, ketika kita taruhkan hidup kita--yang duniawi ke dalam firman maka kita menghadirkan Kerajaan Sorga--yang supranatural di muka bumi. Berapa banyak kali kita lebih senang menyendengkan telinga kita kepada permasalahan, kita tidak sadar bahwa di dalam hidup kita ada kuasa yang besar, dan Tuhan katakan dengarkanlah Aku dengan sungguh-sungguh (shama shama).

Datang Pada Terang Sejati

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 8 Oktober 2017 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Piala bukanlah benda biasa, piala adalah benda kehormatan, sebuah penghargaan yang luar biasa. Gelas yang dipakai oleh keluarga kerajaan disebut piala, jadi piala adalah benda mulia. Setiap kita berharga di mata Tuhan karena kita adalah Piala Kemurahan Allah. Ketika kita sadar bahwa kita adalah Piala Anugrah Allah, piala akan ditaruh di tempat khusus, tempat yang terhormat. Ketika kita ada di tangan Sang Ahli, kadang kala memang ada bagian tubuh yang sepertinya dipenggal, namun ketika Tuhan memenggal, Tuhan justru ingin memberikan jauh lebih baik.

Yohanes 8:12 - Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Ketika kita mengikut Yesus jangan takut, masa depan kita bukan masa depan yang suram. Kita mungkin tidak tahu yang terjadi di depan, namun Yesus adalah terang sejati. Ketika kita ikuti langkah-langkah Tuhan, situasinya boleh gelap tapi kita mempunyai terang hidup.

Menjadi Manusia Baru

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 15 Oktober 2017 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita percaya Yesus, ilustrasinya seperti naik pesawat dibawa ke ketinggian di atas 9 kilometer dari permukaan laut. Semakin tinggi semakin tipis lapisan oksigennya dan ketinggian ini mematikan, tapi mereka yang berada di dalam pesawat tetap terpelihara bahkan bisa bergerak dengan kecepatan 900 kilometer per jam.

Dalam kasih karunia Allah, kita akan menjadi piala Anugrah Allah yang memuliakan Tuhan, kita menjadi manusia baru ketika percaya pada Yesus. Tuhan menerima kita apa adanya tapi Ia terlalu sayang untuk membiarkan kita apa adanya.

Efesus 4:17-32 adalah perikop yang berbicara tentang manusia baru.

Manusia lama punya kecenderungan dosa dan tujuan akhirnya adalah kebinasaan, tapi saat kita percaya Yesus dan meresponi firman-Nya, roh kita diperbaharui (dimulai dari dalam), kita menjadi manusia baru. Yesus ingin perbaiki kita dari dalam keluar.

Dipulihkan Oleh Tangan Sang Ahli

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 1 Oktober 2017 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesaya 64:6 - Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.

Tidak ada seorang manusiapun yang bisa membanggakan kesalehannya karena kesalehan manusia seperti kain cemar (kain menstruasi). Kita ini piala anugrah Allah, dibentuk untuk sesuatu yang mulia. Secara genetis kita mewarisi gen orangtua kita, tetapi dalam Kristus Yesus kita mewarisi gen anak Allah, karena itu bertindaklah sebagai anak-anak Allah.

Yohanes 1:17. Kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.  Kata "datang" ditulis dengan ginomai = be married, menikah.  Jadi kasih karunia dan kebenaran itu merupakan sebuah kesatuan di dalam Yesus Kristus. Kasih karunia Allah menerima kita apa adanya tetapi Allah terlalu sayang untuk membiarkan kita apa adanya, Dia sedang menuntun kita di dalam kebenaran.