on on Hits: 345

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 18 November 2018 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Wahyu 3:8 - Aku tahu segala pekerjaanmu; lihatlah. Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti nama-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

Ada banyak orang tahu tentang nama Yesus dan kuasa-Nya, tapi tidak mengakui (tidak setuju dengan firman-Nya).

Beberapa kisah yang Yesus kerjakan dalam pelayanan-Nya ketika Yesus menjadi pernyataan “engkau mengaku nama-Ku” : 

1. Matius 12:9-14, di dalam kelompok orang yang beribadah, ada seseorang yang benar-benar pasrah karena sakit, tangannya mati sebelah. Tapi rupanya di rumah ibadat itu ketika Yesus hadir ada yang memanfaatkan sakitnya orang itu untuk menyelidiki dan menghakimi Yesus. Yesus mengatakan boleh berbuat baik pada hari Sabat karena manusia lebih dari domba. Dan orang yang sakit itu disembuhkan karena dia menyerahkan hidupnya pada Yesus.

on on Hits: 393

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 11 November 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Yohanes 7:37,38.

Ketika kita berjumpa dengan Yesus, nikmati Dia sebagai air kehidupan dan roti kehidupan, kita tidak hanya dipuaskan, tapi dalam hidup kita keluar sungai-sungai yang memberi kehidupan (... out of his belly shall flow rivers of living water - ay. 38 KJV), hidup kita menjadi berkat.

Yesus adalah Yehova Shammah, bila dua orang atau lebih bersekutu dalam nama-Nya, Tuhan hadir. Bersandar hanya pada Yesus saja, kalau kita bersandar pada dunia, dunia ini berubah. Di dalam dunia tidak ada yang benar-benar bisa diandalkan. Dia ada di tengah-tengah kita dan Dia selalu ingin memberkati. Dia ada di kanan samping Allah Bapa guna kepentingan kita, apalagi ketika Ia hadir di tengah kita. Permasalahan ketika kita beribadah ada yang diberkati dan ada yang tidak diberkati, yang satu dibenarkan yang satu tidak.

on on Hits: 396

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 4 November 2018 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Wahyu 3:8 - “Aku tahu segala pekerjaanmu; lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.”

Tuhan membuka pintu berkat, asalkan kita mau bekerja, karena ditulis “Aku tahu segala pekerjaanmu”. Tuhan memang memberkati orang saat tidur, tetapi bukan tidur karena malas. Daud menerima “kebetulan ilahi” (= qarah Pen 9:11) saat dia mengerjakan dengan setia pekerjaan rumah tangga (mengantarkan bekal untuk kakak-kakaknya ke medan perang). Akhirnya Daud mengalahkan Goliat dan ia dielu-elukan ketika tiba di Yerusalem. Saul mencoba menutup promosi dari Tuhan untuk Daud, tapi Tuhan membela Daud.

“Engkau tidak menyangkal nama-Ku”, rupanya ada orang percaya yang menyangkal nama Yesus.

Pahlawan-pahlawan iman di Perjanjian Baru, mereka disusahkan bukan oleh orang kafir, tapi oleh orang yang tahu firman Allah tapi mereka memusuhi Yesus (kasih karunia Allah). Hubungkan dengan 1 Yohanes 2:22-23, LAI memberikan judul anti Kristus. Mereka menyembah Tuhan tapi mereka anti Yesus. Yesus adalah Kristus artinya yang diurapi. Allah tekankan yang disebut pendusta yaitu mereka yang menyembah Tuhan tapi menyangkal Yesus. Matius 7:21-23, bukan setiap orang yang berseru Kurios yang masuk kerajaan sorga, tapi mereka yang melakukan kehendak Bapa. Yohanes 6:29, pekerjaan yang dikehendaki Bapa adalah percaya kepada Yesus. Yohanes 6:40, Yesuslah kehendak Bapa, Yesus tinggal di dalam kita dan kita tinggal di dalam Dia.

on on Hits: 380

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 28 Oktober 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kita akan menjadi seperti yang kita idolakan, kita akan jadi seperti yang kita sembah. Ketika seseorang mengidolakan, maka ia akan menjadi seperti yang ia idolakan. Ketika kita selalu taruh Tuhan di depan kita--seperti Daud (Mazmur 16:8 -  I have set the LORD always before me .... KJV), kita akan menjadi seperti yang kita lihat. 

1 Samuel 16:18. Daud dikawal oleh kasih setia Tuhan. Daud belum menjadi prajurit, ia masih muda, di pasal 17 barulah ia mengalahkan Goliat. Namun, ia memiliki sikap selalu menyembah Tuhan, manusia boleh mengabaikan tapi Tuhan selalu memandang dia. Ketika Daud punya sikap hati demikian, perjumpaannya dengan Tuhan mengubah hidupnya, bahkan prajurit Saul memberi kesaksian Daud seorang pahlawan yang gagah perkasa dan Tuhan menyertainya (ay. 18).

on on Hits: 1137

Ringkasan Khotbah Minggu sore 21 Oktober 2018 Oleh Pdm. Iwan Artiyanto

 Daniel 12:4,9 “[4] Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah. [9] Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman.”

Penglihatan Daniel tentang akhir zaman dimeteraikan oleh Tuhan, tidak ada yang dapat membuka. Tetapi di akhir zaman, meterai itu mulai dibukakan. Wahyu 5:4-5, ada satu pribadi yang sanggup membuka meterai itu, yaitu Yesus. Ini adalah satu anugerah untuk kita. 

“Banyak orang akan menyelidikinya” artinya ada jiwa-jiwa yang rindu, haus dan lapar akan firman Tuhan. Menganggap Tuhan yang utama dan terutama. Yesaya 2:1-3, “[2] Akan terjadi pada hari-haari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi diatas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun kesana,” banyak orang akan datang kerumah Tuhan. Di ayat 3 ada kata “mari”, ada satu kerinduan untuk menerima pengajaran, yang menjadi bekal rohani kita sehari-hari.

Matius 24:14, firman Allah diberitakan di seluruh dunia. Yohanes 3:5 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah”, seseorang yang mengalami lahir baru, sadar bahwa hidupnya harus masuk dalam kerajaan Allah. Ada satu pembaharuan dalam dunianya, mencari perkara-perkara rohani, firman yang diurapi Roh Kudus. Seperti dalam Roma 12:2, orang yang haus dan lapar akan firman Tuhan mengalami transformasi, agar bisa mengetahui apa yang berkenan pada Allah. 

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.