on on Hits: 319

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 7 April 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tuhan ingin kita hidup dengan empati, hidup di dalam kasih, bagaimana kita bisa mengasihi Tuhan dan bagaimana kita bisa mengasihi sesama.

Ester 2:21-23. Ketika Mordekhai menjadi tawanan di kerajaan Persia dan Media waktu itu, ada orang yang berikhtiar untuk membunuh raja Ahasyweros yaitu Bigtan dan Teresh. Mordekhai tidak menganggap hal itu sebagai pembalasan dari Tuhan untuk raja, dia melaporkan kepada raja tentang hal ini. Akhirnya Bigtan dan Teresh dihukum, tapi hal ini tidak diapresiasi, dianggap lumrah. Ketika kita lakukan firman Allah, lakukan hal yang baik dan tidak dihargai, teruslah lakukan karena upah kita besar di sorga. Selama di bumi kita akan alami penyediaan dari sorga. Lakukan firman sebagai warga Kerajaan Sorga.

Yudas 1:22 - And of some have compassion, making a difference [KJV]. Tuhan ingin kita hidup dengan empati. Dunia ini adalah dunia yang mulai kehilangan belas kasihan. Roh kekerasan mulai melanda tapi firman Allah katakan miliki belas kasihan, buatlah satu perbedaan. Kita buat perbedaan bukan karena peraturan.

on on Hits: 339

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 31 Maret 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesus adalah Panglima Besar, Komandan kita. Dalam dunia militer, ketika panglima sudah punya keputusan, anak buahnya akan taat pada keputusan itu. Berapa banyak kali kita punya kepercayaan Tuhan berkuasa, tapi hanya sekadar sampai pada sesuatu yang dipercayai dan tidak terhubung dengan Yesus, Komandan kita. Ketika Yesus menjadi Komandan hidup kita, biarlah kita berkata, “Saya mau taat!”

Mazmur 68:1-2 - ... Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Waktu Yesus berdoa di taman Getsemani, sepasukan prajurit Bait Allah datang mencari Yesus untuk menangkap-Nya. Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah (Yoh. 18:6). Ketika Allah bangkit, terseraklah musuh-musuh-Nya, tapi berapa banyak kali orang berpikir itu hanya sekadar firman. Ingat, firman adalah Allah sendiri, kuasa Allah. Amsal 4:20-22, ketika kita mengkonsumsi firman, kita mendapatkan kehidupan. Siapa yang menjadi ‘musuh-musuh’ kita? Permasalahan? Allah tidak pernah ciptakan manusia ada dalam permasalahan. Ketika manusia jatuh dalam dosa, dosa membuat manusia ada dalam permasalahan, tanah pun menjadi terkutuk, tapi ketika Yesus berdoa di taman Getsemani, keringat Yesus menjadi seperti tetesan darah yang menetes ke tanah, menebus tanah yang terkutuk. Ketika kita percaya Yesus, kita hidup sebagai orang yang telah ditebus, dan ketika Dia bangkit terseraklah musuh-musuh-Nya. Tapi apakah kita terhubung pada Yesus Komandan kita atau pada permasalahannya? Dua murid Yesus yaitu Yudas—terhubung dengan masalahnya dan coba menyelesaikan masalah dengan pengetahuan, dengan kekuatan, bahkan dengan firman yang dia tahu; dan Petrus—ketika ia sadar sudah bersalah, ia hanya mendekat kepada Yesus.

on on Hits: 345

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 24 Maret 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kita sedang dipersiapkan menjadi mempelai surga. Allah mempersiapkan kita untuk perkara kekal, tapi Dia juga bertindak secara praktis dari hari ke hari. Firman Allah seperti proyeksi, akan terjadi di hari-hari depan kita. Dia tahu semua tentang kita. Matius 6:32-33, semua ‘dicari’ (epizeteo – dicari dengan ngotot) bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, tapi Tuhan berkata: “Carilah (zeteo – menyembah) dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” 2 Korintus 9:10</span></b><span lang="EN-US">, </span>menabur dengan iman, Allah yang menyediakan benih, memberi pertumbuhan dan melipatgandakan<span lang="EN-US">.

Kolose 2:9-10, “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia [And ye are complete in him- KJV]. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.” Yesus 100% Allah, juga 100% manusia, Dia Allah yang Mahakuasa ketika menjelma menjadi manusia, Dia tahu kondisi manusia. Dalam keterbatasan kita, ketika kita percaya, kita sempurna di dalam Dia. Tuhan tidak pernah salah menciptakan kita, bahkan memperhitungkan kelemahan-kelemahan kita. Yohanes 1:16, dari kepenuhan-Nya, kita sudah menerima kasih karunia digantikan kasih karunia lagi (charis anti charisto) sesuai dengan tingkat usia kita.

on on Hits: 326

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 17 Maret 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ester 2:12 - Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: ...

Setiap calon ratu harus dirawat selama 12 bulan. Ketika ada di dalam aturannya Allah (firman-Nya yang kekal)—seringkali sepertinya mengkondisikan yang tidak enak buat daging— supaya bau harum Kristus makin meresap dalam hidup kita karena kita lebih meresponi firman. Ketika itu dijalani oleh para gadis calon ratu, khususnya Ester, Ester punya hak istimewa (ay. 13). Ketika dididik Mordekhai, Ester punya sukacita, tidak pernah protes dengan keadaannya (seorang tawanan dan yatim piatu).  Hasilnya ketika ia hendak menghadap raja, apa saja yang ia minta diberikan. Sekalipun Ester punya hak istimewa, ia tidak menghendaki apapun selain yang disarankan oleh Hegai (ay. 15). Kita punya hak istimewa untuk menghadap Raja segala raja, tapi bertanyalah pada Roh Kudus yang akan menuntun, memberitahu kehendak-Nya (Yoh. 14:26). Ketika Ester punya sikap saya mau menerima apapun, Ester menimbulkan kasih sayang setiap orang.

Kerajaan Allah seperti seorang tuan yang mencari pekerja-pekerjanya, bukan pekerja yang mencari tuannya. Matius 20:1-8. Ada lima kali tuan ini mencari/memanggil pekerja mulai jam 6 pagi, jam 9 pagi, jam 12 siang, jam 3 sore dan jam 5 sore. Kita termasuk pekerja-pekerja yang dipanggil jam 5 sore (akhir zaman, menjelang kedatangan Yesus kedua kali).

on on Hits: 401

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 10 Maret 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ibrani 8:10-12. Kalau Tuhan berkata,  “Sebab aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka,” kenapa kita ragu? Ibrani 10:17, Yeremia 31:31-34. Tuhan sudah ampuni dosa kita, bukan karena korban kita, tapi karena korban Yesus di kayu salib. Kuasa Tuhan lebih besar dari dosa kita. Kita harus lebih percaya kepada firman.

1 Samuel 8,ketika bangsa Israel minta seorang raja, mereka menolak kepemimpinan Tuhan. Mereka meminta sesuatu yang nyata. Tuhan tetap ingin menjadi Allah mereka dan mereka menjadi umat-Nya. Akhirnya  Samuel mengurapi Saul menjadi raja Israel. 1 Samuel 10:1 - Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak [a vial of oil – KJV], dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: “Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh disekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri. Hubungkan dengan Wahyu 16:1 - … and pour out the vials of the wrath of God upon the earth. Buli-buli (vial) artinya cawan. Cawan erat hubungannya dengan murka Allah. Saat Saul diurapi, Samuel membawa buli-buli atau cawan minyak. Saul sudah ada di bawah kepemimpinan Allah, tapi dia selalu seperti ada di bawah murka, sehingga dalam kehidupan Saul pesan yang keluar dari hidupnya selalu tentang kemarahan.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.