on on Hits: 348

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 3 Maret 2019 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ester 2:12 - Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan.

Apakah kita bangga berada dalam kehendak Tuhan? Ketika di dalam kehendak Tuhan, sepertinya ada di dalam aturan seperti yang dialami Ester. Di zaman itu Ester sedang mengikuti “audisi” ratu Persia selama 12 bulan. Ketika sedang dipersiapkan untuk jadi mempelai Kristus, sepertinya kita tidak punya kehendak bebas, menjadi “kebun tertutup dan mata air termeterai” (Kid. 4:12). Sebetulnya saat seperti kebun tertutup dan mata air termeterai, kita alami kebebasan sejati. Namun, ketika benar-benar bebas tanpa ada aturan, itu sebenarnya adalah penjara.

on on Hits: 504

Ringkasan kotbah Minggu Sore 24 Februari 2019 Oleh Pdt. Hessel Nathanael Mandey (Jakarta)

Mazmur 34:15 -Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;

Siapakah yang dimaksud orang-orang benar? Kisah Para Rasul 10:35, orang yang takut akan Tuhan dan mengamalkan firman Allah. Bukan sekedar mendengar, tetapi juga menyimpan dalam hati dan melakukan firman Allah. 2 Tawarikh 16:9, mata Tuhan menjelajah seluruh bumi. Tidak ada blankspot, Allah melihat semuanya. Tapi untuk orang yang bersungguh hati, ada pengawasan khusus.

Untuk apa pengawasan khusus itu? Mazmur 33:18-19, tujuan pertamanya adalah melepaskan dari maut. Kematian tidak dapat menyentuh orang percaya. Sebab itu, saat kita hendak bepergian, kita perlu berdoa, agar mata Tuhan tertuju pada kita. Tujuan selanjutnya, ada jaminan Tuhan memelihara orang benar dari bahaya kelaparan. Wahyu 6:5-6, kuda hitam melambangkan kematian. Akan ada waktunya terjadi kelaparan besar. Tetapi Alkitab katakan “secupak gandum sedinar”, begitu mahal harga makanan. Bagi orang-orang percaya, mendapat jaminan “jangan rusakkan minyak dan anggur”. Ini bicara tentang anak-anak Tuhan yang percaya penuh dengan Roh Kudus, mendapat jaminan, Tuhan sanggup mencukupkan.</span></p> <hr id="system-readmore" />

1 Raja-Raja 17:11-14, janda Sarfat ini hanya punya sedikit tepung dan minyak, saat Elia meminta roti. Tetapi firman Tuhan katakan tepung dan minyak itu tidak habis. Janda Sarfat ini percaya dengan perkataan Elia, padahal awalnya dia tidak tahu tentang Elia. Dia lakukan apa yang firman katakan. Sehingga janda Sarfat ini mendapat mukjizat, tidak kekurangan sampai masa kelaparan itu berlalu.

1 Petrus 3:12, Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong. Telinga Allah mendengar permohonan mereka minta tolong. Allah mendengar doa orang benar. Orang benar adalah orang yang patuh pada firman Allah. Pendengaran Allah tidak kurang tajam, tetapi dosalah yang menjauhkan kita dari Allah. Seperti kisah Hana, istri pertama Elkana, yang belum memiliki anak. Ia merasa tertindas karena diejek istri kedua Elkana, Penina. Hana hanya bisa lari ke kaki Tuhan, berdoa dalam bait Allah berhari-hari. Tuhan mengerti bahasa air mata, Tuhan mengerti doa yang Hana naikkan meskipun bukan dengan kata-kata. Doa Hana pun terjawab.

Ulangan 11:1, 8, ini adalah pesan dari Musa kepada bangsa Israel sebelum menduduki tanah Kanaan. Bilangan 13:27-28, saat Musa menyuruh pengintai melihat tanah Kanaan, 10 pengintai merasa tidak yakin karena penduduk disana orang-orangnya seperti raksasa. Namun, Musa tidak melatih mereka strategi berperang. Musa mengatakan, bangsa Israel harus mengasihi Tuhan Allah, dan melakukan kewajiban-kewajiban sesuai dengan ketetapan dan peraturan-Nya. Bukan mengandalkan kekuatan fisik, tetapi mengandalkan kekuatan Allah. Berpegang pada firman Allah, tidak hanya memberikan kekuatan secara rohani, tetapi juga secara fisik. 1 Timotius 4:8, beribadah juga berguna untuk fisik. Jangan tinggalkan ibadah.

Ulangan 11:9, supaya lanjut umurmu. Patuh pada firman Allah, rajin beribadah, maka kita akan panjang umur. Keluaran 19:5, kalau kita berpegang dan hidup menurut firman Allah, maka kita menjadi harta kesayangannya Allah. Saat kita tunduk pada firman, maka kita akan punya keberanian untuk menghampiri Allah.

Hosea 11:1-3, tangan Allah sebagai Bapa yang mengasihi anak-Nya, selalu berada di dekat anak-Nya yang belajar berjalan. Sehingga saat oleng, tidak sampai terjatuh. Inilah gambaran kasih Allah pada bangsa Israel. Tangan Allah yang kuat, membawa Israel keluar dari Mesir. Tangan Allah begitu mengasihi dan menjaga. Namun, mereka menjauh, bahkan mereka menolak Yesus. Dengan penolakan itu, kita yang bukan bangsa pilihan, ikut menikmati karya keselamatan Allah untuk manusia.

1 Petrus 5:6, “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.” Kalau kita mau merendahkan diri di bawah “tangan” Tuhan, maka tangan itu akan menjadi kekuatan, memberikan kekuasaan, dan menjaga kita. Menjauhkan kita dari mara bahaya. Tangan itu juga memberikan kita keyakinan jaminan dari Tuhan. Namun, untuk orang yang angkuh, tangan yang kuat itu akan memberikan rasa takut, perlawanan, murka, dan siap memberi hukuman.

Amin.

on on Hits: 501

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 17 Februari 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

1 Korintus 15:34 - Sadarlah kembali sebaik-baiknya  (awake to rigteousness - KJVdan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.

Ketika Yesus diperhadapkan kepada seorang perempuan yang kedapatan berzinah, orang-orang Farisi berkata, “Yesus, perempuan ini harus dilempari dengan batu,” padahal Hukum Taurat mengatakan laki-laki dan perempuan yang berbuat zinah, keduanya harus dilempari batu, bukan hanya yang perempuan saja. Yesus hanya berkata, “Siapa yang tidak berdosa berhak melempari batu pertama kali.” Di antara kerumunan itu, yang berhak untuk melempari batu sebenarnya hanya Yesus, tapi Ia tidak mau menghukum. Ketika semua orang meninggalkan tempat itu dan yang tinggal hanya Yesus dan perempuan itu, Yesus berkata, "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." (Yohanes 8:11).

on on Hits: 490

Ringkasan Kotbah Minggu Sore, 10 Februari 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Amsal 16:4 - TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.

Kesannya bahwa dari awal Tuhan sudah membuat yang baik dan yang jahat, seperti konsep keseimbangan, tidak! Konsep keseimbangan bukan konsep ilahi. Tuhan tidak pernah salah menempatkan kita lengkap dengan kepribadian dan karakter, karena Dia memiliki tujuan. Tuhan ciptakan semuanya baik. Tuhan tidak pernah ciptakan setan. Ketika Lucifer jatuh, itu pilihan dia sendiri. Dia terusir dengan semua yang setuju dengannya dari hadirat Tuhan, dosa tidak akan betah dalam hadirat Tuhan. Jadi, Tuhan tidak pernah menciptakan setan, orang fasik, mereka memiliki kehendak bebas yang Tuhan berikan. Bahkan Allah dikatakan panjang sabar karena tidak ingin satu orang pun binasa. Allah kita adalah Allah yang mau memberikan kesempatan untuk bertobat, lihat Wahyu 22:11, dimana kita mau tempatkan pilihan kita?

on on Hits: 688

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 3 Februari 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tidak ada yang kebetulan dalam segala sesuatu, termasuk memperhitungkan semua kegagalan kita, itu tetap ada di tangan Allah. Seperti sampah di tangan ahli, ketika didaur ulang akan menjadi sesuatu yang bernilai. Oleh sebab itu serahkan hidup kita pada Tuhan. Yesus yang ada sekarang, Dia sudah tahu masa lalu kita, tapi Dia sudah ada di masa depan kita.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.